Isbat Nikah di Aceh Tengah Tahun 2018

Kategori : Hukum Selasa, 06 November 2018

DSI-PD AT - Sebanyak 50 pasangan suami istri (Pasutri) di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, menjalani itsbat nikah, Senin tanggal 05 November 2018 di Aula Kementrian Agama Aceh Tengah. Program yang digelar oleh Dinas Syariat Islam Aceh bekerja sama dengan 4 instansi terkait yaitu Dinas Syari’at Islam dan Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Tengah, Kantor Kementrian Agama Aceh Tengah, Mahkamah Syar’iyah Kabupaten Aceh Tengah dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Aceh Tengah, bertujuan untuk mengakomodir kepentingan administrasi kependudukan sebagai warga negara.

Karena diketahui, masih banyak ditemukan pasangan suami istri yang secara sah telah menikah namun belum mendapat pengakuan dari negara. Ada berbagai macam faktor, salah satu diantaranya menikah pada saat konflik yang terjadi di Aceh. 

Dalam kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta pasangan suami istri yang belum memiliki buku nikah dengan syarat masyarakat miskin dan masyarakat korban konplik. Program ini dinamakan dengan “one day one service” karena dalam satu hari satu pelayanan untuk memastikan bagi peserta yang diputuskan lewat siding isbat nikah sebagai peserta yang sah pernikahannya maka mereka akan mendapatkan buku nikah dan akte kelahiran untuk anak  mereka, dan setiap peserta dalam sidang isbat nikah ini wajib melibatkan 2 orang saksi pernikahan.

Program ini sduah ada sejak 2014 sudah berjalan 3 tahun dan tahun 2018 berlangsung di 11 wilayah termasuk di kabupaten Aceh Tengah dengan jumlah 50 pasangan, sebut Kadis Syariat Islam Aceh, Alidar di Takengon, Senin (5/11/2018).

Alidar menyebutkan, kegiatan yang berlangsung sehari itu sifatnya "one day service" dengan melibatkan tiga layanan sekaligus yaitu sidang itsbat nikah oleh Mahkamah Syar'iyah, penerbitan buku akta nikah oleh Kementerian Agama dan penerbitan akta kelahiran oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Kegiatan itsbat nikah itu juga turut disaksikan oleh Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar. Dia mengatakan, itsbat nikah ini penting untuk memberi kepastian hukum yang berikutnya keluarga akan lebih mudah memperoleh hak-hak administrasi kependudukan. 

Demikian pula dengan kepastian hukum dalam keluarga, misalnya hak anak dan istri dalam pembagian warisan jika suami meninggal dunia. Belum lagi untuk mencegah terjadinya beban sosial akibat ketidakjelasan status orang tua terutama hubungan ayah dan anak yang tidak kuat. Bupati Aceh Tengah mengatakan Suami bisa saja menghindar dari kewajiban memberi nafkah karena tidak ada legalitas pernikahan yang diakui negara. Shabela mengharapkan, program itsbat nikah terus dilakukan secara berkelanjutan. Sebab, diyakini masih banyak keluarga yang belum memiliki pencatatan akta nikah.

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32