Indeks Berita

Tujuh Kali Ikut Tes, Akhirnya Saya Lulus CPNS

Selasa, 19 Februari 2019
Aku, Siti Aminah, berhasil lulus seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Agama. Tak tanggung-tanggung, ini adalah kali ke-7 aku mengikuti tes CPNS. Ini, sekelumit kisahku saat mengikuti proses tes CPNS Kemenag 2018.

Konsep Teologi Politik Radikal Ala Michael Novak

Selasa, 19 Februari 2019
Masyarakat kita terlalu sibuk dengan label, mempertentangkan simbol sambil menapaki jalan kehancuran hidup bernegara kita sendiri. Di satu sisi, penguasa sibuk mengurai angka dan mengemis simpati. Di sisi satu lagi, rakyat terus menggantungkan diri dan asik berspekulasi. 

Perjuangan Siswa Madrasah Lintasi Sungai Tamiang Demi Simulasi UAMBN BK

Selasa, 19 Februari 2019
Kemenag (Aceh Timur) --- Sabtu (16/02), 13 remaja tampak bersiap di tepi dermaga gampong Tampor Paloh, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur.  Mereka adalah siswa-siswa Madrasah Aliyah Swasta Merdeka, satu-satunya sekolah tingkat menengah atas yang ada di Gampong Tampor Paloh.

Beasiswa Santri Berprestasi Dibuka 1 April 2019

Selasa, 19 Februari 2019
Jakarta (Kemenag) --- Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama akan kembali membuka Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB). Pendaftaran PBSB tahun 2019 ini akan dibuka dari 1 - 30 April dan berbasis online.

Gerakan SPAK di Kemenag Terus Bergeliat

Senin, 18 Februari 2019
Kendari (Kemenag) --- Gerakan Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) di Kementerian Agama terus bergeliat. Trisna Willy bahkan yakin bila saat ini Kementerian Agama sudah memiliki ribuan agen SPAK, meski yang sudah mengikuti ToT baru 270 orang.

Tiga Sekolah Menengah Agama Katolik Kini Berstatus Negeri

Senin, 18 Februari 2019
Jakarta (Kemenag) --- Tiga Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) kini berstatus negeri. Penegerian ini tertuang dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 689 tahun 2018 tentang Penegerian Sekolah Menengah Katolik.

DWP Kampanyekan Pencegahan Korupsi Berbasis Keluarga di Kemenag Sultra

Senin, 18 Februari 2019
Kendari (Kemenag) --- Pencegahan korupsi berbasis keluarga menjadi komitmen Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag, utamanya melalui gerakan Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK). ToT bagi para agen SPAK terus digelar, bersinergi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Gerakan ini juga terus dikampanyekan hingga ke daerah.

IAIN Kendari Segera Miliki Gedung Laboratorium

Senin, 18 Februari 2019
Kendari (Kemenag) --- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari akan membangun gedung Laboratorium Terpadu. Dimulainya pembangunan gedung ini diresmikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, ditandai dengan peletakan batu pertama (ground breaking) di Kampus IAIN Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (18/02). 

Keseruan Siswa MAN IC Kendari 'Membaca Bareng' Menag

Senin, 18 Februari 2019
Kendari (Kemenag)--Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memotivasi semangat ratusan siswa-siswi MAN Insan Cendikia (IC) Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara lewat cerita pengalaman mondok di pesantren.

Uji Kompetensi Mahasiswa PPG Kemenag Digelar Bulan Maret

Senin, 18 Februari 2019
Jakarta (Kemenag) --- Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (UKM-PPG) Kementerian Agama akan digelar pada Maret 2019. Hal ini terungkap dalam pembahasan rapat koordinasi antara Kementerian Agama, Kementerian Riset dan Teknologi dan Kampus pelaksana PPG di Kantor Kementerian Agama. 

MAN IC OKI Kembali Juara Umum Mineral Cup 2019

Senin, 18 Februari 2019
OKI (Kemenag) --- Siswa Madrasah kembali unjuk prestasi. Kali ini giliran siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Ogan Komering Ilir (OKI) yang berhasil kembali menjadi juara umum pada ajang Mix Of Intelligent, Emotional, And Spiritual (Mineral) Cup Tingkat SMA/MA se-Sumatera Selatan.

Menag Resmikan Gedung Laboratorium Terpadu MAN IC Kota Kendari

Senin, 18 Februari 2019
Kendari (Kemenag) --- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meresmikan Gedung Laboratorium Terpadu MAN Insan Cendikia (IC) Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Gedung laboratorium dan pustaka yang berdiri megah di atas lahan 10 hektare di komplek MAN IC Kota Kendari itu ditandai dengan penguntingan pita oleh Menag Lukman Hakim Saifuddin, Senin (18/02). 

Para Takmir Masjid Perlu diberi Penguatan

Senin, 18 Februari 2019

Suasana Kegiatan Pelatihan Takmir Masjid di Kabupaten Pidie, Selasa, (12/19).

Dinas Syariat Islam Aceh – Mengingat kondisi saat ini di Aceh, diperlukan penguatan, pemantapan dan penataan pengurus Takmir Mesjid yang disebut BKM (Badan Kemakmuran Mesjid) untuk merealisasikan peran dan fungsi ideal Masjid sebagai tempat ibadah dan aktifitas lainnya. Peningkatan kualitas pengurus takmir Masjid menjadi suatu keniscayaan, sekaligus menjadi tugas yang sangat berat yang harus dipikul semua elemen yang ada, termasuk di dalamnya peran pemerintah sesuai dengan kewenangan dan kemampuannya.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Syariat Islam Aceh DR EMK Alidar SAg MHum, saat memberi Materi pada Pelatihan Takmir Mesjid se-Aceh di Kabupaten Pidie, Selasa, (12/19). Kegiatan Pelatihan Takmir Mesjid se-Aceh dilaksanakan selama 2 (dua) hari penuh dengan alokasi waktu selama 12 jam pelajaran yang dilaksanakan pada tanggal 13 s.d 14 Februari 2019 yang bertempat di Kabupaten Pidie. Peserta pada kegiatan ini berjumlah 30 orang yang terdiri dari Pengurus Takmir Mesjid, Imam, BKPRMI, Bilal dan Remaja Masjid.

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh menambahkan, adapun tujuan yang diharapkan dari kegiatan Pelatihan Takmir Masjid se-Aceh adalah meningkatnya pengetahuan, pemahaman dan kepedulian pengurus Takmir Masjid dalam rangka memfungsikan Masjid di masa mendatang. Baik itu pengembangan, pengelolaan manajemen, maupun memajukan fungsi masjid secara profesional.

Kegiatan Pelatihan Takmir Masjid tahun ini ada 6 materi yang disampaikan sebagai berikut : (1) Kebijakan Pemerintah Aceh tentang Pelaksanaan Syariat Islam, (2) Revitalisasi Peran dan Fungsi Masjid sebagai Pusat Kegiatan Dakwah Pembinaan Umat, (3) Manajemen Pengelolaan Masjid (Langkah-langkah Pemakmuran Masjid, Upaya Penanganan Krisis Masjid dan Manajemen Penataan Perpustakaan Masjid), (4) Peningkatan Kapasitas Pengurus Masjid dalam Bacaan dan Pemahaman Al-Qurán, (5) Fikih Mazhab dan Tasamuh (Toleransi) dalam Persoalan Ibadah dan (6) Partisipasi Masyarakat dalam Memakmurkan Mesjid (Peluang,  Tantangan dan Strategi).

Adapun Narasumber pada kegiatan pelatihan ini berasal dari berbagai unsur di antaranya Dinas Syariat Islam Aceh, Penyuluh KUA Kecamatan Krueng Barona Jaya Aceh Besar dan Ketua BKPRMI Aceh, Dinas Syariat Islam Kabupaten  Pidie, Kepala Badan Dayah Pidie dan Majelis Permusyawaran Ulama (MPU) Kabupaten Pidie.

The post Para Takmir Masjid Perlu diberi Penguatan appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Selamat Jalan Ustad Yusman Aprianto

Senin, 18 Februari 2019

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh DR EMK Alidar SAg MHum Menyerahkan Santunan Kepada Keluarga Almarhum Ustad Yusman Aprianto di Kediamannya Aceh Singkil.

Dinas Syariat Islam Aceh – Ustad Yusman Aprianto merupakan sosok dai yang gugur di medan dakwah, beliau lahir di Singkil 2 Agustus 1975 dan wafat bulan desember 2018. Beliau ditugaskan di wilayah terpencil tepatnya di Desa Teluk Nibung Kecamatan Suro Kabupaten Aceh Singkil.

Selama 12 tahun mengabdi sebagai Dai Daerah Perbatasan dan Terpencil Dinas Syariat Islam, banyak kiprah yang dia torehkan dibidang dakwah seperti melakukan pembinaan dan bimbingan terhadap akidah dan ibadah, membina kegiatan muamalah dan akhlak umat, menghidupkan salat fardhu berjamaah dan mengaktifkan remaja Masjid, mewujudkan suasana masyarakat yang damai tertib dan damai, serta mewujudkan kerukunan sesama antar umat beragama.

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh DR EMK Alidar SAg MHum, mengunjungi rumah duka Almarhum Ustad Yusman Aprianto sekaligus menyerahkan santunan kepada keluarganya.

Kadis Syariat Islam Aceh mengucapkan bela sungkawa atas kepergian almarhum yang telah memperjuangkan dakwah islamiyah di bumi Aceh ini. segala sesuatu yang kita miliki hanyalah sebuah titipan dan semua yang mempunyai nyawa telah ada batas waktunya. Jadikan kepergian ini sebagai pengingat bahwa setiap yang bernyawa pasti akan merasakan yang namanya mati. Hanya dengan ikhlaslah kita bisa menerima musibah ini.

Percayalah, bahwa Allah SWT pasti memberikan sebuah hikmah atas segala kejadian ini. Semoga amal ibadahnya di terima di sisi Allah SWT dan segala dosa-dosa nya di ampuni oleh-Nya. Serta untuk keluarga yang ditinggalkan agar tetap sabar dan tabah menerima cobaan ini.

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh menambahkan, anak yatim Almarhum Ustad Yusman Aprianto juga sudah kita koordinasikan dengan Baitul Mal Aceh untuk mendapatkan bantuan beasiwa, jika bisa sampai perguruan tingggi.

The post Selamat Jalan Ustad Yusman Aprianto appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Sultra Miliki 7 Gedung Baru Balai Nikah dan Manasik Haji

Senin, 18 Februari 2019
Kendari (Kemenag) --- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin secara simbolis meresmikan Balai Nikah dan Manasik Haji yang tersebar di tujuh kecamatan di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). 

Menag Kunjungan Kerja ke Bumi Anoa Sultra, Ini Agendanya

Senin, 18 Februari 2019
Kendari (Kemenag) --- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin hari ini, Senin (18/02) melakukan kunjungan kerja ke negeri berjuluk Bumi Anoa, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Menag: Literasi Keuangan Syariah Penting Bagi Keluarga

Minggu, 17 Februari 2019
Depok (Kemenag) - Menag Lukman Hakim Saifuddin hari ini, Minggu (17/02) hadir menjadi salah satu panelis pada Halaqah Dakwah dan Literasi Keuangan Syariah di Pondok Pesantren Cendekia Amanah Depok.

Menag Resmikan Ponpes Tahfiz Quran Subulussalam Bekasi

Sabtu, 16 Februari 2019
Bekasi (Kemenag) --- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meresmikan gedung pendidikan Subulussalam, Taman Kanak Kanak Subulussalam dan Pesantren Qur'an Subulussalam Darut Taqwa, Bekasi, Sabtu (16/02).

STAIN Madina Gelar Wisuda Perdana

Sabtu, 16 Februari 2019
Madina (Kemenag) --- Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal (Madina) menggelar wisuda sarjana. Gelaran ini merupakan kali pertama setelah alih status menjadi negeri. 

Menag: DKM Harus Siapkan Generasi Pengurus Masjid

Sabtu, 16 Februari 2019
Sawangan (Kemenag) --- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengingatkan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) untuk ikut mempersiapkan generasi penerus yang akan terus mengbangkan tata kelola masjid. 

Menag Resmikan Masjid Al Ikhlas Sawangan Depok

Sabtu, 16 Februari 2019
Sawangan (Kemenag) --- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meresmikan pembangunan Masjid Al Ikhlas, Sawangan, Depok. Peresmian ditandai dengan pembacaan basmalah serta penandatanganan prasasti. Sebelumnya dilakukan zikir bersama oleh tujuh ratusan jemaah yang memadati bagian dalam dan halaman masjid.

Menag: Prioritaskan Guru, Penyuluh, dan Penghulu

Jumat, 15 Februari 2019
Kemenag (Bengkulu) -- Menag Lukman Hakim Saifuddin meminta jajarannya untuk memprioritaskan program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. 

Tenaga Kontrak DSI Aceh Terima SK

Rabu, 13 Februari 2019
DSI Aceh Dr. EMK Alidar, S. Ag., M. Hum didampingi Sekretaris DSI Aceh Drs. Darjalil menyerahkan SK kepda salah seorang tenaga kontrak di lingkungan DSI Aceh pada Selasa Selasa (12/2/2019) pagi.

Kepala DSI Aceh Dr. EMK Alidar, S. Ag., M. Hum didampingi Sekretaris DSI Aceh Drs. Darjalil menyerahkan SK kepada salah seorang tenaga kontrak DSI Aceh pada Selasa (12/2/2019) pagi.

Dinas Syariat Islam Aceh – Sejumlah 20 orang tenaga kontrak pada Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh mengikuti pembinaan kinerja tenaga kontrak dan menerima penyerahan Surat Keputusan (SK) bertempat di ruang rapat DSI Aceh pada Selasa (12/2/2019) pagi.

Pertemuan itu dipimpin langsung oleh Kepala DSI Aceh Dr. EMK Alidar, S. Ag., M. Hum didampingi oleh Sekretaris DSI Aceh Drs. Darjalil, Kepala UPTD PPQ Drs. Ridwan Johan serta Kepala Sub Bagian Tata Usaha Saifannur S. Ag. Dalam kesempatan itu Kadis menyampaikan beberapa hal, terkait program kerja yang lebih baik di tahun 2019, kedisiplinan yang harus ditingkatkan, kebersihan dan kerapihan kantor serta penghematan penggunaan listrik.

“Saya berharap para tenaga kontrak harus kompak dan dapat saling membantu dengan ASN dalam bekerja, punya rasa memiliki terhadap kantor sehingga kebersihan dan kerapihan kantor terjaga dengan baik, termasuk bagi tenaga pengamanan dalam menjalankan tugasnya. Jika semua dapat bersinergi tentu tercipta suasana kerja yang bersahabat, aman, dan nyaman, “ tutur Kadis.

Kadis juga menambahkan jika terdapat kendala-kendala yang dihadapi dalam pekerjaan maka dapat disampaikan kepadanya, kemudian didiskusikan bersama-sama untuk dicari solusi serta penyelesaiannya.

Selanjutnya acara diakhiri dengan penyerahan langsung SK kepada masing-masing tenaga kontrak DSI Aceh. Penyerahan SK tesebut diwakili oleh Saifannur S. Ag selaku Kepala Subbag Tata Usaha. Ini berarti bahwa seluruh tenaga kontrak sudah menjadi bagian dari keluarga besar DSI Aceh dan sudah dapat melaksanakan pekerjaan sesuai dengan job description masing-masing. (Lilis Suriani)

The post Tenaga Kontrak DSI Aceh Terima SK appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Prof. Saeki Natsuko dari JAPAN Memburu Informasi Terkait Penerapan Syariat Islam di Aceh

Selasa, 12 Februari 2019

Kepala DSI Aceh Dr. EMK Alidar, S. Ag. M. Hum sedang Menyerahkan Plakat Kepada Prof. Saeki Natsuko yang Didampingi Oleh Dr. Fikri Bin Sulaiman, Lc, MA dan Abdul Razak, S. Ag, MA di Ruang Kepala DSI Aceh (08/02/2019)

Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh – Saeki Natsuko seorang Profeser di Nagoya Gakuin University, JAPAN berkunjung ke Dinas Syariat Islam Aceh, Jumat pagi (08/02/19). Tujuan kedatangannya ingin melakukan wawancara dengan pihak DSI Aceh terkait Penerapan Qanun Syariat Islam serta implementasi Syariat Islam di Aceh. Kedatangannya disambul langsung oleh kepala Dinas Syariat Islam Aceh DR. EMK. Alidar S.Ag M. Hum yang di damping oleh DR. Fikri Bin Sulaiman Lc MA dan Abdul Razak S. Ag, MA di ruang Kepala DSI Aceh.

Dalam penjelasannya DR EMK Alidar menjelaskan bahwa “pelaksanaan Syariat Islam di Aceh selama ini memang ada pro dan kontra, tetapi sejauh ini besar pro ketimbang kontra, tetapi isu yang mencuat saat ini di luar negeri itu yang diangkat kontranya, makanya selama ini banyak pihak yang keliru khususnya dari luar negeri dalam memahami pelaksanaan Syariat Islam di Aceh karena kurang mendapat informasi yang benar. Ternyata apa yang diinformasikan keluar sangat berbeda dengan yang terjadi saat ini di Aceh mengenai permasalahan penerapan Syariat Islam”.

“Syariat Islam dilaksanakan dalam kerangka Negara Republik Indonesia, dasar pelaksanaannya diatur secara legal formal dalam UU No. 44 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Aceh dan UU No. 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintah Aceh. Kedua undang-undang ini menjadi dasar kuat bagi Aceh untuk menjalankan Syariat Islam secara menyeluruh,”jelasnya.

DR EMK Alidar juga melanjutkan Syariat Islam merupakan bagian dari kebijakan Negara yang diberlakukan di Aceh, “oleh sebab itu, dalam kontek pelaksanaannya pun tidak terlepas dari tanggung jawab Negara”.

Pelaksanaan Syariat Islam dilakukan secara bertahap melalui peningkatan kualitas masyarakat seperti lembaga pendidikan, training, penguatan ekonomi, serta faktor pendukung lainnya. Selama ini berkembang persepsi bahwa pelaksanaan syariat Islam hanya berkutat soal jinayah saja, padahal Syariat Islam mencakup segala aspek kehidupan masyarakat yaitu keluarga, ekonomi, hukum, sosial dan budaya bahkan nilai syariah juga termasuk dalam politik dan pemerintahan“.

Prof. Saeki Natsuko mempertanyakan pula apakah penerapan Qanun di Aceh juga diberlakukan untuk nonmuslim, Dr. EMK Alidar menjelaskan banyak citra negatif yang berkembang mengenai penerapan qanun syariat Islam di Aceh. Katanya, qanun tersebut hanya berlaku untuk pemeluk Islam bukan untuk nonmuslim, dan tidak ada tekanan dalam menjalankan syariat Islam, karena sudah tertanam dalam diri masyarakat Muslim dan meyakini bahwa menjalankan syariat adalah mematuhi perintah Allah dan Rasul-Nya. Pelaksanaan Syariat Islam di Aceh sangat mengormati dan menghargai keragamanan agama dan keyakinan beribadah, sehingga antara umat Islam dan nonmuslim dapat hidup berdampingan dengan damai.

Di akhir pertemuan Kepala Dinas Syariat Islam Aceh mengharapkan dengan adanya pertemuan dan penelitian dari Prof. Natsuko, bisa mengubah citra negatif dan pandangan orang luar terhadap pelaksanaan Syariat Islam yang sedang dijalankan di Aceh.  Acara di tutup dengan penyerahan Plakat, buku Qanun Syariat Islam dan Buku-buku lain yang berkaitan dengan Syariat Islam.

The post Prof. Saeki Natsuko dari JAPAN Memburu Informasi Terkait Penerapan Syariat Islam di Aceh appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Masyarakat Negeri Terengganu Malaysia Menyambangi DSI Aceh

Jumat, 25 Januari 2019

Kadis Syariat Islam Aceh Dr EMK Alidar SAg MHum Menyerahkan Alquran Ornamen Aceh Kepada Tamu Terengganu Malaysia di Ruang Rapat Dinas Syariat Islam Aceh, Jumat, (25/1).

Dinas Syariat Islam Aceh – Sebagai salah satu daerah tujuan religi, Aceh memiliki banyak kelebihan, mulai dari aspek wisata alam, budaya, peninggalan kerjaaan Islam, peninggalan tsunami, makanan halal, serta kultur masyarakat yang bersahabat sehingga menarik minat wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Aceh. Seperti warga negara Malaysia, khususnya masyarakat dari Negeri Terengganu Malaysia yang melakukan kunjungannya ke Dinas Syariat Islam Aceh pada Jumat, 25/1/2019 Pagi di ruang Rapat Kepala Dinas Syariat Islam Aceh.

Rombongan yang berjumlah 25 orang di bawah pimpinan Ustad Ivan Ahmad Zuki Bin Nan Ismail disambut hangat oleh Kepala DSI Aceh Dr EMK Alidar, S.Ag., M.Hum yang didampingi Sekretaris DSI Aceh Drs. Darjalil dan Kepala Bidang Dakwah dan Peribadatan Muhibuthibri S. Ag serta sejumlah pegawai DSI Aceh lainnya.

Ustadz Ivan Ahmad Zuki Bin Nan Ismail selaku ketua rombongan menyebutkan, kunjungan tersebut dalam rangka menjalin silaturahim dan ingin menambah wawasan dan pengalaman mengenai aktifitas yang sedang dijalankan di Aceh. Selain itu tujuan utama kunjungan tersebut ingin mengetahui lebih dalam tentang implementasi pelaksanaan Syariat Islam yang sedang di jalankan di bumi Aceh, “sehingga nantinya kami bisa menerapkan serta mengimplementasikan di Negara kami, khususnya di Terengganu” paparnya.

Kepala DSI Aceh Dr EMK Alidar dalam pertemuan itu mengatakan perjuangan Aceh dalam menerapkan syariat Islam tidak diperoleh secara serta merta. Aceh pada masa kerajaan Sultan Iskandar Muda pernah mencapai puncak kejayaan dan daerah kekuasaannya sampai ke Malaysia. Saat itu Aceh merupakan salah satu dari lima kerajaan Islam di dunia di bawah Turki Usmani, sehingga kejayaan Islam pada masa itu  menginspirasi masyarakat Aceh untuk menegakkan kembali syariat Islam.

“Khasanah keislaman di bumi Aceh saat ini kian terasa dengan hadirnya produk hukum berupa qanun-qanun syariat Islam yang mengikat masyarakat Aceh dan orang yang berada di wilayah Aceh,” sebut EMK Alidar. Ia menambahkan Islam di Aceh tidak hanya tentang hukum jinayah tetapi juga menyangkut aspek lainnya, seperti ekonomi Islam, dakwah, pembinaan aqidah, akhlak dan lain-lain dalam kehidupan masyarakat Aceh.

Menurutnya, dunia luar heboh dengan pelaksanaan syariat Islam di Aceh sementara  masyarakat Aceh sendiri menerima dengan senang hati pelaksanaan syariat Islam. “Walaupun syariat Islam banyak mengalami tantangan dari pihak luar namun pemerintah Aceh tetap komit terhadap pelaksanaan syariat Islam di Aceh sehingga syariat Islam bisa ditegakan secara kaffah, karena dengan Islam lah mejadi satu-satunya jalan untuk menuju kehidupan yang sejahtera dan damai baik itu di dunia maupun akhirat” tutup EMK Alidar.

The post Masyarakat Negeri Terengganu Malaysia Menyambangi DSI Aceh appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

DSI Aceh Raih Juara Tiga Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2018

Kamis, 27 Desember 2018

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh DR. EMK Alidar, S.Ag, M.Hum Saat Menerima Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik dari Plt Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah di Gedung Serbaguna Gubernur Aceh, Kamis, (27/12).

Dinas Syariat Islam Aceh – Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2018 yang dilaksanakan oleh Komisi Informasi Aceh (KIA) ajang prestasi SKPA, Partai politik dan Instansi Vertikal yang berada di Aceh. Menurut Ketua Komisi Informasi Aceh (KIA)  DR. Afrizal Tjoetra,  S.Pd, M.Si,  penilaian badan publik dilakukan antara bulan september dan oktober, dengan pola penilaian langsung ke badan publik, dengan menjunjung tinggi prinsip keterbukaan, transparan dan objektif.

Dari penilaian tersebut Dinas Syariat Islam Aceh, tahun lalu memperoleh peringkat empat, tahun ini sudah lebih baik, tambahnya. Usai mendampingi Plt Gubernur Aceh saat menyerahkan penghargaan kepada badan publik terbaik di serbaguna Kantor Gubernur Aceh,  kamis, (27/12).

Sementara itu Kepala Dinas Syariat Islam Aceh DR. EMK Alidar, S.Ag, M.Hum mengatakan ini berkat kerjasama yang kami lakukan, komitmen pelayanan publik terdepan, sehingga membuahkan hasil yang maksimal. Lebih lanjut EMK Alidar menyampaikan, dalam pelayanan publik yang kami lakukan bukan semata-mata untuk dinilai oleh Komisi informasi Aceh, kami tidak tahu persis teknis penilaian dan kapan dinilainya,  baru kami tahu saat pengumuman ini dilakukan.

Seperti amanah Plt Gubernur Aceh, merawat dan mempertahankan jauh lebih susah dibandingkan meraih awaknya,  kepada SKPA yang memperoleh peringkat terbaik, terus melakukan upaya yang lebih baik dimasa mendatang, tambah kepala dinas meniru amanah Plt Gubernur Aceh.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran pelayanan publik sehingga melahirkan pelayanan yang terbuka, transparan kepada masyarakat, secara khusus Dinas Syariat Islam ini milik masyarakat Aceh, kami hanya pelayan, oleh karena itu tentu saja kami memberikan yang terbaik kepada semua pihak yang mengunjungi Dinas Syariat Islam, tambah EMK Alidar.

Alhamdulillah tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya, ini semua kerjasama dan dukungan semua bidang, tidak ada yang tertutup semua informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Apalagi kedepan ini kita juga menerapkan aplikasi laporan kerja harian dai perbatasan tujuannya untuk keterbukaan informasi, masyarakat bisa menilai secara langsung aktivitas dai di lapangan.

Mohon masukan dan kritikan yang objektif untuk lebih baik di masa mendatang khususnya dalam pelayanan publik selama ini, keberhasilan hari ini merupakan keberhasilan masyarakat Aceh, doa dan dukungan masyarakat Aceh sehingga Dinas Syariat Islam Aceh memperoleh peringkat terbaik tahun ini, Tandas Kadis Syariat Islam Aceh.

The post DSI Aceh Raih Juara Tiga Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2018 appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Gubernur Ingatkan DSI tak Terjaring OTT

Selasa, 18 Desember 2018

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah (tengah), didampingi Kadis Syariat Islam Aceh Dr EMK Alidar SAg MHum (kiri), Setda Aceh Drs Dermawan MM (kanan), saat Menandatangani Prasasti Gedung Baru Kantor Dinas Syariat Islam Aceh, di Kompleks Keistimewaan Aceh, Jalan Teuku Nyak Arief, Banda Aceh, Sabtu (15/12).

Dinas Syariat Islam Aceh – Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengingatkan Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) khusus, seperti Dinas Syariat Islam, Majelis Permusyawaratan Ulama, Baitul Mal, dan UPTD Masjid Raya, agar tidak melakukan tindakan koruptif serta terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Peringatan tersebut disampaikan Nova dalam sambutannya pada peresmian Gedung Dinas Syariat Islam Aceh, di Kompleks Keistimewaan Aceh, Jalan Teuku Nyak Arief, Banda Aceh, Sabtu (15/12). “Jangan sampai ada pejabat dan staf di DSI, Baitul Mal, MPU, apalagi di UPTD Masjid Raya terjaring OTT. Itu akan mencoreng wajah kita,” ujarnya.

Dikatakan, penerapan syariat Islam termasuk misi yang penting dalam Pemerintah Aceh. Dia berharap penerapan syariat Islam di Aceh kian hari semakin baik dan harus dilaksanakan. Terkait konsepsi Islam, Plt Gubernur yakin setiap muslim dan muslimah memahaminya. Hanya saja, implementasi dan penerapannya tidak mudah.

“Kalau konsepsi Islam 100 persen kita pahami, tentu tidak ada lagi korupsi. Tidak ada lagi masuk kantor terlambat, tentu tidak ada lagi ghibah. Tapi kita manusia biasa, terkadang belum bisa menerapkan konsepsi secara absolud, maka itu harus dimaafkan,” kata Nova Iriansyah.

Namun, pintanya, upaya untuk implementasi syariat Islam secara kaffah tidak boleh berhenti. Apabila berhenti, maka tidak mungkin terwujud secara kaffah. Dalam kesempatan itu, Nova juga menyampaikan bahwa DSI adalah pelopor syariat Islam secara kaffah di Aceh. “Apabila kantor bapak ketika kami kunjungi kotor, atau ada pergunjingan di tiap ruangan, berarti bapak tidak memberikan contoh yang baik,” pungkasnya.

Hadir pada peresmian Gedung Dinas Syariat Islam, Sekda Aceh, Drs Dermawan MM, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh,DR EMK Alidar SAg MHum, Ketua MPU Aceh, Prof Muslim Ibrahim MA, serta sejumlah SKPA terkait, para anak yatim, dan tamu undangan lainnya.

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah juga menyampaikan, sejak syariat Islam dideklarasikan di Aceh 17 tahun lalu, banyak kemajuan telah dicapai. Terutama jumlah regulasi syariah yang dihasilkan sebagai petunjuk teknis pelaksanaan syariat Islam di Aceh.

Ia mencontohkan lahirnya qanun jinayah, qanun acara jinayah, qanun pokok-pokok syariat Islam, qanun pembentukan Bank Aceh Syariah, dan sebagainya. “Qanun pembentukan Bank Aceh Syariah merupakan capaian yang sangat baik, mengingat banyak daerah lain di Indonesia yang ingin mencontohi Aceh, terutama dalam hal mengkonversi bank milik pemerintah dari konvensional menjadi syariah,” demikian Nova Iriansyah.(una)

Sumber : Serambinews

The post Gubernur Ingatkan DSI tak Terjaring OTT appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

16 Ribu Pasutri di Aceh belum Berbuku Nikah

Selasa, 18 Desember 2018

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Dr EMK Alidar SAg MHum saat Menyampaikan Pembukaan Itsbat Nikah bagi Korban Konflik dan Masyarakat Miskin

Banda Aceh – Sejak empat tahaun lalu, Dinas Syariat Islam Aceh terus melaksanakan itsbat nikah gratis untuk ribuan pasangan suami-isteri (Pasutri) korban konflik dan masyarakat miskin di daerah ini. Namun, hingga kini masih tersisa 16 ribu lebih lagi pasutri yang menikah sebelum 2006, tapi belum berbuku nikah resmi.

Alasannya ada yang sudah hilang, terutama saat Aceh dilanda Tsunami 2004, namun ada juga yang dulu tak menikah resmi melalui Kantor Urusan Agama (KUA) karena berbagai alasan, termasuk malas berurusan saat konflik, terutama di daerah parah konflik seperti pedalaman Aceh Timur dan Aceh Utara.

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Dr EMK Alidar SAg MHum, menyampaikan hal ini saat menjawab wartawan seusai menghadiri pembukaan itsbat nikah bagi korban konflik dan masyarakat miskin yang menikah sebelum 2006. “Kalau yang menikah diatas 2006 di luar KUA, sehingga belum mendapat buku nikah resmi, maka tak ada lagi program itsbat nikah gratis yang kita tanggung karena Aceh tak lagi konflik. Selain itu, sejak 2012 pernikahan di KUA gratis, jadi tak ada lagi alasan miskin,”jelas Alidar.

Sedangkan terhadap 16 ribu lebih pasutri korban konflik atau miskin yang menikah sebelum 2006, namun belum berbuku nikah resmi, Alidar berharap Pemkab/Pemko Se-Aceh mencontoh Pemkab Pidie dan Pijay yang memplot anggaran untuk kebutuhan ini pada 2018, sehingga bisa dilaksanakan itsbat untuk masing-masing 500 pasangan.

Kemarin, acara ini dibuka Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman. Turut hadir pejabat terkait di Banda Aceh, yaitu Kepala DSI, Alizar SAg, Kakankemenag Drs H Asy’ari, dan Kepala Mahkamah Syariyah Drs H Jasri Sh Mh. Sedangkan mereka yang mengikuti itsbat nikah 26 pasutri. (sal)

Sumber : Serambinewspaper

The post 16 Ribu Pasutri di Aceh belum Berbuku Nikah appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Kalender Agenda

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32