Selamat Datang di Website Resmi Dinas Syari'at Islam dan Pendidikan Dayah Kab. Aceh Tengah (Web ini masih dalam proses pengembangan)

Indeks Berita

Menag dan President Hartford Seminary Bahas Kerjasama Program DoktorĀ 

Jumat, 15 November 2019
Jakarta (Kemenag)--Menteri Agama Jenderal (Purn) Fachrul Razi menerima kunjungan President Hartford Seminary, Connecticut CT USA, Joel N. Lohr. 

Wapres Pimpin Rapat Bahas Isu Keagamaan dan Pendidikan

Jumat, 15 November 2019
Jakarta (Kemenag) --- Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin pimpin rapat bersama sejumlah Mnteri dan Kepala Lembaga Negara, bahas isu keagamaan dan pendidikan. 

Dukung Program Madrasah 4.0, XL Axiata Perluas Penyaluran Gerakan Donasi Kuota ke Madrasah Aliyah di Jabar

Jumat, 15 November 2019
Bandung (Kemenag) --- Sinergi Ditjen Pendidikan Islam dengan PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) dalam penyaluran donasi kuota data ke madrasah terus berlanjut. Sejak diluncurkan, kerjasama kedua pihak pada Juli 2019 lalu, XL Axiata terus memperluas penyaluran donasi kuota data ke ratusan Madrasah Aliyah (MA) di berbagai daerah. 

Ujian CBT Bidang Sains Awali OSKI PTKI 2019

Jumat, 15 November 2019
Makassar (Kemenag) --- Ditjen Pendidikan Islam Kemenag untuk kali pertama menyelenggarakan Olimpiade Sains dan Karya Inovasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (OSKI-PTKI). Ajang yang berlangsung di Makassar, 14-16 November 2019, diikuti 646 mahasiswa dan dosen rumpun ilmu sain dan teknologi dari UIN dan IAIN seluruh Indonesia.

Lima Negara Apresiasi Klarifikasi BPJPH di Forum WTO

Jumat, 15 November 2019
Jenewa (Kemenag) --- World Trade Organization (WTO) menggelar sidang sengketa Perdagangan antar negara di Jenewa, Swiss, 13 November 2019. Indonesia hadir sebagai satu-satunya negara yang mewajibkan Sertifikasi Halal bagi produk yang beredar di wilayahnya. 

646 Mahasiswa dan Dosen Adu Bakat Saintek di OSKI-PTKI 2019

Jumat, 15 November 2019
Makassar (Kemenag) --- Ditjen Pendidikan Islam Kemenag untuk kali pertama menyelenggarakan Olimpiade Sains dan Karya Inovasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (OSKI-PTKI). Ajang yang berlangsung di Makassar, 14-16 November 2019, diikuti 646 mahasiswa dan dosen rumpun ilmu sain dan teknologi dari UIN dan IAIN seluruh Indonesia.

Kemenag Gelar Olimpiade Sain dan Karya Inovasi Mahasiswa PTKI

Jumat, 15 November 2019
Makassar (Kemenag) --- Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag menggelar Olimpiade Sain dan Karya Inovasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (OSKI-PTKI). Kegiatan kali pertama ini dibuka Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Arskal Salim, di Rumah Dinas Walikota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (14/11). 

Dukung Program Kursus Pra Nikah, Menag: Kemenag Punya Bimwin

Jumat, 15 November 2019
Jakarta (Kemenag) --- Menteri Agama Fachrul Razi menegaskan pihaknya mendukung gagasan Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) tentang kursus pra nikah. Menurutnya, hal itu sejalan dengan program bimbingan perkawinan (bimwin) yang sudah diselenggarakan Kementerian Agama sejak dua tahun terakhir. 

Menag Fachrul Razi Berkomitmen Tingkatkan Layanan Haji 2020

Kamis, 14 November 2019
Jakarta (Kemenag) --- Menteri Agama Jenderal (Purn) Fachrul Razi berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan ibadah haji bagi Warga Negara Indonesia. Hal ini ditegaskan Menag saat rapat bersama dengan jajaran Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, di Jakarta. 

Pemerintah Bahas Investasi Industri Farmasi dan Sertifikasi Halal

Kamis, 14 November 2019
Jakarta (Kemenag) --- Sejumlah Kementerian dan Lembaga Negara hari ini menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) membahas Investasi Industri Farmasi. Rapat dipimpin Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

Kemenag Akan Kirim Tim Mediasi Penolakan Ritual Keagamaan Hindu di Bantul

Kamis, 14 November 2019
Jakarta (Kemenag) --- Sejumlah warga menolak pelaksanaan Piodalan, upacara keagamaan umat Hindu yang berlangsung di Dusun Mangir Lor, Desa Sendangsari, Pajangan, Bantul. Ritual ini digelar pada 12 November 2019 lalu.

Presiden Serahkan DIPA 2020 Kemenag

Kamis, 14 November 2019
Jakarta (Kemenag) - Presiden Joko Widodo, hari ini Kamis (14/11) di Istana Negara menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2020 kepada kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. DIPA Kementerian Agama diserahkan Presiden kepada Menteri Agama Fachrul Razi .

37.650 Mahasiswa PTKI Terima Manfaat Beasiswa Bidikmisi

Kamis, 14 November 2019
Bogor (Kemenag) --- Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendidikan Islam Kemenag telah menyalurkan anggaran sebesar Rp482,5miliar untuk Beasiswa Biaya Pendidikan Miskin Berprestasi (Bidikmisi). Penyaluran bantuan ini berlangsung dalam kurun 2015-2019. 

Hadiri 100 Hari Wafat Mbah Moen, Wamenag: Saya Diaku Sebagai Santrinya

Kamis, 14 November 2019
Rembang (Kemenag) --- Wakil Mentari Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi, Rabu (13/11) malam, menghadiri tahlil dan doa memperingati 100 hari wafatnya Almaghfurlah KH Maimoen Zubair (Mbah Moen). Tahlil dan doa untuk Almaghfurlah Mbah Moen digelar di Komplek Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang. 

Kemenag Gelar Penilaian Angka Kredit Pranata Humas

Rabu, 13 November 2019
Jakarta (Kemenag)  --- Biro Humas, Data, dan Informasi menggelar penilaian angka kredit pemangku Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) Pranata Humas. 

Temui Menag, Lembaga Sertifikasi Halal Amerika Jajaki Kerjasama

Rabu, 13 November 2019
Jakarta (Kemenag) --- Menteri Agama Fachrul Razi menerima kunjungan Lembaga Sertifikasi Halal Amerika (ISWA Halal Certification Department) di kantor Kementerian Agama, Jakarta. 

Respon Era Disrupsi, Kemenag Perkuat Gerakan Literasi Keagamaan Milenial

Rabu, 13 November 2019
Jakarta (Kemenag) --- Menghadapi era disrupsi , Kementerian Agama akan memperkuat gerakan literasi keagamaan di kalangan milenial.

Rakornas Forkopinda, Menag Paparkan Delapan Tujuan Pembangunan Agama

Rabu, 13 November 2019
Sentul (Kemenag) --- Menag Fachrul Razi hari ini, Rabu (13/11), menjadi salah satu pembicara pada Rapat Koordinasi Nasional Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Rakornas Forkopimda), di Sentul, Bogor, Jawa Barat. Menag berbicara dalam diskusi panel tentang Pengembangan Sumberdaya Manusia. 

Wamenag Bicara Moderasi Beragama di Silatnas HIPMMA

Rabu, 13 November 2019
Rembang (Kemenag) --- Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid bicara Moderasi Agama dan UU Pesantren di gelaran Silaturahmi Nasional Himpunan Mutakhorijin Mutakhorijat Al-Anwar (HIPMMA) 2019.

Kunjungi Gus Mus, Wamenag Dapat Cerita Kiprah Kyai Bangun Bangsa

Rabu, 13 November 2019
Rembang (Kemenag) --- Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi hari ini silaturahmi ke kediaman budayawan dan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) KH Ahmad Mustofa Bisri yang akrab disapa Gus Mus. Silaturahmi Wamenag dengan Gus Mus berlangsung di Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Pemerintah Aceh Kembali Berangkatkan Umrah Dai Berprestasi Ke Tanah Suci

Selasa, 12 November 2019

Kepala Dinas Syariat Isalam Aceh yang diwakili Oleh Sekretaris Drs Darjalil Menyerahkan Bingkisan kepada Dai Berprestasi yang diberangkatkan Umrah ke Tanah Suci oleh Pemerintah Aceh di Mushalla As-Salam, Komplek Keistimewaan Aceh, Selasa (11/12).

Dinas Syariat Islam Aceh – Pemerintah Aceh pada tahun 2019 ini melakukan pemilihan da’i berprestasi untuk diberangkatkan umrah ke tanah suci Mekah. Da’i sebanyak empat orang ini benar-benar memiliki dedikasi, disiplin dan loyal terhadap tanggungjawab yang diberikan oleh Pemerintah Aceh kepada mereka.

Wakil Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah MT memberikan apresiasi kepada Dinas Syariat Islam Aceh terutama dalam proses pemberangkatan umrah da’i ini, hal itu disampaikan Kepala Dinas Syariat Islam Aceh yang diwakili Sekretaris Drs Drajalil saat melepaskan Da’i yang terpilih tahun ini. Pelepasan da’i berprestasi ini turut disaksikan oleh para pejabat dilingkungan DSI Aceh yang berlangsung di Mushalla As-Salam, Komplek Keistimewaan Aceh, Selasa Pagi (12/11).

Menurutnya, pemberian reward umrah ini merupakan bentuk penghargaan Pemerintah Aceh untuk orang-orang yang dianggap berjasa dalam pembinaan aqidah umat di wilayah perbatasan dan daerah terpencil, selain untuk motivasi para da’i di masa mendatang juga sebagai bentuk penghargaan terhadap indikator keberhasilan selama ini. Pelepasan pemberangkatan umroh ini seyogyanya langsung dilakukan oleh Gubernur Aceh, karena beliau masih berada di luar daerah, oleh sekretaris daerah memberikan mandat kepada kami, tambahnya.

Selain itu, proses penilaian terhadap da’i yang terpilih ini dilakukan dengan mempertimbangakan kualitas kinerjanya lebih kurang selama 3 tahun terakhir dan verifikasi lapangan yang melibatkan seluruh komponen masyarakat ditempat da’i bertugas. Dasar inilah yang menjadi acuan kami dalam memilih siapa yang mendapatkan reward tahun ini. Dari jumlah 200 orang da’i yang bertugas di enam kabupaten/kota perbatasan hanya empat orang yang terpilih sesuai dengan pagu anggaran yang tersedia.

Sementara itu Kepala Bidang Penyuluhan Agama Islam dan Tenaga Dai Nizami Taufik SSos, menyatakan bahwa di tahun mendatang pemberian reward akan dilakukan sistem akademik dengan demikian semuanya memiliki kesempatan yang sama untuk meraih reward, tahun ini dilakukan tanpa melalui sistem akademik, tapi penilaiannya dengan teknis ke lapangan dan penilaian dari koordinator lapangan masing-masing.

Oleh karena itu kami mengajak seluruh para da’i yang bertugas di wilayah perbatasan dan daerah terpencil terus menerus melaksanakan tugasnya dengan baik, Karena selama ini banyak temuan yang kami dapatkan termasuk hasil penelitian tentang peran da’i belum memuaskan semua pihak, dasar itulah kita akan terus melakukan perbaikan dan Evaluasi terhadap kinerja dai mudah-mudahan akan lebih baik.

Taufik melanjutkan, metode dakwah mimbar yang selama ini dilakukan oleh da’i sebaiknya terus di tingkatkan, da’i harus berusaha keras untuk berinovasi agar dalam pembinaan aqidah umat di wilayah perbatasan dan daerah terpencil terus berkembang menjadi lebih baik.

The post Pemerintah Aceh Kembali Berangkatkan Umrah Dai Berprestasi Ke Tanah Suci appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Ketua Harian LPTQ Aceh Hadiri Rakernas LPTQ ke-19

Selasa, 12 November 2019
Peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XIX LPTQ Nasional tahun 2019 berfoto bersama di aula hotel Ibis Harmoni Jakarta (10/11/2019) Minggu.

Peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XIX LPTQ Nasional tahun 2019 berfoto bersama di aula hotel Ibis Harmoni Jakarta (10/11/2019) Minggu.

Dinas Syariat Islam Aceh – Ketua harian LPTQ Aceh sekaligus Kepala UPTD PPQ Aceh, Muzakkir, SH menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XIX LPTQ Nasional tahun 2019 di hotel Ibis Harmoni Jakarta, selama 3 hari mulai tanggal 10 hingga 12 Nopember 2019.

Rakernas yang mengusung tema “Penguatan Lembaga dan Konsolidasi Pengurus LPTQ Provinsi dalam Mensinergikan Pelaksanaan Penyelenggaraan MTQ/STQ yang Profesional dan Inovatif” tersebut dibuka oleh Dirjend Binmas Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. Muhammadiyah Amin yang dihadiri oleh seluruh utusan LPTQ se-Indonesia.

Rakernas itu menghasilkan  beberapa agenda diantaranya konsolidasi dan sinergisitas LPTQ menyongsong MTQN ke-28 tahun 2020 di Padang Provinsi Sumbar dan STQN ke-26 tahun 2021 di Ambon Provinsi Maluku Utara.

Selain itu, dalam Rakernas juga membahas tentang rancangan program kerja LPTQ nasional dan mengevaluasi program kerja LPTQ nasional serta akan mengeluarkan berbagai rekomendasi dan agenda strategis lainnya.

Direncanakan pada tahun mendatang kepada daerah akan diberikan kewenangan untuk menjadi tuan rumah pada MTQ internasional tentunya dengan mempertimbangkan indikator kesiapan daerah sebagai tuan rumah dalam even yang bertaraf internasional.

Kasi  Penyelenggaraan Pengembangan Kelembagaan Al-Qur’an, Musliadi, S. Sos. I., MA yang ikut mendampingi kepala UPTD PPQ dalam Rakernas tersebut juga menginformasikan bahwa nantinya provinsi akan diberikan kewenangan untuk menambah cabang al-Hadist pada MTQ tingkat provinsi. (Lilis Suriani)

The post Ketua Harian LPTQ Aceh Hadiri Rakernas LPTQ ke-19 appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

DSI Aceh Seleksi Calon Peserta MTQ Nasional ke-28

Senin, 11 November 2019
Kepala UPTD PPQ, Muzakkir, SH saat membuka seleksi calon peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-28 tahun 2020 di aula LPTQ Aceh pada Sabtu (9/11/2019) pagi.

Kepala UPTD PPQ, Muzakkir, SH saat membuka seleksi calon peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-28 tahun 2020 di aula LPTQ Aceh pada Sabtu (9/11/2019) pagi.

Dinas Syariat Islam Aceh – Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh melalui UPTD Pengembangan dan Pemahaman Al-Qur’an (PPQ) melaksanakan seleksi calon peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-28 tahun 2020 di aula LPTQ Aceh pada Sabtu (9/11/2019) pagi.

Ini merupakan seleksi tahap pertama untuk menjaring calon peserta MTQ terbaik asal Aceh guna mengikuti MTQN tahun 2020 yang sedianya akan digelar di kota Padang, Sumatera Barat. Para peserta seleksi merupakan peraih juara 1, 2 dan 3 pada MTQ ke-34 tingkat provinsi yang berlangsung di Kabupaten Pidie, September kemarin.

Seleksi tahap pertama berlangsung selama 3 hari mulai tanggal 9 hingga 11 Nopember 2019 selanjutnya tahap kedua dimulai dari tanggal 13 hingga 15 Nopember 2019. Diharapkan para peserta seleksi dapat memberikan penampilan secara maksimal sehingga dapat terpilih peserta terbaik yang nantinya akan mewakili Aceh dalam even bergengsi tersebut.

Kepala DSI Aceh, Dr. Emk Alidar, S. Ag., M. Hum dalam hal ini diwakili oleh kepala UPTD PPQ, Muzakkir, SH pada saat membuka seleksi ini mengatakan para peserta seleksi harus mencurahkan tenaga semaksimal mungkin agar dapat terpilih  namun perlu diingat bahwa sikap, tingkah laku dan kedisiplinan juga bagian dari penilaian. Karenanya ia berharap agar peserta serius dan mengikuti proses seleksi hingga selesai.

Dikatakan, Pemerintah Aceh akan memberikan perhatian serius terhadap pembinaan dan pengembangan potensi bagi para insan qur’ani agar pada kafilah Aceh dapat mengukir prestasi yang lebih baik lagi pada MTQ tahun mendatang. Perhatian juga diberikan kepada peserta yang meraih juara pada ajang MTQ/STQ berupa penghargaan dan bonus.

Sebelumnya, T. Mardhatillah, S. HI., M. Hum dalam laporan panitianya menyampaikan, jumlah peserta seleksi sebanyak orang 96 orang yang nantinya akan dipilih 60 orang peserta untuk mewakili Aceh ke MTQN. Kemudian peserta yang lulus seleksi akan mengikuti training center (TC) selama 50 hari.

Aceh sendiri akan mengikuti seluruh cabang yang diperlombakan sebanyak 8 cabang yaitu tilawah, qiraat sab’ah, tahfizh, tafsir, fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, khattil Qur’an, dan Musabaqah Makalah Qur’an (MMQ), sambung Mardhatillah di akhir laporannya. (Lilis Suriani)

The post DSI Aceh Seleksi Calon Peserta MTQ Nasional ke-28 appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

DSI Aceh Gelar Pembekalan bagi Imam Hafidh

Senin, 04 November 2019
Kepala UPTD Pengembangan dan Pemahaman Al-Qur’an (PPQ), Muzakkir, SH saat membuka kegiatan pembekalan Imam Hafidh Masjid Besar/Kecamatan di Kota Takengon, Rabu (30/10/2019) pagi.

Kepala UPTD Pengembangan dan Pemahaman Al-Qur’an (PPQ), Muzakkir, SH saat membuka kegiatan Pembekalan Imam Hafidh Masjid Besar/Kecamatan di Kota Takengon, Rabu (30/10/2019) pagi.

Dinas Syariat Islam Aceh – “Seorang Imam mempunyai fungsi yang sangat strategis yaitu sebagi motor penggerak untuk melahirkan manusia yang beriman, bertakwa dan berakhlak mulia”, tegas Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh, Dr. Emk Alidar, S. Ag., M. Hum yang diwakili oleh Kepala UPTD Pengembangan dan Pemahaman Al-Qur’an (PPQ), Muzakkir, SH saat membuka kegiatan pembekalan Imam Hafidh Masjid Besar/Kecamatan di Kota Takengon, Rabu (30/10/2019) pagi.

Ia mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk menambah khasanah keilmuan khususnya terkait dengan ilmu agama Islam bagi para Imam. Sesuai peran dan fungsinya, mereka adalah pimpinan tertinggi di dibidang keagamaan dalam kecamatannya sehingga termasuk sebagai ujung tombak pelaksanaan hukum syariat di wilayah masing-masing.

Melalui kegiatan ini Muzakkir berharap para Imam dapat mengikuti pembekalan pemantapan pemahaman Agama secara serius sehingga nantinya bisa menyamakan persepsi dan gerak langkah terkait tugas dan tanggung jawab seorang Imam di samping mampu meningkatkan profesionalisme dan kualitas.

Pembekalan ini dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 29 s/d 31 Oktober 2019 dengan menghadirkan beberapa narasumber yang berkompeten di bidangnya, antara lain Muzakkir, SH (Kebijakan dan Strategi Peningkatan Peran Imam Masjid dalam Pelaksanaan Syariat Islam di Aceh) ; Muslim, S. Ag., MCL (Peran dan Fungsi Imam Masjid, Strategi Menjadikan Masjid sebagai Pusat Aktivitas Masyarakat) ; Drs. Ridwan Qari (Fiqh Ibadah ; Menyikapi Beberapa Ikhtilaf dalam Ibadah) ; Tgk. M. Isa Umar, S. Ag (Kriteria Aliran Sesat dan Strategi Mengatasinya) ; Buhari, S. Sos (Revitalisasi Manajemen Masjid : Struktur Organisasi, Fungsi Manajemen dan Pendanaan) serta Dr. Johansyah (Pengembangan Masjid sebagai Pusat Kegiatan Umat).

Kegiatan ini merupakan rangkaian terakhir pembekalan bagi Imam Hafidh yang dilaksanakan dengan total peserta sebanyak 120 orang yang terbagi dalam 3 zona. Sebelumnya acara serupa juga digelar di kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dan kota Langsa.

Adapun laporan panitia acara tersebut disampaikan langsung oleh kepala DSI dan Badan Dayah kabupaten Aceh Tengah Drs. Mustafa Kamal, MA bertempat di aula hotel Penemas, Takengon. (Lilis Suriani)

The post DSI Aceh Gelar Pembekalan bagi Imam Hafidh appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Keluarga Berperan Aktif dalam Membentuk Generasi yang Qurani

Selasa, 29 Oktober 2019

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Dr. EMK. Alidar, S. Ag., M. Hum yang didampingi Kepala Badan Dayah Husamah El-Madny(Sebelah kanan) dan Ketua PW BKMT Aceh Dr. Ir. Dyah Erti Idawaati, MT (Kanan) Foto bersama dengan ibu-ibu pengurus BKMT Aceh di Aula Hotel Al Hanifi (23/10).

Dinas Syariat Islam Aceh – Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh melalui Bidang Peribadatan, Syiar Islam dan Pengembangan Sarana Keagamaan menggelar Seminar Pembinaan Keluarga Islami di Hotel Al Hanifi, Lamprit, Banda Aceh. Acara yang berlangsung selama 2 hari, Rabu-Kamis, 23-24 Oktober 2019 diikuti sebanyak 100 orang peserta.

Peserta yang hadir terdiri dari ibu-ibu pengurus Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Provinsi dan Kabupaten Kota serta perwakilan dari pegawai DSI Aceh.

Acara yang dibuka langsung oleh Gubernur Aceh yang diwakili oleh Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Dr. EMK Alidar, S. Ag., M. Hum. Dalam sambutannya mengatakan tujuan dari pelaksanaan seminar ini untuk memperkuat peran keluarga dalam mebentuk generasi Aceh yang qurani dan meadab, sehingga bisa mengimplementasikan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

“Keluarga mempunyai peran penting terhadap perkembangan masyarakat. Baik buruknya sebuah keluarga menjadi indikator baik atau buruk masyarakat. Oleh karena itu, keluarga sebagai kelembagaan masyarakat berperan penting dalam proses pembentukan dan pengembangan pribadi anak” jelasnya.

Ia juga menambahkan keluarga juga menjadi kelompok sosial pertama dimana anak-anak menempa diri menuju proses kedewasaan. Dengan demikian keluarga harus memberi contoh yang baik, ayah dan ibu harus mampu menajadi orang tua yang ideal dan sesuai tuntunan Islam.

“Pemerintah mengharapkan dengan adanya seminar ini mampu memberikan pencerahan kepada kaum ibu kader BKMT dalam mendidik keluarga yang Islami, sehingga mampu mebentengi keluarga dari akulturasi budaya moderrn yang melangkahi ketentuan Islamdan budaya Aceh serta BKMT Aceh tetap bersemangat dalam mewujudkan misi dakwahnya meski begitu banyak tantangan di era globalisasi” tutupnya.

Dr. Ir. Dyah Erti Idawati MT selaku ketua PW BKMT Aceh dalam sambutannya mengatakan menyampaikan kegiatan Seminar Pembinaan Keluarga Islami merupakan bentuk kerjasama antara DSI Aceh dengan  Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Aceh.

BKMT Aceh Merupakan mitra strategis Pemerintah Aceh dalam mengatasi beragam problematika sosial dan keagamaan di Aceh juga menjadi wahana pendidikan untuk membangun masyarakat yang berakhalak, cerdas, dan sejahtera dalam rangka mewujudkan  masyarkat baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Selain itu, topik seminar yang diangkat kali ini sangat relevan dengan situasi yang berkembang, terutama menyakut masalah moral dan akhlak. Keluarga merupakan pondasi pertama anak, sehingga keluarga berperan penting untuk membentengi anak dari pengaruh negatif.

Besar harapan dia dengan adanyan seminar ini mampu membentuk karakter keluarga Islami, meningkatkan wawasan dan pemahaman masyarakat tentang karakter keluarga Islami serta terbinanya keluarga Islami sesuai dengan Al-quran dan Sunnah Nabi, tutupnya.

Adapun pemateri yang dihadirkan dalam acara seminar tersebut diantaranya, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Dr. EMK Alidar, S. Ag., M. Hum., Pengurus Pusat BKMT, Hj. Anna Farida, S. Pd, MM, Pd. D., ketua PW BKMT Aceh, Dr. Ir. Dyah Erti Idawati, MT., Trainer dari Tim MSQ Bandung Ustad Kemas Mahmudin Al-Hanif.

The post Keluarga Berperan Aktif dalam Membentuk Generasi yang Qurani appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

DSI Aceh Gelar Pelatihan Pendataan Masjid Melalui Aplikasi

Selasa, 15 Oktober 2019

Pejabat Dinas Syariat Islam Aceh Foto Bersama Peserta Seusai Penyematan Badge Pada Kegiatan Pelatihan Petugas Pendataan Masjid Tahun 2019, di Aula Hotel Grand Nanggroe, Banda  Aceh, Selasa (11/10).

Dinas Syariat Islam Aceh – Melalui Bidang Peribadatan, Syiar Islam dan Pengembangan Sarana Keagamaan, Dinas Syariat Islam Aceh menggelar kegiatan Pelatihan Petugas Pendataan Masjid Tahun 2019 melalui aplikasi SIMASA selama dua hari penuh, secara resmi dibuka Kadis Syariat Islam Aceh yang diwakili oleh Sekretaris Drs Darjalil, di Aula Hotel Grand Nanggroe, Banda  Aceh, Selasa (11/10).

Kegiatan pelatihan tersebut berlangsung pada tanggal 12-13 Oktober 2019, dengan jumlah peserta sebanyak 138 orang, yang terdiri dari unsur Dinas Syariat Islam Aceh, UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan BKPRMI Aceh.

Dalam kesempatan itu Kadis Syariat Islam Aceh dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Drs Darjalil mengatakan, sebelum berlakunya pelaksanaan syariat Islam secara resmi pertumbuhan masjid di Aceh sangat menjamur, tapi tidak terdata dengan baik.

Darjalil melanjutkan, tujuan dari kegiatan pendataan masjid yaitu menghimpun data dan menginventarisir jumlah masjid di se-Aceh sehingga memperoleh data yang akurat dan terukur guna mengetahui kondisi ril masjid di Aceh.

Belum adanya data atau informasi yang akuntabel terkait jumlah masjid dan kondisi ril masjid di Aceh menjadi tolak ukur Pemerintah Aceh dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan bidang pengembangan dan pemberdayaan masjid di Aceh ke arah yang lebih baik. Untuk tahun 2019 ini target dan sasaran kegiatan hanya fokus pada pendataan dan inventarisasi masjid, dengan target capaian 13 kabupaten/kota, tutupnya.

Turut diundang pemateri handal yang sangat berkompeten yaitu dari unsur Dinas Syariat Islam Aceh dan Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Aceh.

The post DSI Aceh Gelar Pelatihan Pendataan Masjid Melalui Aplikasi appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Riba Merupakan Biang Kehancuran Ekonomi Umat Islam

Selasa, 15 Oktober 2019

Narasumber Sedang Memaparkan Materi Ekonomi Berbasis Syariah di Aula Grand Aceh Hotel, Banda  Aceh, Jum’at (11/10).

Dinas Syariat Islam Aceh – Riba merupakan biang kehancuran ekonomi umat islam. Hal ini disampaikan Kadis Syariat Islam Aceh yang diwakili oleh Kabid Penyuluhan Agama Islam dan Tenaga Da’I Nizami Taufik SSos pada Kegiatan Pembinaan Pelaku Ekonomi Mikro/Kecil Berbasis Syariah Tahun 2019 di Aula Grand Aceh Hotel, Banda  Aceh, Jum’at (11/10).

Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang telah 2 tahun dilakukan, pada tahun ke 3 ini, peserta tidak hanya dari Banda Aceh dan Aceh Besar saja, melainkan  semua kabupaten/kota di Aceh dengan jumlah peserta sebanyak 120 orang yang terbagi ke dalam dua angkatan.

Angkatan pertama terdiri dari 12 Kab/Kota meliputi Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireun, Kota Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Kota Langsa, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Tengah. Sedangkan angkatan kedua terdiri dari 11 Kab/ Kota meliputi Banda Aceh, Sabang, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Subulussalam, Singkil, Bener Meriah dan Simeulu.

Dalam kesempatan itu Nizami Taufik SSos, mengatakan Saat ini di Aceh sendiri tengah maraknya praktik ribawi. Riba ini merupakan biang kehancuran ekonomi umat islam, dari hal kecil seperti membeli peralatan rumah tangga sampai ke hal-hal besar membeli rumah atau membangun usaha itu semua dengan praktek riba.

Kondisi ini sangat miris mengingat Aceh merupakan wilayah yang menegakkan syariat Islam. Seharusnya dalam kehidupan bermasyarakat dan bermuamalah sehari-hari, rakyat Aceh harus memperhatikan ekonomi yang Islami. ekonomi berbasis syariah merupakan suatu prilaku individu muslim dalam setiap aktivitas ekonomi syariahnya harus sesuai dengan tuntunan syariat Islam dalam rangka mewujudkan dan menjaga  maqashid syariyyah (agama, jiwa, akal, nasab dan harta) karena ekonomi mikro Islam lebih mengedepankan tuntunan syariat Islam dalam pengambilan sebuah keputusan.

Ia menambahkan, Ekonomi berbasis syariah memberikan keselarasan bagi kehidupan di dunia. Nilai Islam bukan semata-semata hanya untuk kehidupan muslim saja, tetapi seluruh mahluk hidup di muka bumi. Esensi proses ekonomi berbasis syariah adalah pemenuhan kebutuhan manusia yang berlandaskan nilai-nilai Islam guna mencapai pada tujuan agama (falah). Ekonomi berbasis syariah menjadi rahmat seluruh alam, yang tidak terbatas oleh ekonomi, sosial, budaya dan politik.

Kegiatan Pembinaan Pelaku Ekonomi Mikro/Kecil Berbasis Syariah Tahun 2019 ini sangat perlu untuk dilakukan sebagai bentuk dukungan dan kerjasama semua pihak khususnya, pelaku ekonomi, koperasi, bahkan UKM yang ada di Aceh untuk bekerjasama dalam upaya menjalankan amanah yang telah di sampaikan melalui Qanun Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah.

Taufik berharap, Pemerintah Aceh dalam hal ini Dinas Syariat Islam Aceh melalui pembekalan ini ingin mewujudkan daerah yang memiliki perekonomian yang Islami sehingga aktifitas muamalah yang islami menjadi syiar bagi pelaksanaan Syariat Islam di Aceh.

“Pemerintah Aceh maupun Pemerintah Kabupaten Kota tentu tidak mungkin dapat melaksanakan tugas ini tanpa dukungan dari seluruh komponen masyarakat. Kami percaya bahwa kita yang hadir disini adalah orang-orang yang memiliki komitmen tinggi dan tekad yang kuat agar pelaksanaan Syariat Islam kaffah di Aceh dapat berjalan dengan baik dan sempurna,” pungkasnya.

Panitia pelaksana Abdur Rani SSos menyampaikan, ada 4 (empat) tujuan dari pelaksanaan Kegiatan ini, pertama adalah merangkul segala pihak yang mempunyai objektif dan misi yang selaras dengan misi Dinas Syariat Islam termasuk Pelaku ekonomi, koperasi, bahkan UKM yang ada di Aceh untuk bekerjasama dalam upaya menjalankan amanah yang telah di sampaikan melalui Qanun Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah. Kedua, membekali para pelaku ekonomi dan UKM dengan pengetahuan yang lebih mendalam tentang misi pelaksanaan syariat Islam di Aceh tentang ekonomi syariah. Ketiga, menggali masukan dan ide-ide baru terutama dari sektor penerapan ekonomi syariah yang dapat dijadikan acuan dalam upaya perbaikan qanun-qanun ataupun kegiatan pelaksanaan syariat Islam di Aceh. Keempat, membangun masyarakat Aceh yang terbebas dari praktik riba atau hal lainnya yang tidak sesuai dengan aturan-aturan pengelolaan keuangan dan harta benda yang sesuai dengan syariat Islam.

The post Riba Merupakan Biang Kehancuran Ekonomi Umat Islam appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

DW DSI Aceh diberi Pembekalan Tahjiz Mayit

Selasa, 15 Oktober 2019

Ustad Abdur Rani SSos Sedang Memaparkan Materi Tahjiz Mayit di Mushalla As-Salam, Komplek Keistimewaan Aceh, Kamis (10/10).

Dinas Syariat Islam Aceh – DW Dinas Syariat Islam Aceh menggelar pelatihan Tajhiz Mayit bagi anggota DW DSI Aceh. Kegiatan ini dibuka Ketua DW DSI Aceh, Marliana Fikri di Mushalla As-Salam, Komplek Keistimewaan Aceh, Kamis (10/10).

Pelatihan Tajhiz Mayit ini berlangsung selama satu hari dan diikuti oleh seluruh anggota DW DSI Aceh, sekaligus menghadirkan pemateri handal yang sangat berkompeten dalam ilmunya dari Dinas Syariat Islam Aceh yaitu Abdur Rani SSos.

Ketua DW DSI Aceh, Marliana Fikri, pelatihan ini digelar mengingat kondisi generasi muda saat ini sangat minim pengetahuan tentang bagaimana mengurus jenazah. Banyak generasi muda yang tidak memahami dengan benar tata cara Tahjiz Mayit. Bahkan fardhu kifayah ini banyak dilakukan oleh orang berusia lanjut. Selama   ini,   kalau   ada   yang   meninggal   dunia,   proses pengurusan jenazahnya selalu dibebankan kepada  pihak tertentu, sehingga kalau pihak tertentu itu berhalangan maka terjadilah masalah.

Padahal berdasarkan ajaran Islam yang paling berhak dan afdhal melakukan pengurusan jenazah adalah pihak si mayit itu sendiri, dan ini menjadi sebuah kendala bagi masyarakat Islam yang ingin melaksanakan fardhu kifayah pada saat ada yang meninggal dunia. Ini menjadi perhatian kita karena kurangnya pemahaman pada generasi muda, kata istri Kadis Syariat Islam Aceh.

Selain mengajarkan berbagai materi tentang tahap-tahap dalam mengurus jenazah juga diajarkan langsung mengenai bagaimana pratik  Tajhiz Mayit secara lengkap dan berurutan. Selain Itu, Adanya kegiatan seperti ini memberikan keberanian bagi kaum muda dalam melakukan tajhiz mayit kedepan, dengan harapan mampu mengaplikasikan dilingkungannya masing-masing. Apalagi kepada keluarga mereka kelak, harapnya.

The post DW DSI Aceh diberi Pembekalan Tahjiz Mayit appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.