Indeks Berita

Lestarikan Budaya, Menag Pilih Sarung Batik dan Kopiah saat di Makkah

Rabu, 15 Agustus 2018
Makkah (Kemenag) — Mengenakan kopiah hitam, berbalut baju putih dan sarung batik menjadi pilihan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat menghabiskan senja pada Selasa (14/05) di Masjidil Haram. Ajakan swafoto dari jemaah di sepanjang perjalanan, ia penuhi dengan penuh keramahan. Mulai dari halte sampai terminal bus, hingga memasuki area masjid, seluruh jemaah Indonesia tak henti-henti memanggil, “Pak Menteri, izin foto bareng ya!”

Memanjakan Jemaah Sebelum Wukuf

Rabu, 15 Agustus 2018
Makkah (Kemenag) --- Buat Sofwan, penambal ban berusia 85 tahun, tidur di Hotel Lu’luat Makkah berlantai marmer adalah kemewahan yang tidak pernah ia bayangkan. Lelaki asal Semarang, Jawa Tengah, itu hanya tahu bahwa berhaji berarti menjalankan ibadah yang sangat berat : ribuan orang berdesak-desakan saat tawaf, ratusan ribu orang berhimpit-himpitan saat melempar jamarat, serta jutaan orang berpanas-panas berkemah di Arafah dan Mina. Jauh sebelum itu mereka harus tinggal di ribuan pemondokan tak terurus, makan susah, mandi berebut, naik bus tanpa AC dengan bangku jelek dan sopir cerewet.

Menag: Indonesia, Satu-satunya Negara yang Membekali Jemaah ‘Living Cost’

Rabu, 15 Agustus 2018
Makkah (Menag) — Indonesia ternyata merupakan satu-satunya negara di dunia yang memberi jemaah hajinya dengan uang saku (living cost). Bekal ini disisihkan dari biaya haji yang dibayarkan masyarakat. Bahkan, pemberian uang saku ini telah berjalan sejak lama.

‘’Thawaf’’ dan ‘’Sai’’ di Mahbas Jin

Rabu, 15 Agustus 2018
Makkah (Kemenag) --- Di tahun 2018 ini, Allah SWT sekali lagi memanggil saya ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji. Dulu di pergantian milenium 2000, saya pernah berangkat ke tanah haram ini untuk menjadi tamu dua raja sekaligus: pertama raja kecil di dunia, penguasa jazirah Arab yang mengundang saya untuk menjadi tamunya selama saya berhaji; kedua Raja Diraja Allah SWT, Penguasa langit dan bumi, yang menggenggam Arafah, Mudzdalifah, Mina dan nyawa raja Arab itu di tangan-Nya.

IAIN Surakarta Deklarasikan “Mahasiswa Teladan Santun” di PBAK

Rabu, 15 Agustus 2018
Surakarta (Kemenag) --- Lebih dari tiga ribu mahasiswa baru Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta mendeklarasikan “Mahasiswa Teladan Santun”. Deklarasi ini dilaksakanan pada saat digelar Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaaan (PBAK)   tahun 2018/2019, di Kampus IAIN Surakarta, Jawa Tengah.

Mahasiswa PTKIN  Harus Mampu Jawab Tantangan Generasi Milenial

Rabu, 15 Agustus 2018
Surakarta (Kemenag) --- Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) harus mampu menjawab tantangan kehidupan generasi milenial. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Seksi Pengabdian Kepada Masyarakat Direktorat Perguruan Tinggi Keagaaman Islam (PTKI) Kementerian Agama, M. Aziz Hakim, di Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, Jawa Tengah.

Kemenag Lepas Keberangkatan Alumni Madrasah ke IKIM Malaysia

Rabu, 15 Agustus 2018
Jakarta – Kementerian Agama melepas alumni madrasah yang akan mengenyam pendidikan vokasi di Institut Kemahiran Industri Melaka  (IKIM) Malaysia selama satu tahun. 

Ini para Penyuluh Agama Islam Teladan Nasional Tahun 2018

Rabu, 15 Agustus 2018
Jakarta (Kemenag) - Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) melalui Direktorat Penerangan Agama Islam, Ditjen Bimas Islam menggelar Pemilihan Penyuluh Agama Islam Teladan Tingkat Nasional Tahun 2018. Acara di gelar di Jakarta dari tanggal 9 – 11 Agustus 2018, dan diikuti oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) dan Penyuluh Agama Islam Non PNS dari 34 Provinsi. Penilaian Penyuluh Teladan Tingkat Nasional sendiri melalui tiga tahap. Pertama, mengirimkan video pendek yang menggambarkan tentang kegiatan penyuluhan disertai keterangan lokasi hingga out put dari progam penyuluhan. Kedua, para juara di tingkat provinsi tersebut mengirimkan berkas presentasi dan portofolio kepada panitia pusat. Dan ketiga, para finalis menyampaikan presentasi dihadapan dewan juri. Pemilihan Penyuluh Teladan kali ini mengangkat tema besar Kreatif Inovatif. Sebagaimana rilis penyelenggara kepada bimasislam, para peserta diberi ruang untuk mempresentasikan metode penyuluhan yang kreatif, inovatif dan juga aplikatif. Metode dakwah yang inovatif diharapkan diterima oleh sasaran binaan, terutama pada wilayah 3T, lembaga pemasyarakatan, lokalisasi, pasar dan wilayah yang memang membutuhkan penyuluhan. Berita terkait: Bertemu KUA dan Penyuluh Agama Teladan, Menag Sampaikan Paradigma Baru KUA Berikut para pemenag Penyuluh Teladan Nasional 2018. Peserta terbaik I, diraih atas nama Ahmad Munir, dari Provinsi D.I. Yogyakarta. Peserta terbaik II diraih Riska Duduti asal Provinsi Gotontalo, dan Peserta Terbaik III disematkan kepada peserta atas nama Muhammad Sirajudin Cholil asal Jawa Timur. Selanjutnya, Peserta Harapan I, diberikan kepada Achmad Fauzi dari Jawa Tengah. Peserta Harapan II, diraih Sukarno Al Farizi dari Provinsi Bali, dan Peserta Harapan III dinobatkan kepada Muhammad Rum asal Provinsi Sumatera Barat. Pemenang Pemilihan Penyuluh Agamam Non PNS Teladan Tingkat Nasional 2018: Peserta Terbaik I, diraih oleh Mukhlis Sanjaya asal Provinsi Jawa Timur. Peserta terbaik II, Yani Safariyati dari Provinsi Kalimantan Utara, dan Peserta terbaik III diraih atas nama Riswanto dari Provinsi D.I. Yogyakarta. Untuk Peserta Harapan I, diraih M. Damanhuri dari Provinsi Kalimantan Barat. Peserta Harapan II, Sumarno dari Provinsi Bangka Belitung, dan Peserta Harapan III disematkan kepada peserta atas nama Aan Subhan dari Provinsi DKI Jakarta. [syam]

Provinsi Bali Peringkat I KUA Teladan Nasional 2018

Rabu, 15 Agustus 2018
Raih Jakarta (Kemenag) - Kantor Urusan Agama (KUA) Provinsi Bali meraih prestasi sebagai KUA terbaik disusul Provinsi Jawa Barat dan Kepulauan Riau, masing-masing di peringkat kedua dan ketiga.  

Arskal Salim Ajak Generasi Milenial Tangkal Radikalisme

Rabu, 15 Agustus 2018
Palembang (Kemenag) --- Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Arskal Salim mengajak generasi milenial untuk menangkal radikalisme. Ajakan ini disampaikan Arskal saat memberikan materi pada Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Selasa (14/08).

Call For Papers Muktamar Pemikiran Santri Nusantara Dibuka Hingga 31 Agustus

Rabu, 15 Agustus 2018
Jakarta (Kemenag) --- Dalam rangka memperingati Hari Santri 2018, Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama membuka call for papers untuk Muktamar Pemikiran Santri Nusantara. Call for papers ini dibuka 12 - 31 Agustus 2018.

Mahasiswa Baru IAIN Pekalongan Kumpulkan Donasi untuk Korban Gempa NTB

Rabu, 15 Agustus 2018
Pekalongan (Kemenag) – Mahasiswa Baru Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan mengumpulkan donasi untuk korban gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB). Pengumpulan dana ini sebagai wujud ungkapan duka cita dan keprihatinan dari Mahasiswa baru IAIN Pekalongan.

Pembangunan Delapan Gedung Baru UIN Walisongo Dimulai

Rabu, 15 Agustus 2018
Semarang (Kemenag) --- Pembangunan delapan gedung baru Universitas Islam Negeri (UIN) Walisong Semarang dimulai. Pembangunan ini dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamaruddin Amin, di Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Dr. Hamka Ngaliyan, Semarang, Selasa (14/08).

Pemerintah Tidak Fasilitasi Ibadah Tarwiyah, Ini Penjelasan Menag

Rabu, 15 Agustus 2018
Makkah (Kemenag) — Sebagian jemaah haji asal Indonesia ada yang ingin melaksanakan tarwiyah  yakni amalan sunah dalam berhaji yang dilakukan pada 8 Dzulhijjah. Dinamakan hari tarwiyah (perbekalan) karena jemaah haji pada zaman Rasulullah SAW mulai mengisi perbekalan air di Mina pada hari itu untuk perjalanan wukuf di Arafah.

Naik Bus ke Masjidil Haram, Cara Menag Lukman Pantau Kondisi Lapangan

Rabu, 15 Agustus 2018
Makkah (Kemenag) — Banyak kalangan menilai, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bukanlah tipikal pemimpin yang gemar duduk manis di belakang meja. Putra mantan Menag KH Saifuddin Zuhri (alm) itu acap mengkonfirmasi laporan dengan realita di lapangan.

Kunjungi KKHI Makkah, Menag: Kesehatan, Jantung Pelayanan Jemaah Jalani Ibadah

Selasa, 14 Agustus 2018
Makkah (Kemenag) — Pemerintah melalui Kementerian Agama berupaya menyelenggarakan pelayanan haji secara optimal. Dimulai dari bimbingan manasik haji 10 kali di Tanah Air, pendampingan bimbingan ibadah di tiap kloter, sektor, dan daerah kerja, hingga fasilitas lain seperti pondokan di hotel berbintang, katering, dan bus salat lima waktu (salawat) yang siap antar 24 jam.

Lima Hari Jelang Fase Armuzna: 483 Kloter Mendarat, 63 Wafat

Selasa, 14 Agustus 2018
Makkah (Kemenag) — Lima hari jelang fase Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna), sebanyak 483 kloter telah mendarat di Tanah Suci. Dari jumlah itu 193.259 jemaah seluruhnya saat ini telah berada di Makkah. Berdasarkan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), Selasa (14/08) pukul 10.00 WAS, terdapat 63 jemaah asal Indonesia telah wafat. 

Kemenag Ajak Mahasiswa UIN Cinta Islam & Indonesia

Selasa, 14 Agustus 2018
Palembang (Kemenag) ---  Kepala Seksi Kemahasiswaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Ruchman Basori  menyatakan bahwa mencintai tanah air Indonesia tidak kalah penting dengan mencintai agama Islam. Bahkan Islam memandu kita untuk mencintai tanah air. 

Gema Haflah Al-Qur’an di Tanah Lut Tawar

Selasa, 14 Agustus 2018
Suasana haflah Al-Qur'an yang berlangsung di kampong Bom kecamatan Lut Tawar, Takengon, Aceh Tengah pada Senin (13/8/2018).

Suasana haflah Al-Qur’an yang berlangsung di kampong Bom kecamatan Lut Tawar, Takengon, Aceh Tengah pada Senin (13/8/2018).

Dinas Syariat Islam Aceh – Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh melalui UPTD Pemahaman dan Pengembangan Al-Qur’an (PPQ) melaksanakan Haflah Al-Qur’an di kampong Bom kecamatan Lut Tawar, Takengon, Aceh Tengah pada Senin (13/8/2018).

Kegiatan  haflah merupakan salah satu program LPTQ Aceh dalam rangka mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa Al-Qur’an perlu terus dipelajari, dipahami dan diimplementasikan isi kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.

Haflah Al-Qur’an itu diikuti oleh qari internasional asal dari Medan yaitu Ustadz H Darwin Hasibuan SPdI yang merupakan juara 1 MTQ Internasional DMDI di Malaysia tahun 2012. Selain itu beberapa qari Aceh ikut memeriahkan kegiatan tersebut diantaranya Zamni Yunus, T Mardhatillah S Hi, MH, Mahlil Ibrahim, Takdir Feriza Hasan, Edi Mukhlis Nazaruddin, dan Ihsan.

Di kesempatan itu, wakil bupati Aceh Tengah, Firdaus, S,KM dalam sambutannya menyampaikan kegiatan itu merupakan kegiatan positif yang dapat membentuk karakter manusia yang mencintai Al-Qur’an.

“Karena Al-Qur’an merupakan kitab suci yang berisi petunjuk dan pedoman bagi umat manusia agar tetap berada di jalan Allah SWT dan tidak terjerumus ke dalam perbuatan-perbuatan dilarang-Nya, “ tutur wabup.

“Oleh karena itu dengan kita senantiasa membaca, mempelajari isi kandungan, serta mengamalkannya maka insyaAllah kita tidak akan tersesat hidup didunia dan selamat di akhirat kelak,” tambahnya.

Selain itu wabup juga berharap agar kegiatan tersebut dilaksanakan setiap tahun karena ini merupakan salah satu ritual ibadah agar masyarakat selalu berinteraksi dengan Tuhannya melalui haflah Al-qur’an.

Kegiatan serupa sedianya juga akan dilaksanakan di Meulaboh, Aceh Barat pada 15 Agustus 2018. (Lilis Suriani)

The post Gema Haflah Al-Qur’an di Tanah Lut Tawar appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

179 Jurnal PTKI Terakreditasi

Selasa, 14 Agustus 2018
Jakarta (Kemenag) --- Sebanyak 179 jurnal di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) kini sudah terakreditasi. Hal ini terungkap dalam acara Temu Pengelola Jurnal pada PTKI, di Jakarta,  Kamis (09/08).

Magnet Jemaah Itu Bernama Lukman Hakim Saifuddin

Selasa, 14 Agustus 2018
Makkah (Kemenag) — “Assalamu’alaikum, halo, boleh saya masuk?” tanya sopan sesosok pria tegap di depan kamar 423 Hotel Taima Al Syisyah, Makkah, Senin (13/08) siang. Sosok berbalut busana putih itu tiada lain Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Ia hadir ke pondokan untuk menyapa secara langsung. Melihat dari dekat kondisi jemaah tanpa pemberitahuan terlebih dulu. Jadilah siang itu Menag ngobrol santai dengan dua jemaah laki-laki—satu di antaranya hanya kenakan celana pendek kolor.

Dsi Aceh Ikut Memeriahkan Pekan Kebudayaan Aceh Ke-VII 2018

Rabu, 08 Agustus 2018

 

 

 

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Dr EMK Alidar SAg MHum Menyambut Terbuka Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah Saat Berkunjung ke Stan DSI Aceh di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh, (4/8).

Dinas Syariat Islam Aceh – Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh ikut berpartisipasi dalam memeriahkan acara Pekan Kebudayaan Aceh ke-VII 2018 dengan turut ambil bagian mendirikan stand DSI Aceh di Lapangan Blangpadang Banda Aceh (4/8/2018), dalam rangka mengangkat kembali seluruh khazanah kebudayaan Aceh baik dalam bentuk adat-istiadat, seni budaya, khazanah peninggalan sejarah Aceh, hingga berbagai produk kerajinan Aceh dari berbagai daerah.

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah dalam kunjungannya ke Stand DSI Aceh merasa senang dengan keikutsertaan Dinas Syariat Islam Aceh dalam menyemarakkan PKA ke-VII. Nilai-nilai syariat yang dipamerkan di Stan haruslah menjadi cerminan kebudayaan Aceh sejak islam pertama kali masuk ke Nusantara melalui daerah Aceh.

Ia menambahkan, fokus PKA ke-VII mengangkat tema “Aceh Hebat dengan Adat Budaya Bersyariat”. Tema ini menjadi penting karena kebudayaan Aceh sangat identik dengan nilai-nilai syariat, dan salah satu hal yang sangat penting adalah bagaimana kita melayani tamu yang datang ke Stan kita dengan adat geutanyoe pemulia jamee,” ujar Nova Iriansyah.

Sementara itu, pada stand DSI Aceh banyak memamerkan sejumlah buku-buku yang bernuansa syariat Islam, kaligrafi, Manuscript Mushaf Alquran Kuno, Mushaf Alquran Ornament Aceh, Siklus Kehidupan Manusia, Proses Hukum Jinayah, serta beberapa karya DSI Aceh lainnya. Diharapkan dengan keikutsertaan DSI Aceh dalam Pekan Kebudayaan Aceh ke-VII 2018 ini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat umum khususnya dalam hal implementasi syariat Islam di Aceh.

Selain itu untuk memotivasi animo masyarakat agar berkunjung ke stand DSI Aceh, pihak penyelenggara dari stand DSI Aceh juga membagikan buku-buku yang berkaitan dengan syariat islam.

The post Dsi Aceh Ikut Memeriahkan Pekan Kebudayaan Aceh Ke-VII 2018 appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Dr EMK Alidar SAg MHum: Masjid Merupakan Pusat Kegiatan Keagamaan dan Sosial Kemasyarakatan

Rabu, 08 Agustus 2018

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Dr EMK Alidar SAg MHum Saat Memberi Materi Kepada Para Imam Masjid di Aula Grand Aceh Hotel, Banda Aceh, Kamis (3/8).

Dinas Syariat Islam Aceh – “Masjid merupakan pusat kegiatan keagamaan maupun sosial kemasyarakatan, sehingga Masjid menjadi tempat menimba ilmu-ilmu keagamaan dengan menghidupkan pengajian-pengajian rutin serta tempat masyarakat melakukan silaturrahmi sesamanya seperti yang telah dipraktekkan oleh Rasulullah Saw yang menjadikan Masjid sebagai Tarbiyatun Ummah (Mengajarkan Ummat).”

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Dr EMK Alidar SAg MHum di Aula Grand Aceh Hotel, Banda Aceh, Kamis (3/8). Sebanyak 40 Imam Masjid yang berasal dari seluruh Kabupaten/Kota se-Aceh, diberi Pembekalan Peningkatan Kapasitas Imam Masjid guna menjadikan Imam Masjid sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari bagi masyarakat

Pada kesempatan itu Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Dr EMK Alidar SAg MHum menyampaikan bahwa, Kegiatan Pembekalan Peningkatan Kapasitas Imam Masjid Se-Aceh ini merupakan wujud nyata keterlibatan para umara dan ulama yaitu Imam Masjid dalam penegakan syariat Islam di Aceh.

Ia menambahkan, Imam juga merupakan orang yang bertanggungjawab dalam kontek pemakmuran Masjid sekaligus membina umat dalam peningkatan ibadah dan ketaqwaan kepada Allah Swt. Imam  tidak hanya sebagai orang yang di depan saja dalam pelaksanaan shalat fardhu tetapi juga sebagai pemimpin umat dalam berbagai kegiatan sosial keagamaan.

Selain itu, Dr EMK Alidar juga mengajak Imam Masjid/Kader Imam untuk terus berupaya memakmurkan Masjid maupun Meunasah berupa kegiatan-kegiatan yang bersifat Tarbiyatun Ummah dan kegiatan sosial keagamaan lainnya.

Sementara itu Nizami Taufik SSos selaku Koordinator Pelaksana menyampaikan, pembekalan Peningkatan Kapasitas Imam Masjid se-Aceh Tahun 2018 bertujuan; 1)  Mewujudkan tokoh masyarakat yang profesional dan proporsional dalam melaksanakan tugas sehari-hari, 2) Terlatihnya insan kamil yang berkualitas dan profesional dengan menjunjung tinggi nilai-nilai dinul Islam sesuai dengan Qur’an dan Hadits, 3) Terwujudnya sosialisasi qanun syariat Islam, 4) Sebagai forum silaturrahmi dan komunikasi antar Tokoh Masyarakat.

 “Pembekalan Imam Masjid ini difokuskan membuka cakrawala berfikir, pembinaan para kader, dan menjadikan Imam sebagai teladan serta sebagai sarana silaturahmi dan komunikasi dalam kehidupan bermasyarakat. Kita berharap melalui kegiatan ini Imam harus lebih serius dalam menyikapi persoalan-persoalan umat,” jelasnya.

“Pemerintah Aceh maupun Pemerintah Kabupaten Kota tentu tidak mungkin dapat melaksanakan tugas ini tanpa dukungan dari seluruh komponen masyarakat. Kami percaya bahwa kita yang hadir disini adalah orang-orang yang memiliki komitmen tinggi dan tekad yang kuat agar pelaksanaan Syariat Islam kaffah di Aceh dapat berjalan dengan baik dan sempurna,” tandasnya.

Taufik berharap kepada semua pihak untuk serius dalam mengikuti kegiatan Pembekalan Peningkatan Kapasitas Imam Masjid Se-Aceh Tahun 2018 ini agar dapat terselenggara dengan baik sehingga dapat menambah wawasan, pengetahuan juga menjadi amal shaleh disisi Allah Swt.

The post Dr EMK Alidar SAg MHum: Masjid Merupakan Pusat Kegiatan Keagamaan dan Sosial Kemasyarakatan appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Dsi Aceh Peusijuk Jamaah Calon Haji

Jumat, 03 Agustus 2018
Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh, Dr EMK Alidar, S.Ag, M.Hum saat melakukan prosesi menepung tawari Jamaah Calon Haji (JCH) pegawai DSI Aceh di Mushalla As-Salam, Jum'at (3/8/2018).

Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh, Dr EMK Alidar, S.Ag, M.Hum saat melakukan prosesi “peusijuk” Jamaah Calon Haji (JCH) pegawai DSI Aceh di Mushalla As-Salam, Jum’at (3/8/2018).

Dinas Syariat Islam Aceh – Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh, Dr EMK Alidar, S.Ag, M.Hum didampingi  Sekretaris DSI Aceh Drs Darjalil, “mempeusijuk” atau menepung tawari 4 jamaah calon haji (JCH) di lingkungan DSI Aceh, bertempat Mushalla As-Salam, Jumat (03/08/18). Acara tersebut dihadiri oleh pejabat serta segenap karyawan/karyawati di jajaran DSI Aceh.

Pada kesempatan tersebut Abdul Razak, S.Ag, MA mewakili salah satu jamaah calon haji mengatakan kegiatan ini dilakukan dalam rangka silaturahmi dan saling maaf memaafkan antar karyawan DSI Aceh dan merupakan agenda rutin setiap tahunnya yang digelar jika ada karyawan DSI yang melaksanakan ibadah haji.

Ia melanjutkan dengan mengucapkan permintaan maaf kepada seluruh karyawan/karyawati DSI Aceh serta mohon doa restu untuk diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah haji.

Dalam kesempatan tersebut Dr EMK Alidar, S.Ag, M.Hum memberikan sambutan untuk acara pelepasan jamaah calon haji sembari berpesan kepada para jamaah calon haji untuk memanfaatkan waktu beribadah sebaik mungkin agar dapat memperoleh gelar haji yang mabrur dan kembali ke tanah air dengan selamat dan sehat.

“ Saya atas nama seluruh karyawan/karyawati DSI Aceh sudah memaafkan segala kesalahan pak Razak dan istri serta pak M. Iqbal dan istri sehingga tidak ada sangkut paut dosa lagi diantara kita”, ujar Kadis DSI Aceh.

Selanjutnya Kadis DSI Aceh berpesan agar jamaah calon haji senantiasa ikhlas dalam melaksanakan setiap aktivitas  di tanah suci sehingga menjadikannya amal ibadah di sisi Allah SWT SWT.

Selanjutnya acara diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Ustad T Mardhatillah, S.Hi, MH serta saling maaf memaafkan antara CJH dengan karyawan DSI Aceh sambil menikmati “bulukat” atau beras ketan kuning yang biasa di sajikan saat momen peusijuk CJH di Aceh.

The post Dsi Aceh Peusijuk Jamaah Calon Haji appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

TC Tahap I Resmi Ditutup

Jumat, 03 Agustus 2018
Peserta MTQN Aceh bersalaman dan mengucapkan perpisahan dengan pelatih dan panitia setelah usainya TC tahap I pada Kamis (2/8/2018) pagi di aula LPTQ Aceh.

Peserta MTQN Aceh bersalaman dan mengucapkan perpisahan dengan pelatih dan panitia setelah usainya TC tahap I pada Kamis (2/8/2018) pagi di aula LPTQ Aceh.

Dinas Syariat Islam Aceh – Kegiatan TC (training Center) tahap pertama yang dilaksanakan oleh Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh melalui UPTD PPQ telah resmi ditutup oleh Kepala DSI Aceh Dr EMK Alidar, S. Ag., M. Hum yang diwakili oleh Kepala UPTD PPQ Drs Ridwan Djohan pada Kamis (2/8/2018) pagi di aula gedung LPTQ Aceh.

Pemusatan latihan atau yang lebih dikenal dengan istilah TC ditujukan bagi qari-qariah provinsi Aceh yaitu peserta MTQN XXVII telah dilaksanakan selama 25 hari yaitu  9/7/2018 hingga 2/8/2018 dan tahap kedua akan dilaksanakan pada 30/8/2018 sampai tanggal  3/10/2018.

Pada kesempatan itu T Mardhatillah S Hi, MH selaku pelatih sekaligus staf di DSI Aceh berpesan kepada qari serta qariah agar menjaga kedisiplinan dan tetap latihan dirumah. Hal itu sangat penting agar peserta dapat memberikan penampilan maksimal dalam berkompetisi di ajang MTQ tingkat nasional yang nantinya akan berlangsung di kota Medan, Sumut.

Ia juga menyatakan harapannya kepada para peserta agar dapat terus berlatih dan meningkatkan kemampuannya. “saya berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, menjaga kesehatan serta dapat menyerap ilmu yang diberikan oleh setiap pelatih dengan sempurna”, tutur T Mardhatillah.

Pada kesempatan yang sama Kepala UPTD PPQ Drs Ridwan Djohan sebelum menutup TC menyampaikan terima kasih atas kerja sama seluruh pihak yang terlibat didalam pelaksanaan TC ini sehingga TC dapat berjalan memuaskan.

“Saya mengucapkan terima kasih atas pelayanan yang diberikan baik dari segi medis, panitia maupun katering yang sangat memuaskan serta memohon doa dari orang tua peserta masing-masing sehingga kegiatan dapat berjalan lancar seperti yang diharapkan”, ujar Ridwan Djohan yang juga sebagai Imam Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

Ia juga berpesan kepada para peserta untuk dapat menerapkan kunci-kunci keberhasilan yang diberikan oleh para pelatih nasional dan daerah. Kedisiplinan adalah hal yang harus dijaga, selalu mengasah kemampuan dan harus ikhlas karena Allah. “Semoga apa yang dilakukan mendapat barokah dari Allah dan untaian-untaian doa yang dipanjatkan senantiasa dapat membawa hasil yang baik”, tutup Ridwan Djohan sekaligus menutup secara resmi TC tersebut.

The post TC Tahap I Resmi Ditutup appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

50 Tenaga Ahli Kab/Kota Se-Aceh Dibekali Bimtek Kader Hisab dan Rukyat

Kamis, 02 Agustus 2018

Kepala Dinas Syariat Islam Dr. EMK. Alidar, S. Ag, M.Hum dimapingi Oleh Hasbi (kiri), Muzakir (kananpertama) dan Muhibuthibri (Kanan Kedua), Melakukan Sesi Wawancara dengan Televisi lokal Terkait dengan Kegiatan Hisab Rukyat yang sedang di Laksanakan oleh DSI Aceh di Hotel Gran Nanggroe, Selasa (31/07/2018).

Dinas Syariat Islam Aceh – Dalam rangka meningkatkan pemahaman , pengamalan ibadah serta motivasi masyarakat untuk melaksanakan ibadah shalat dengan arah kiblat yang tepat, sebanyak 50 peserta di bekali Bimtek Kader Hisab dan Rukyat. Kegiatan yang bertemakan “Melalui Kegiatan Hisab dan Rukyat Kita Wujudkan Tenaga Pengukur Arah Kiblat yang Handal dan Profesional” dilaksanakan oleh Dinas Syariat Islam Aceh melalui Bidang Bina Hukum dan Hak Asazi Manusia di Aula hotel Grand Nanggroe selama 4 hari, mulai tanggal 30 Juli sampai dengan 02 Agustus 2018.

Bimtek Kader Hisab dan Rukyat dibuka langsung oleh kepala Dinas Syariat Islam Aceh DR. EMK. Alidar, S. Ag, M. Hum. Dalam sambutannya, Alidar mengatakan melalui Bimtek Hisab dan Rukyat ini, mengajak semua unsur untuk berupaya memaksimalkan dan meningkatkan kopetensi hisab rukyat di  Aceh secara kolektif.

“saya yakin bahwa materi yang disajikan dalam bimtek ini akan memberikan begitu banyak manfaat kepada peserta sehingga kompetensi hisab rukyat dapat tumbuh dan berkembang, sehingga ilmu yang telah didapat bisa dikembangkan di tengah-tengah masyarakat”, ujarnya.

Beliau juga menambahkan, ada dua hal utama yang perlu diperhatikan dalam kegiatan ini yang pertama teori-teori dan konsep dalam hisab rukyat, dan yang kedua kriteria pendukung yang harus ada pada seorang tenaga ahli.

“Ilmu hisab dan rukyat adalah ilmu-ilmu Islam yang semakin hari semakin berkurang peminatnya, sehingga dengan adanya bimtek ini, peserta dapat menjadi pionir atau pemegang tongkat estafet, sehingga mampu membangkitkan animo masyarakat untuk ikut serta mendalami ilmu hisab rukyat”, pungkasnya.

Diakhir arahannya beliau mengaharapkan setelah pelaksanaan kegiatan ini akan lahir lebih banyak lagi tenaga ahli yang professional, mempunyai integritas yang tinggi dan para praktisi dalam bidang ilmu hisab dan rukyat di Aceh, sehingga kemaslahatan yang berkaitan dengan ibadah masyarakat dan lainnya dapat terpenuhi dengan baik., tutupnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala seksi Bidang Bina Hukum dan Hak Asazi Manusia DSI Aceh Drs. Armayansyah selaku ketua panitia pelaksana dalam laporannya mengatakan pelaksanaan Bimtek Hisab dan Rukyat Se-Aceh Tahun 2018 ini dilaksanakan selama 4 hari dengan jumlah peserta dari Kemenag Kab/Kota berjumlah 23 orang, DSI Kab/Kota 23 orang, MPU Aceh 1 orang, Muhammadiyah Aceh 1 orang, Mahkamah Syariyah Aceh 1 orang dan Nu 1 orang. Sedangkan sumber pendanaan kegiatan ini berasal dari DPA-SKPA DSI Aceh, Program Peningkatan Pemahaman Wawasan Islam Tahun 2018.

“tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini untuk melahirkan tenaga ahli Hisab Rukyat dan terpenuhinya keinginan masyarakat sehingga tersedia pedoman arah kiblat yang benar dan terwujudnya sarana ibadah yang layak pada setiap tempat ibadah, baik itu  di provinsi maupun di Kabupaten/Kota”, ujarnya diakhir laporan.

The post 50 Tenaga Ahli Kab/Kota Se-Aceh Dibekali Bimtek Kader Hisab dan Rukyat appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

DSI Aceh Melakukan Simulasi Penanggulangan Bencana Kebakaran

Senin, 23 Juli 2018

Salah Satu Karyawan DSI Aceh Melakukan Simulasi Pemadaman Kobaran Api didepan Kantor Dinas Syariat Islam Aceh yang Dipandu Langsung Oleh Salah Satu Petugas Resmi Dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Banda Aceh, Jumat (20/7).

Dinas Syariat Islam Aceh – Kebakaran merupakan bencana yang sering terjadi selain angin puting beliung dan banjir bandang, oleh sebab itu pada Jum’at 20 Juli 2018 Dinas Syariat Islam Aceh melaksakan Simulasi Penanggulangan Bencana Kebakaran yang di pandu  langsung oleh petugas resmi dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Banda Aceh di halaman kantor Dinas Syariat Islam Aceh.

Acara yang berlangsung selama setengah hari itu melibatkan sebahagian karyawan Dinas Syariat Islam Aceh. Simulasi ini digelar dengan tujuan untuk memberikan pemahaman kepada penghuni gedung cara evakuasi jika terjadi kebakaran.

Dalam arahannya, Abdul Manan yang merupakan petugas resmi dari Dinas Pemadam Kebakan dan Penyelamatan Kota Banda Aceh mengatakan pada saat terjadinya kebakaran, diharapakan kepada penghuni gedung untuk tidak panik., dan langsung memadamkan pangkal api dengan  menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Sebelum simulasi dimulai, dia terlebih dahulu memberikan pengarahan tentang cara nyemprot api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), mulai dari cara membuka kunci APAR, mengecek berfungsi atau  tidak, dan cara menggunakannya

The post DSI Aceh Melakukan Simulasi Penanggulangan Bencana Kebakaran appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Da’i Perbatasan Dituntut Aktif dalam Menjalankan Tugas dan Tanggung Jawab

Kamis, 19 Juli 2018

Pengambilan Sumpah Terhadap Da’i Perbatasan Terkait Tugas dan Tanggung Jawab Da’i pada Acara Rapat Evaluasi Kinerja Da’i Daerah Perbatasan dan Wilayah Perbatasan di Mushalla As-Salam Dinas Syariat Islam Aceh (16-17/07/2018)

Dinas Syariat Islam Aceh – Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kinerja tenaga da’i perbatasan, Dinas Syariat Islam Aceh melakukan evaluasi terhadap tenaga da’i. Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari sejak tanggal 16 sampai 17 juli 2018 di Musalla as salam Dinas Syariat Islam Aceh.

Acara yang dibuka langsung oleh kepala Dinas Syariat Islam Aceh Dr. EMK. Alidar, S. Ag, M. Hum diikuti sebanyak 200 orang tenaga da’i perbatasan. Dalam sambutan dan arahannya Alidar mengatakan pertemuan ini merupakan ajang silaturahim serta menjalin ukhuwah yang baik  antara tenaga da’i dengan Kadis Syariat Islam Aceh, yang merupakan orang baru di Dinas Syariat Islam Aceh.

Selain dari tujuan bersilaturahmi dengan para da’i , Kadis juga menyampaikan bahwa sekitar sebulan yang lalu datang surat dari Gubernur  Aceh, dalam surat tersebut berisi tentang evaluasi tenaga kontrak termasuk juga dengan da’i terkait dengan kedisiplinan, kinerja dan juga untuk lebih memberdayakan Aparatur Sipil Negara.

“Sekalipun tidak ada surat Gubernur tersebut, DSI juga akan melakukan evaluasi, dikarenakan sorotan terhadap da’i sudah sangat miring, sudah berada dalam dataran garis merah, da’i disorot tajam di mana setiap tahun dana yang disalurkan untuk dai mencapai miliyaran rupiah, tetapi kinerja dan manfaat terhadap masyarakat sangat minim dan belum maksimal. Tidak seimbang dengan dana yang telah dikeluarkan oleh pemerintah Aceh” jelasnya.

Kadis Syariat Islam Aceh yang juga Dosen UIN Ar-Raniry ini juga menambahkan dalam Peraturan Gubernur Nomor 54 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kegiatan Da’i Wilayah Perbatasan dan Daerah Terpencil dan dalam SK Pengangkatan sudah menyebutkan tugas pokok dan fungsi tenaga da’i, tetapi di lapangan masih banyak da’i yang melanggar dan mengabaikan tanggung jawab dalam menjalankan tugasnya.

Beliau juga menambahkan syariat Islam di Aceh semakin hari semakin besar tantangannya. Banyak isu-isu dan pemahaman yang salah mengenai syariat Islam, oleh sebab itu sangat dibutuhkan peran dan kiprah dari tenaga da’i untuk bisa mendorong masyarakat mengamalkan syariat Islam dalam segala aspek kehidupan sekaligus memperkuat aqidah, membina moral dan memperkokoh ukhuwah dan syiar Islam.

Kadis mengharapkan acara yang dilaksanakan ini bisa berdampak positif, dan bisa mendongkrak kembali semangat da’i untuk kembali aktif menjalankan tugas serta menumbuhkan kembali rasa tanggung jawab terhadap tugas yang telah di embankan. Selain tanggung jawab terhadap masyarakat dan Negara juga pertanggung jawaban dihadapan Allah SWT, Tutupnya.

Diakhir acara juga dibarengi pengambilan sumpah da’i wilayah perbatasan dan /atau  daerah terpencil, guna untuk sama-sama berkomitmen dalam menjalankan tugas dengan baik dan bertanggung jawab di masa yang akan datang.

The post Da’i Perbatasan Dituntut Aktif dalam Menjalankan Tugas dan Tanggung Jawab appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Kalender Agenda

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32