Selamat Datang di Website Resmi Dinas Syari'at Islam dan Pendidikan Dayah Kab. Aceh Tengah (Web ini masih dalam proses pengembangan)

Indeks Berita

Menag: Pemerintah Akan Fasilitasi Jaminan Produk Halal Bagi UMKMĀ 

Kamis, 17 Oktober 2019
Jakarta (Kemenag) --- Pemerintah akan memfasilitasi penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (JPH) bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Pernyataan ini disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menanggapi penyelenggaraan JPH yang secara mandatori mulai diterapkan pada Kamis, 17 Oktober 2019 ini. 

Kemenag Targetkan 500 KUA Pusaka Sakinah untuk Cegah Seks Pra Nikah

Kamis, 17 Oktober 2019
Pekanbaru (Kemenag) --- Ditektur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam Kemenag, Mohsen merilis program Pusat Layanan Keluarga (Pusaka) Sakinah di Provinsi Riau. Pusaka Sakinah berpusat di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan, dan salah satu fokus kegiatannya adalah memberikan bimbingan remaja usia sekolah (14 - 19 tahun) sebagai upaya preventif mencegah terjadinya seks pra nikah. 

UU Perkawinan Diundangkan, Kemenag Minta Penghulu Pro Aktif Cegah Perkawinan Anak

Kamis, 17 Oktober 2019
Pekanbaru (Kemenag) --- Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam Kemenag, Mohsen meminta penghulu pro aktif mencegah perkawinan anak. Caranya, dengan menolak mencatatkan pernikahan calon pengantin yang masih di bawah umur.

Menag Tegaskan Tidak Ada Penegakkan Hukum JPH Hingga 2024

Rabu, 16 Oktober 2019
Jakarta (Kemenag) --- Hingga 17 Oktober 2024, tidak akan ada penegakkan hukum terkait Jaminan Produk Halal (JPH) atau sertifikasi halal. Demikian disampaikan Menag usai menandatangani kota kesepahaman bersama 11 K/L, di Kantor Wapres, Jakarta. "Lima tahun ini tidak ada penegakan hukum tapi lebih kepada persuasif. Kita akan memberikan pembinaan, bimbingan, sosialisasi dan lain sebagainya kepada seluruh pelaku usaha," kata Menag, Rabu (16/10). Ia menuturkan, selama lima tahun sejak 17 Oktober 2019 sampai 17 Oktober 2024 itulah, tenggang waktu bagi pelaku usaha untuk melakukan proses sertifikasi. Para pelaku usaha dapat memulai proses tersebut dengan melakukan registrasi produknya  pada Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal. Menag pun menyampaikan, saat ini pelaku usaha amat beragam. "Ada yang besar-besar tapi juga tidak sedikit yang ukm-ukm yang tentu perlu mendapat pembinaan bimbingan sosialisasi sehingga tidak mungkin bisa dilepas," ujar Menag. Salah satu hal yang akan disosialisasikan selain mekanisme pengajuan sertifikasi, menurut Menag juga terkait dengan biaya sertifikasi halal yang akan dibebankan kepada pelaku usaha. Khusus bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pemerintah punya keinginan yang besar untuk memfasilitasi ikut membantu segi pembiayaan terutama bagi usaha kecil itu

Mulai Diterapkan, Ini Tahapan Pengajuan Sertifikasi Halal

Rabu, 16 Oktober 2019
Jakarta (Kemenag) --- Kementerian Agama melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) akan mulai membuka penyelenggaraan JPH pada Kamis, 17 Oktober 2019. Ini sesuai amanat UU Nomor 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH). 

JK: Halal dan Thoyib, JPH Bermanfaat Bagi Semua

Rabu, 16 Oktober 2019
Jakarta (Kemenag) --- Jelang penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (JPH) pada 17 Oktober besok, 11 Kementerian/Lembaga menandatangani nota kesepahaman. Penandatanganan nota kesepahaman ini menjadi babak penting bagi penyelenggaraan JPH di Indonesia, karena setiap saat pemerintah ingin terus memperbaiki mutu dan cara penerapan sertifikat. 

Gelar Evaluasi Haji Khusus, Kemenag Beberkan Inovasi

Rabu, 16 Oktober 2019
Jakarta (Kemenag) --- Penyelenggaraan Haji Khusus 1440H/2019M berjalan lancar. Menurut Direktur Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim, hal itu tidak terlepas dari sejumlah inovasi perbaikan pelayanan dan pengawasan yang terus dilakukan.

Penyelenggaraan Haji Khusus Lancar, Menag Apresiasi PIHK

Rabu, 16 Oktober 2019
Jakarta (Kemenag) --- Penyelenggaraan haji khusus 1440H/2019M berjalan lancar. Menag Lukman Hakim Saifuddin pun tak sungkan memberi apresiasi kepada Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

Kemenag Kini Punya Pangkalan Data Mushaf Alquran di Asia Tenggara

Rabu, 16 Oktober 2019
Jakarta (Kemenag) --- Kabar baik buat para peneliti dan pemerhati mushaf Alquran. Kementerian Agama kini memiliki Pangkalan Data Mushaf Al-Qur’an di Asia Tenggara atau Database of Southeast Asian Mushaf.

Dirjen PHU: Humas Berperan Dalam Diseminasi Informasi

Rabu, 16 Oktober 2019
Padang (Kemenag) --- Kementerian Agama melalui Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah menggelar kegiatan diseminasi informasi haji dan umrah terkait tantangan humas pemerintah di era digital.

Pemerintah Siap Selenggarakan Jaminan Produk Halal

Rabu, 16 Oktober 2019
Jakarta (Kemenag) --- Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (JPH) akan memasuki babak baru. Mulai 17 Oktober 2019, JPH akan mulai diselenggarakan oleh pemerintah, dalam pelaksanaannya dilakukan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama. Hal ini sesuai dengan amanat UU No 33 Tahun 2014 tentang JPH.

Didoakan Kembali Pimpin Kemenag, LHS: Banyak yang Lebih Pantas

Rabu, 16 Oktober 2019
Mataram (Kemenag) --- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin merasa terharu saat memberikan pembinaan kepada ASN Kanwil Kementerian Agama Nusa Tenggara Barat, Selasa (15/10). Pasalnya, dalam kunjungan kerja terakhirnya di NTB selaku Menteri Agama ini, LHS didoakan untuk kembali dapat memimpin Kementerian Agama. 

Jumat 18 Oktober, Kemenag Ajak Umat Doa Serentak untuk Bangsa

Rabu, 16 Oktober 2019
Jakarta (Kemenag) --- Kementerian Agama mengajak segenap umat beragama melakukan doa serentak pada Jumat, 18 Oktober lusa. “Ini untuk menyikapi situasi dan kondis bangsa dan negara belakangan ini, yang memerlukan penguatan persatuan dan kesatuan,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Agama M. Nur Kholis Setiawan, di Jakarta, Rabu (16/10).

Menag Lantik Rektor UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi

Rabu, 16 Oktober 2019
Jakarta (Kemenag) ---  Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin melantik Su'aidi  menjadi Rektor Universitas Islam Negeri Thaha Saifuddin Jambi periode 2019-2024. Pelantikan dilaksanakan di Operation Room Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (16/10). 

Menag: Terima Kasih Pentashih Alquran!

Rabu, 16 Oktober 2019
Jakarta (Kemenag) --- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyambut baik ditetapkannya pentashih sebagai jabatan fungsional tertentu di Kementerian Agama. Menag secara khusus bahkan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para penjaga mushaf Alquran di Indonesia ini.

Kemenag Tingkatkan Kompetensi Guru Bahasa Inggris Madrasah

Rabu, 16 Oktober 2019
Makassar (Kemenag) --- Sebanyak 50 guru Bahasa Inggris Madrasah Tsnawiyah (MTs) di Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat ikuti pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru (PKG). Pelatihan ini diselenggarakan oleh Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Kementerian Agama.

Kisah Sohibul Izar, Penyuluh Teladan Nasional Membangun Harapan Bajulmati

Rabu, 16 Oktober 2019
Malang (Kemenag) --- Hati Sohibul Izar resah, ketika ia menyaksikan laki-laki dan perempuan dewasa masih terbiasa mandi di sungai yang sama. Ia makin resah, tatkala menyaksikan banyak anak tak sekolah. Mereka terpaksa harus bekerja mencari nafkah untuk membantu orang tua. Himpitan ekonomi alasannya. 

PTKIN se-Kalimantan Gelar Borneo Undergraduate Academic Forum

Rabu, 16 Oktober 2019
Samarinda (Kemenag) --- Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Kalimantan kembali menggelar Borneo Undergraduate Academic Forum (BUAF). Gelaran kali ke-4 ini berlangsung di Kampus IAIN Samarinda, 13-15 Oktober 2019.

Kemenag Aceh dan Sumut Gelar Dialog Tokoh Lintas Agama di Perbatasan

Selasa, 15 Oktober 2019
Aceh Tamiang (Kemenag) --- Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh dan Sumatera Utara menggelar dialog lintas agama di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Acara yang dihadiri tokoh agama dari dua provinsi tersebut dilaksanakan pada Selasa (15/10). 

Kampus Baru UIN Mataram Diresmikan Oleh Menteri Agama

Selasa, 15 Oktober 2019
Mataram (Kemenag) --- Seluruh civitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram diharapkan dapat mengisi sarana fisik kampus yang saat ini sudah selesai dibangun, dengan penyelenggaraan pendidikan yang bermutu dan berkarakter tinggi.

DSI Aceh Gelar Pelatihan Pendataan Masjid Melalui Aplikasi

Selasa, 15 Oktober 2019

Pejabat Dinas Syariat Islam Aceh Foto Bersama Peserta Seusai Penyematan Badge Pada Kegiatan Pelatihan Petugas Pendataan Masjid Tahun 2019, di Aula Hotel Grand Nanggroe, Banda  Aceh, Selasa (11/10).

Dinas Syariat Islam Aceh – Melalui Bidang Peribadatan, Syiar Islam dan Pengembangan Sarana Keagamaan, Dinas Syariat Islam Aceh menggelar kegiatan Pelatihan Petugas Pendataan Masjid Tahun 2019 melalui aplikasi SIMASA selama dua hari penuh, secara resmi dibuka Kadis Syariat Islam Aceh yang diwakili oleh Sekretaris Drs Darjalil, di Aula Hotel Grand Nanggroe, Banda  Aceh, Selasa (11/10).

Kegiatan pelatihan tersebut berlangsung pada tanggal 12-13 Oktober 2019, dengan jumlah peserta sebanyak 138 orang, yang terdiri dari unsur Dinas Syariat Islam Aceh, UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan BKPRMI Aceh.

Dalam kesempatan itu Kadis Syariat Islam Aceh dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Drs Darjalil mengatakan, sebelum berlakunya pelaksanaan syariat Islam secara resmi pertumbuhan masjid di Aceh sangat menjamur, tapi tidak terdata dengan baik.

Darjalil melanjutkan, tujuan dari kegiatan pendataan masjid yaitu menghimpun data dan menginventarisir jumlah masjid di se-Aceh sehingga memperoleh data yang akurat dan terukur guna mengetahui kondisi ril masjid di Aceh.

Belum adanya data atau informasi yang akuntabel terkait jumlah masjid dan kondisi ril masjid di Aceh menjadi tolak ukur Pemerintah Aceh dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan bidang pengembangan dan pemberdayaan masjid di Aceh ke arah yang lebih baik. Untuk tahun 2019 ini target dan sasaran kegiatan hanya fokus pada pendataan dan inventarisasi masjid, dengan target capaian 13 kabupaten/kota, tutupnya.

Turut diundang pemateri handal yang sangat berkompeten yaitu dari unsur Dinas Syariat Islam Aceh dan Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Aceh.

The post DSI Aceh Gelar Pelatihan Pendataan Masjid Melalui Aplikasi appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Riba Merupakan Biang Kehancuran Ekonomi Umat Islam

Selasa, 15 Oktober 2019

Narasumber Sedang Memaparkan Materi Ekonomi Berbasis Syariah di Aula Grand Aceh Hotel, Banda  Aceh, Jum’at (11/10).

Dinas Syariat Islam Aceh – Riba merupakan biang kehancuran ekonomi umat islam. Hal ini disampaikan Kadis Syariat Islam Aceh yang diwakili oleh Kabid Penyuluhan Agama Islam dan Tenaga Da’I Nizami Taufik SSos pada Kegiatan Pembinaan Pelaku Ekonomi Mikro/Kecil Berbasis Syariah Tahun 2019 di Aula Grand Aceh Hotel, Banda  Aceh, Jum’at (11/10).

Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang telah 2 tahun dilakukan, pada tahun ke 3 ini, peserta tidak hanya dari Banda Aceh dan Aceh Besar saja, melainkan  semua kabupaten/kota di Aceh dengan jumlah peserta sebanyak 120 orang yang terbagi ke dalam dua angkatan.

Angkatan pertama terdiri dari 12 Kab/Kota meliputi Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireun, Kota Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Kota Langsa, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Tengah. Sedangkan angkatan kedua terdiri dari 11 Kab/ Kota meliputi Banda Aceh, Sabang, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Subulussalam, Singkil, Bener Meriah dan Simeulu.

Dalam kesempatan itu Nizami Taufik SSos, mengatakan Saat ini di Aceh sendiri tengah maraknya praktik ribawi. Riba ini merupakan biang kehancuran ekonomi umat islam, dari hal kecil seperti membeli peralatan rumah tangga sampai ke hal-hal besar membeli rumah atau membangun usaha itu semua dengan praktek riba.

Kondisi ini sangat miris mengingat Aceh merupakan wilayah yang menegakkan syariat Islam. Seharusnya dalam kehidupan bermasyarakat dan bermuamalah sehari-hari, rakyat Aceh harus memperhatikan ekonomi yang Islami. ekonomi berbasis syariah merupakan suatu prilaku individu muslim dalam setiap aktivitas ekonomi syariahnya harus sesuai dengan tuntunan syariat Islam dalam rangka mewujudkan dan menjaga  maqashid syariyyah (agama, jiwa, akal, nasab dan harta) karena ekonomi mikro Islam lebih mengedepankan tuntunan syariat Islam dalam pengambilan sebuah keputusan.

Ia menambahkan, Ekonomi berbasis syariah memberikan keselarasan bagi kehidupan di dunia. Nilai Islam bukan semata-semata hanya untuk kehidupan muslim saja, tetapi seluruh mahluk hidup di muka bumi. Esensi proses ekonomi berbasis syariah adalah pemenuhan kebutuhan manusia yang berlandaskan nilai-nilai Islam guna mencapai pada tujuan agama (falah). Ekonomi berbasis syariah menjadi rahmat seluruh alam, yang tidak terbatas oleh ekonomi, sosial, budaya dan politik.

Kegiatan Pembinaan Pelaku Ekonomi Mikro/Kecil Berbasis Syariah Tahun 2019 ini sangat perlu untuk dilakukan sebagai bentuk dukungan dan kerjasama semua pihak khususnya, pelaku ekonomi, koperasi, bahkan UKM yang ada di Aceh untuk bekerjasama dalam upaya menjalankan amanah yang telah di sampaikan melalui Qanun Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah.

Taufik berharap, Pemerintah Aceh dalam hal ini Dinas Syariat Islam Aceh melalui pembekalan ini ingin mewujudkan daerah yang memiliki perekonomian yang Islami sehingga aktifitas muamalah yang islami menjadi syiar bagi pelaksanaan Syariat Islam di Aceh.

“Pemerintah Aceh maupun Pemerintah Kabupaten Kota tentu tidak mungkin dapat melaksanakan tugas ini tanpa dukungan dari seluruh komponen masyarakat. Kami percaya bahwa kita yang hadir disini adalah orang-orang yang memiliki komitmen tinggi dan tekad yang kuat agar pelaksanaan Syariat Islam kaffah di Aceh dapat berjalan dengan baik dan sempurna,” pungkasnya.

Panitia pelaksana Abdur Rani SSos menyampaikan, ada 4 (empat) tujuan dari pelaksanaan Kegiatan ini, pertama adalah merangkul segala pihak yang mempunyai objektif dan misi yang selaras dengan misi Dinas Syariat Islam termasuk Pelaku ekonomi, koperasi, bahkan UKM yang ada di Aceh untuk bekerjasama dalam upaya menjalankan amanah yang telah di sampaikan melalui Qanun Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah. Kedua, membekali para pelaku ekonomi dan UKM dengan pengetahuan yang lebih mendalam tentang misi pelaksanaan syariat Islam di Aceh tentang ekonomi syariah. Ketiga, menggali masukan dan ide-ide baru terutama dari sektor penerapan ekonomi syariah yang dapat dijadikan acuan dalam upaya perbaikan qanun-qanun ataupun kegiatan pelaksanaan syariat Islam di Aceh. Keempat, membangun masyarakat Aceh yang terbebas dari praktik riba atau hal lainnya yang tidak sesuai dengan aturan-aturan pengelolaan keuangan dan harta benda yang sesuai dengan syariat Islam.

The post Riba Merupakan Biang Kehancuran Ekonomi Umat Islam appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

DW DSI Aceh diberi Pembekalan Tahjiz Mayit

Selasa, 15 Oktober 2019

Ustad Abdur Rani SSos Sedang Memaparkan Materi Tahjiz Mayit di Mushalla As-Salam, Komplek Keistimewaan Aceh, Kamis (10/10).

Dinas Syariat Islam Aceh – DW Dinas Syariat Islam Aceh menggelar pelatihan Tajhiz Mayit bagi anggota DW DSI Aceh. Kegiatan ini dibuka Ketua DW DSI Aceh, Marliana Fikri di Mushalla As-Salam, Komplek Keistimewaan Aceh, Kamis (10/10).

Pelatihan Tajhiz Mayit ini berlangsung selama satu hari dan diikuti oleh seluruh anggota DW DSI Aceh, sekaligus menghadirkan pemateri handal yang sangat berkompeten dalam ilmunya dari Dinas Syariat Islam Aceh yaitu Abdur Rani SSos.

Ketua DW DSI Aceh, Marliana Fikri, pelatihan ini digelar mengingat kondisi generasi muda saat ini sangat minim pengetahuan tentang bagaimana mengurus jenazah. Banyak generasi muda yang tidak memahami dengan benar tata cara Tahjiz Mayit. Bahkan fardhu kifayah ini banyak dilakukan oleh orang berusia lanjut. Selama   ini,   kalau   ada   yang   meninggal   dunia,   proses pengurusan jenazahnya selalu dibebankan kepada  pihak tertentu, sehingga kalau pihak tertentu itu berhalangan maka terjadilah masalah.

Padahal berdasarkan ajaran Islam yang paling berhak dan afdhal melakukan pengurusan jenazah adalah pihak si mayit itu sendiri, dan ini menjadi sebuah kendala bagi masyarakat Islam yang ingin melaksanakan fardhu kifayah pada saat ada yang meninggal dunia. Ini menjadi perhatian kita karena kurangnya pemahaman pada generasi muda, kata istri Kadis Syariat Islam Aceh.

Selain mengajarkan berbagai materi tentang tahap-tahap dalam mengurus jenazah juga diajarkan langsung mengenai bagaimana pratik  Tajhiz Mayit secara lengkap dan berurutan. Selain Itu, Adanya kegiatan seperti ini memberikan keberanian bagi kaum muda dalam melakukan tajhiz mayit kedepan, dengan harapan mampu mengaplikasikan dilingkungannya masing-masing. Apalagi kepada keluarga mereka kelak, harapnya.

The post DW DSI Aceh diberi Pembekalan Tahjiz Mayit appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Aceh Besar Bawa Pulang 38 Piala di MTQ Tingkat Provinsi ke XXXIV

Senin, 30 September 2019

Dinas Syariat Islam Aceh Plt Gubernur Aceh diwakili Sekda Aceh dr.Taqwallah, M.Kes menutup langsung Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Aceh ke XXXIV 2019 di gampong Lampeudeu Baroh, Kabupaten Pidie, Jumat malam (27/09/2019).

Turut hadir pada penutupan MTQ ke XXXIV Pimpinan DPR Aceh, Kapolda Aceh, Kajati Aceh, Ketua MPU, Ketua Mahkamah Syar’iyah serta porkopimda lainya atau yang mewakilinya, Bupati dan wakil Bupati Pidie, Bupati se Aceh, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh beserta seluruh jajarannya dan SKPA terkait, Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta, Kepala Kanwil Kementerian Agama serta seluruh Kemenag kabupaten kota, Ketua LPTQ Aceh, para pejabat pemerintah Aceh, pejabat TNI polri, para alim ulama, serta Dewan Hakim.

Wakil Bupati Pidie Fadhlullah TM Daud dalam laporannya mengatakan bahwa pada hari jumat tanggal 20 september 2019 diawali dengan penyambutan kafilah dan peusijuk yg bertempat di pendopo bupati pidie. Hari sabtu tanggal 21 pukul 08.00 s/d 11.00 wib telah dilaksanakan pawai taaruf diikuti oleh seluruh kafilah 23 kab/kota dengan start awal dari masjid al falah kota Sigli berakhir di mimbar utama MTQ XXXIV Pidie. Pada siang hari telah dilaksanakan pelantikan dewan hakim oleh plt Gubernur Aceh yang diwakili oleh asisten satu Sekda Aceh. Pada malam hari pembukaan oleh plt Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah. Pada tanggal 22 – 26 september telah berlangsung kegiatan MTQ Aceh dengan jumlah peseta tahun ini sebanyak 2238 orang yang terbagi putra sebanyak 584 orang dan putri sebanyak 566 orang dan official 1105 orang sedangkan cabang yang diperlombakan sebanyak 7 cabang yang terbagi dalam 26 golongan yang tersebar di 10 lokasi.

“ Pelaksanaan MTQ merupakan suatu manifestasi budaya Islam dan kebiasaan membaca al-Qur’an sebagai suatu ibadah hamba kepada Allah menuju kepada mengangungkannya seni yang membuat siapa saja yang melihat dan mendengarkannya berharap mendapatkan rahmat dan hidayah dari Allah”. Jelas Fadhlullah TM Daud

Ucapan terimakasih sedalam-dalamnya kepada pemerintah Aceh yang telah mempercayakan Pidie menjadi tuan rumah penyelenggaraan MTQ Aceh ke XXXIV tahun 2019.  “ MTQ ini bisa menjadi awal dari kepercayaan untuk perhelatan event besar tingkat provinsi lainya yang siap kami laksanakan dengan komitmen dan tanggung jawab untuk melaksanakannya sebaik mungkin, salah satunya adalah nanti pada tahun 2022 pemerintah Aceh telah mempercayakan masyaraakat Pidie untuk menjadi panitia pelaksaanaan pekan olahraga aceh. Kepada para juara kami sampaikan selamat atas prestasi yang diraih dan kepada belum meraih prestasi kami harap tidak berkecil hati, tujuan mulia mengikuti MTQ bukan semata-mata untuk meraih juara dan memperebutkan piala melainkan sebagai tugas suci yang mulia dalam mendukung syiar agama.“ harapan wakil bupati Fadhlullah TM Daud.

PLT Gubernur Aceh yang di wakili Sekda Aceh dr.Taqwallah menyampaikan dalam sambutannya event mtq ini adalah salah satu sarana yang paling efektif bagi umat islam untuk berinterakksi dengan al-qur’an, hal ini terlihat jelas dimana para peserta mtq membaca dengan seni dan suara yang merdu menghafal memahami  menulis menyampaikan syarahnya, maka bentuk interaksi ini perlu dikembangakan terus menerus dari satu generasi ke generasi berikutnya.

“Kepada seluruh peserta terutama bagi juara agar tidak cepat berpuas diri, karena akan banyak tantangan kedepan terlebih dalam menghadapi event MTQ tingkat nasional tahun 2020 mendatang di provinsi Sumatera Barat, maka teruslah mengasah kemampuan untuk menjadi yang terbaik dan untuk peserta yang belum berhasil agar tidak kehilangan semangat dan tidak berhati kecil. Jadikan event MTQ ini sebagai ajang refleksi, evaluasi dan terus meningkatkan kemampuan berinteraksi dengan al Quran dari waktu ke waktu ” harap Sekda Aceh

Sebagaimana hadist rasulullah saw “ sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar al qur’an dan mau membimbing dan mengajarkanya”. Semoga kita termasuk golonga tersebut. Tutup Pak Taqwallah

Event mtq XXXIV resmi ditutup oleh Sekda Aceh dr.Taqwallah, M.Kes dengan menekan serune dan penurunan bendera mtq.

The post Aceh Besar Bawa Pulang 38 Piala di MTQ Tingkat Provinsi ke XXXIV appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Aceh Besar Juara Umum MTQ Aceh di Pidie, Ini Empat Daerah Lainnya yang Masuk Lima Besar

Senin, 30 September 2019

Sekda Aceh, Dr Taqwallah menyerahkan piala yang diterima Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali di mimbar utama Gampong Lampeudeu Baroh, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Jumat (27/9).

Even dua tahunan tersebut ditutup Sekda Aceh, Dr Taqwallah, di arena utama Gampong Lampeudeu Baroh, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Jumat (27/9/2019) malam.

Aceh Besar menerima piala bergilir plus dana Rp 50 juta dan satu sepeda motor (sepmor) jenis N-MAX. Kafilah Aceh Besar memperoleh nilai 76.

Untuk piala bergilir diserahkan Sekda Aceh, Dr Taqwallah, yang diterima Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali.

Berikutnya, di peringkat kedua kafilah Aceh Timur dengan perolehan nilai 60.

Lalu, urutan tiga Aceh Utara dengan nilai 43.

Sedangkan posisi keempat tuan rumah Kabupaten Pidie memperoleh nilai 38.

Sementara Banda Aceh diperingkat lima dengan nilai 32.

Sekda Aceh, Dr Taqwallah, dalam sambutannya antara lain, menjelaskan, peserta yang belum berhasil, agar tidak kehilangan semangat dan berkecil hati.

” Jadikan event MTQ ini sebagai ajang refleksi, evaluasi, dan terus meningkatkan kemampuan berinteraksi dengan Alquran dari waktu ke waktu,” kata Taqwallah saat menutup MTQ Aceh di Pidie, Jumat (27/9/2019) malam. (*)

SUMBER:SERAMBINEWS

The post Aceh Besar Juara Umum MTQ Aceh di Pidie, Ini Empat Daerah Lainnya yang Masuk Lima Besar appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Pidie Sebagai Tuan Rumah Raih Peringkat 4 Pada Penutupan MTQ XXXIV Tadi Malam

Sabtu, 28 September 2019
Wakil Bupati Pidie Fadhlullah TM Daud saat memberikan laporannya pada penutupan tingkat Provinsi Aceh ke XXXIV 2019 di gampong Lampeudeu Baroh, Kabupaten Pidie, Jumat malam (27/09/2019).

Wakil Bupati Pidie Fadhlullah TM Daud saat memberikan laporannya pada penutupan MTQ tingkat Provinsi Aceh ke XXXIV 2019 di gampong Lampeudeu Baroh, Kabupaten Pidie, Jumat malam (27/09/2019).

Dinas Syariat Islam Aceh – Setelah melewati babak final yang berlangsung pada hari kamis (25/09/2019) pagi hingga malam yang berlangsung di tempat yang berbeda, akhirnya pihak panitia mengumumkan nama-nama pemenang yang menjuarai MTQ tingkat Provinsi Pidie XXXIV secara resmi pada malam penutupan MTQ. Pada MTQ Tingkat Provinsi kali ini tuan rumah meraih peringkat 4, sedangkan yang meraih juara umum ialah Aceh Besar.

Acara penutupan MTQ XXXIV Pidie berlangsung di arena utama gampong Lampeudeu Baroh Kabupaten Pidie, jumat (26/09/2019) malam. Dalam acara tersebut, panitia akan mengumumkan pemenang juara 1, 2 dan 3 serta juara harapan.

Selain pengumuman juara sederet penampilan juga turut ditampilkan antara lain penampilan pemenang juara satu cabang tilawah golongan dewasa, penurunan bendera MTQ, paduan suara dan rapai memeriahkan acara malam tadi.

Berikut Nama-nama peserta yang memperoleh juara MTQ ke XXXIV di Pidie tahun 2019 :

No Juara Nama Peserta Utusan kab/Kota
CABANG TILAWAH AL-QUR’AN
A.    GOLONGAN TARTIL AL-QUR’AN
1.      TARTIL AL-QR’AN PUTERA
1 I M. Fariz Al-Hafiz Kabupaten Bireun
2 II Faris Dhamira Kabupaten Aceh Besar
3 III Fauzan Mufid Aditya Kabupaten Aceh Singkil
4 HARAPAN I Ahmad Faiz Kabupaten Pidie
5 HARAPAN II Alif Alfiandika Kabupaten Aceh Barat Daya
6 HARAPAN III Williyam Fardinata Kabupaten Ceh Selatan
2.      TARTIL AL-QUR’AN PUTERI
1 I Sirajussabila Kabupaten Pidie Jaya
2 II Zahratul Munawwarah Kabupaten Pidie
3 III Haura Khalila Kota Banda Aceh
4 HARAPAN I Izzatun Luthfiah Kabupaten Simeulue
5 HARAPAN II Novia Maulidasari Kota Langsa
6 HARAPAN III Hayyin Yusra Kabupaten Aceh Besar
B.     GOLONGAN ANAK-ANAK
1.      ANAK-ANAK PUTERA
1 I Shahbul Kiram Kabupaten Aceh Jaya
2 II Shahidul Aulia Kabupaten Pidie Jaya
3 III M. Azka Al-Azkia Kabupaten Apidie
4 HARAPAN I Chandra Maulana Helmi Kabupaten Aceh Tenggara
5 HARAPAN II M. Faruq Fauza Kabupaten Aceh Utara
6 HARAPAN III Muhammad Jauzi Kabupaten Aceh Besar
2.      ANAK-ANAK PUTERI
1 I Najwatul Ulfa Kabupaten Aceh Timur
2 II Luthvia Wahyu Marnisa Kabupaten Simeulue
3 III Annisa Sajidatul Ula Kabupaten Aceh Besar
4 HARAPAN I Siti Sarah Kota Banda Aceh
5 HARAPAN II Maisyun Munirah Kota Sabang
6 HARAPAN III Yuriani Kabupaten Aceh Utara
C.    GOLONGAN REMAJA
1.      REMAJA PUTERA
1 I Haiizir Rizki Amirruddin Kota Langsa
2 II Arsi Yallah Kabupaten Pidie
3 III Muhammad Siddiq Kabupaten Pidie Jaya
4 HARAPAN I Ahmad Muzayyinul Asyir Kabupatn Aceh Besar
5 HARAPAN II Syahrul Gunawan Kabupaten Aceh Jaya
6 HARAPAN III M. Ihsan Kota Lhokseumawe
2.      REMAJA PUTERI
1 I Kharani Kabupaten Aceh Utara
2 II Yasarah Kabupaten Aceh Tengah
3 III Naqia Kota Banda Aceh
4 HARAPAN I Mildawati Kabupaten Aceh Singkil
5 HARAPAN II Nazhirah Kabupaten Aceh Jaya
6 HARAPAN III Naila Azura Kabupaten Aceh Barat Daya
D.    GOLONGAN DEWASA
1.      DEWASA PUTERA
1 I Ridwan Kabupaten Aceh Timur
2 II Muhammadin Kabupaten Gayo Lues
3 III Isfanni Kabupaten Bireun
4 HARAPAN I Suryadi Kota Lhokseumawe
5 HARAPAN II Mas Adi Kabupaten Aceh Selatan
6 HARAPAN III Novrijal Kabupaten Aceh Jaya
  2.      DEWASA PUTERI
1 I Nurazizah Kabupaten Nagan Raya
2 II Mutia Rahmah Kabupaten Pidie Jaya
3 III Farida Hanum Kabupaten Aceh Singkil
4 HARAPAN I Zikriatul Mahmudah Kota Subulussalam
5 HARAPAN II Farah Fajarna Kabupaten Pidie
6 HARAPAN III Dedek Nuweri Yolanda Kabupaten Aceh Selatan
E.     GOLONGAN TUNA NETRA
1.      TUNA NETRA PUTERA
1 I Thantawi Kabupaten Pidie
2 II Nurkhalis Kabupaten Aceh Besar
3 III Zulkarnain. T Kabupaten Aceh Barat
4 HARAPAN I Slamet Riyadi Kabupaten Aceh Tamiang
5 HARAPAN II Akram Kota Banda Aceh
6 HARAPAN III Edi Son Kabupaten Bener Meriah
2.      TUNA NETRA PUTERI
1 I Juariyah Kabupaten Aceh Besar
2 II Nurhayati Kabupaten Aceh Timur
3 III Novita Kabupaten Aceh Tamiang
4 HARAPAN I Faulisma Fidar Kabupaten Aceh Tengah
5 HARAPAN II Nafsiah Kabupaten Aceh Utara
6 HARAPAN III Sri Maisuri Kabupaten Aceh Selatan
CABANG QIRA’AH SAB’AH
A.    GOLONGAN MURATTAL REMAJA
1.      MURATTAL REMAJA PUTERA
1 I Mawardi Kabupaten Simeulue
2 II Mukhairir Fikri Ihsan Kabupaten Aceh Singkil
3 III M. Iqbal Ilyus Fikar Kabupaten Aceh Barat Daya
4 HARAPAN I Muhammad Razif Kabupaten Pidie
5 HARAPAN II Abdul Qadir Jailani Kabupaten Aceh Besar
6 HARAPAN III Ibnu Hajar Kabupaten Aceh Timur
2.      MURATTAL REMAJA PUTERI
1 I Juraida Kabupaten Aceh Timur
2 II Wildatul Ukhya Kabupaten Pidie
3 III Tata Siska Marlinda Kabupaten Bireun
4 HARAPAN I Irma Muliani Kabupaten Simeulue
5 HARAPAN II Khairina Kabupaten Nagan Raya
6 HARAPAN III Riza Mawilda Ulfa Kabupaten Aceh Singkil
B.     GOLONGAN MUJAWWAD REMAJA
1.      MUJAWWAD REMAJA PUTERA
1 I Muhammad Azwar Husni Kabupaten Aceh Tenggara
2 II Fayyad Autami F Kota Banda Aceh
3 III M. Siddiq Kota Lhokseumawe
4 HARAPAN I Riski Candera Kabupaten Simeulue
5 HARAPAN II Ihyauddin Kabupaten Pidie
6 HARAPAN III Muhammad Giffari Kabupaten Aceh Tamiang
2.      MUJAWWAD REMAJA PUTERI
1 I Waliya Mursyida Kabupaten Aceh Selatan
2 II Marvirah Kabupaten Aceh Besar
3 III Ramita Irma Kabupaten Simeulue
4 HARAPAN I Zakkiya Syahda Kota Banda Aceh
5 HARAPAN II Mutia Rahmah Kabupaten Bireun
6 HARAPAN III Karri Aita Kabupaten Aceh Barat Daya
C.    GOLONGAN MURATTAL DEWASA
1.      MURATTAL DEWASA PUTERA
1 I Muhammad Noval Kabupaten Pidie
2 II Miftahul Khairi Kabupaten Ach Singkil
3 III Julian Firdaus Kabupaten Aceh Besar
4 HARAPAN I Nabhani Akbar Kota Banda Aceh
5 HARAPAN II Ambia Kabupaten Gayo Lues
6 HARAPAN III Jamaluddin Kabupaten Aceh Utara
2.      MURATTAL DEWASA PUTERI
1 I Syarifah Zuraida Kabupaten Aceh Timur
2 II Lina Kabupaten Aceh Barat Daya
3 III Lidasmita Kabupaten Simeulue
4 HARAPAN I Nurhanifah Kabupaten Pidie
5 HARAPAN II Intan Marjani Kota Banda Aceh
6 HARAPAN III Zahratun Aina Is Kota Lhokseumawe
D.    GOLONGAN MUJAWWAD DEWASA
1.      MUJAWWAD DEWASA PUTERA
1 I Zul Aqli Kabupaten Aceh Besar
2 II M. Yanis Kabupaten Aceh Utara
3 III Munandar Kabupaten Pidie
4 HARAPAN I Sahida Asaluddin Kabupaten Aceh Timur
5 HARAPAN II Fudail Zubairi Kota Banda Aceh
6 HARAPAN III Miskardi Sebayang Kabupaten Aceh Selatan
2.      MUJAWWAD DEWASA PUTERI
1 I Nurul Hayati Kabupaten Aceh Timur
2 II Fikriatinnur Kota Subulussalam
3 III Ikramatul Fitri Kabupaten Aceh Utara
4 HARAPAN I Salbiyah, S.Pd.I Kabupaten Pidie
5 HARAPAN II Putri Hidayati Ad Kesuma Kabupaten Aceh Besar
6 HARAPAN III Sui Haryati Kabupaten Aceh Singkil
CABANG HIFZIL AL-QUR’AN
A.    GOLONGAN 1 JUZ DAN TILAWAH
1.      1 JUZ DAN TILAWAH PUTERA
1 I Muhammad Farisi Kabupaten Aceh Timur
2 II M. Ammar Fathani Kabupaten Aceh Besar
3 III Muhammad Raja Furqan Kabupaten Pidie
4 HARAPAN I Dhiyaus Syahmi Kabupaten Nagan Raya
5 HARAPAN II M. Pasya Kota Banda Aceh
6 HARAPAN III Sahlun Nazah Sihaf Kota Subulussalam
2.      1 JUZ DAN TILAWAH PUTERI
1 I Sirratul Ummah Kabupaten Aceh Timur
2 II Salsabil Kabupaten Aceh Jaya
3 III Tina Faradisa Kabupaten Aceh Besar
4 HARAPAN I Rahila Syakira Kota Banda Aceh
5 HARAPAN II Fatihah Nenofaria Kabupaten Aceh Selatan
6 HARAPAN III Luqia Salwa Kabupaten Pidie
B.     GOLONGAN 5 JUZ DAN TILAWAH
1.      5 JUZ DAN TILAWAH PUTERA
1 I Khalilulrahmn Kabupaten Aceh Timur
2 II Sayed Musyraf Kabupaten Aceh Besar
3 III Muhammad Khadafi Kabupaten Nagan Raya
4 HARAPAN I Muhammad Akram Muntadha Kota Banda Aceh
5 HARAPAN II M. Aulia Firdaus Kota Langsa
6 HARAPAN III Muhammad Fauzan Kota Lhokseumawe
2.      5 JUZ DAN TILAWAH PUTERI
1 I Sahula Ruzni Kabupaten Aceh Timur
2 II Lathifatul Yusra Kabupaten Aceh Jaya
3 III Nasywa Fawwaza Kota Lhokseumawe
4 HARAPAN I Nahzatusy Syima Kabupaten Aceh Besar
5 HARAPAN II Raudhatul Jannah Kabupaten Aceh Selatan
6 HARAPAN III Selvia Kabupaten Aceh Utara
C.    GOLONGAN 10 JUZ
1.      10 JUZ PUTERA
1 I Uli Satria Kabupaten Nagan Raya
2 II M. Ghufran Zakira Kota Subulussalam
3 III T. M. Syuhada Kabupaten Aceh Besar
4 HARAPAN I Muammar Al Fachri Kabupaten Aceh Tamiang
5 HARAPAN II Muhammad Riski Kota Lhokseumawe
6 HARAPAN III Safirul Haq Almuhtadi Kota Banda Aceh
2.      10 JUZ PUTERI
1 I Siti Nurhalimah Kabupaten Aceh Jaya
2 II Cut Winda Sari Kota Lhokseumawe
3 III Nabilatul  Adawiyah Kabupaten Pidie
4 HARAPAN I Amira Sausan Karima Kabupaten Aceh Besar
5 HARAPAN II Rizka Mardhatillah Kabupaten Aceh Singkil
6 HARAPAN III Nazifa Salsabila Kabupaten Aceh Tamiang
D.    GOLONGAN 20 JUZ
1.      20 JUZ PUTERA
1 I Muhammad Safwan Kabupaten Aceh Besar
2 II Habibullah Kota Lhokseumawe
3 III Ulil Azmi Kabupaten Aceh Barat
4 HARAPAN I Aufa Aulia Dhahirul Kabupaten Pidie
5 HARAPAN II Ahmad Raisuni Kabupaten Aceh Utara
6 HARAPAN III Saidul Akbar Kabupaten Aceh Timur
2.      20 JUZ PUTERI
1 I Annisa Salsabila Kabupaten Aceh Tamiang
2 II Farhataniah Kabupaten Pidie
3 III Wirna Melayu Kota Subulussalam
4 HARAPAN I Urwatul Wusqa Kota Banda Aceh
5 HARAPAN II Athifah Alfitrah Bazia Kota Lhokseumawe
6 HARAPAN III Saskia Hadisti Umri Kabupaten Aceh Utara
E.     GOLONGAN 30 JUZ
1.      30 JUZ PUTERA
1 I Misbahul Munawar Kota Banda Aceh
2 II Muhammad Rizky Ananda Kabupaten Aceh Besar
3 III Suyandi Kabupaten Aceh Timur
4 HARAPAN I Harwalis Kabupaten Aceh Utara
5 HARAPAN II Faiz Muarif Kota Lhokseumawe
6 HARAPAN III Muhammad Khalil Kabupaten Pidie
2.      30 JUZ PUTERI
1 I Niswatul Birra Kabupaten Aceh Utara
2 II Mauliz Juliantika Kota Lhokseumawe
3 III Nayla Zakiya Kabupaten Aceh Tamiang
4 HARAPAN I Rek Fransiska Kota Langsa
5 HARAPAN II Minnatul Maula Kabupaten Aceh Besar
6 HARAPAN III Salsabila Chairunnissa Kota Banda Aceh
CABANG TAFSIR AL-QUR’AN
A.    GOLONGAN TAFSIR BAHASA ARAB
1.      BAHASA ARAB PUTERA
1 I Dolly Isma Indra Kota Subulussalam
2 II Ammar Al-Hafizh Kabupaten Nagan Raya
3 III Ronald Hilman Randy Kota Sabang
4 HARAPAN I Muhammad Aziz Kabupaten Aceh Utara
5 HARAPAN II Muammar Thaibi Kabupaten Pidie Jaya
6 HARAPAN III Thariq Nabiliansyah Kabupaten Aceh Tamiang
2.      BAHASA ARAB PUTERI
1 I Aisyah Izzatul Muslimah Kota Lhokseumawe
2 II Siti Fatimatuzzahra Kabupaten Aceh Besar
3 III Ghina Sakinah Kabupaten Aceh Utara
4 HARAPAN I Muthmainnah Hafizhah Kota Banda Aceh
5 HARAPAN II Mistura Kabupaten Pidie
6 HARAPAN III Zuhra Intan Kabupaten  Nagan Raya
B.     GOLONGAN TAFSIR BAHASA INGGRIS
1.      BAHASA INGGRIS PUTERA
1 I M. Ikram Abdul Aziz Kota Banda Aceh
2 II Syarifuddin Kabupaten Aceh Utara
3 III Muhammad Maulidin Kabupaten Aceh Timur
4 HARAPAN I Muhammad Abrar Kabupaten Aceh Besar
5 HARAPAN II Maksalmina Kabupaten Pidie
6 HARAPAN III Satria M. Rambe Kabupaten Aceh Tamiang
2.      BAHASA INGGRIS PUTERI
1 I Aqmarina Assarah Kabupaten Aceh Besar
2 II Nurul Husna Kabupaten Aceh Timur
3 III Nanda Anni Safitri Kabupaten Aceh Utara
4 HARAPAN I Rita Musfira Kabupaten Bireun
5 HARAPAN II Musyarrafah Itsnaini Kabupaten Aceh Tamiang
6 HARAPAN III Syarifah Maisarah Kota Langsa
C.    GOLONGAN TAFSIR BAHASA INDONESIA
1.      BAHASA INDONESIA PUTERA
1 I Agus Rizal Kabupaten Aceh Utara
2 II Ferdiansyah Kota Banda Aceh
3 III Aslim Kabupaten Aceh Timur
4 HARAPAN I Muhammad Zarqali Kota Langsa
5 HARAPAN II Afdhal Mufassir Kabupaten Aceh Besar
6 HARAPAN III Hamidi Kabupaten Pidie Jaya
2.      BAHASA INDONESIA PUTERI
1 I Siti Aisyah Kabupaten Aceh Selatan
2 II Gusti Araini Kabupaten Aceh Tengah
3 III Riza Wahyuni Kabupaten Aceh Utara
4 HARAPAN I Rahmati Kabupaten Aceh Besar
5 HARAPAN II Siti Sarah Kota Lhokseumawe
6 HARAPAN III Cut Ulya Affina Kota Banda Aceh
  CABANG FAHMIL QUR’AN
  1.      FAHMIL QUR’AN PUTERA
1 I Muhammad Qurratul Ilham Kabupaten Aceh Besar
2 II Muammar, Alfi Syahril, Muhammad Naufal Kabupaten Pidie
3 III Riadi Musli, Attariq Husin, Muhammad Irham Kabupaten Simeulue
4 HARAPAN I Lazuardi  Maulana, Muhammad Yusuf, Safwan Kabupaten Aceh Tenggara
5 HARAPAN II Dharma Ferlanda, Abdi Herlana, Sarmansyah Kabupaten Aceh Singkil
6 HARAPAN III Sayyid Muhibullah, Ahmad Fathin, Dzaky Kota Banda Aceh
2.      FAHMIL QUR’AN PUTERI
1 I Siti Nabila, Iin Zakiratul Fadhillah, Vinniyya Kabupaten Aceh Besar
2 II Siti Ayu Musfirah, Dwii Mutia Tasnariski, Nur Kabupaten Aceh Tamiang
3 III Rusdiana Saldi, Syifa Annajwa, Elisa Putri Kabupaten Aceh Tengah
4 HARAPAN I Nabila, Asyifa Raudhatul Ulya Kota Banda Aceh
5 HARAPAN II Sapiah, Eka Sassila, Eni Hafizhah Kabupaten Ceh Singkil
6 HARAPAN III Fitri Ramadina, Amirah Balqis, Rahmi Susanti Kabupaten Aceh Jaya
CABANG SYARHIL QU’AN
1.      SYARHIL QUR’AN PUTERA
1 I Muhammad Dhafa Kabupaten Nagan Raya
2 II Abid Firjatullah Kota Banda Aceh
3 III Akbar Miswari Kabupaten Aceh Utara
4 HARAPAN I Hasan Albanna Kabupaten Aceh Besar
5 HARAPAN II Ferdian Anugrah Pohan Kota Sabang
6 HARAPAN III Siraj Alhaq Alfiqary Kota Langsa
2.      SYARHIL QUR’AN PUTERI
1 I Rana Sulthanah Kabupaten Aceh Besar
2 II Rahmatillah Kota Banda Aceh
3 III Jelsy Yuliza Kabupaten Nagan Raya
4 HARAPAN I Orisa Sativa Kabupaten Simeulue
5 HARAPAN II Aula Syukria Rahmah Kabupaten Aceh Barat Daya
6 HARAPAN III Hadhiratul Ghaida Kabupaten Pidie
CABANG KHATH AL-QUR’AN
A.    GOLONGAN NASKAH (PENULISAN BUKU)
1.      NASKAH PUTERA
1 I Nukman Kabupaten Aceh Utara
2 II Khalid Kabupaten Aceh Timur
3 III Zikrullah Kabupaten Aceh Besar
4 HARAPAN I Zeki Zulkarnain Kota Subulussalam
5 HARAPAN II Mukhlis Kabupaten Pidie
6 HARAPAN III Sahri Nura Kabupaten Aceh Tengah
2.      NASKAH PUTERI
1 I Anina Kabupaten Nagan Raya
2 II Dian Fitri Andriyani Kabupaten Aceh Tengah
3 III Mahyani Kabupaten Aceh Utara
4 HARAPAN I Fajriani Kabupaten Aceh Besar
5 HARAPAN II Nova Syahputri Kabupaten Aceh Singkil
6 HARAPAN III Nuryanti Bancin Kota Subulussalam
B.     GOLONGAN HIASAN MUSHAF
1.      HIASAN MUSHAF PUTERA
1 I Munawir Kota Lhokseumawe
2 II Wahyu Al-Hudaya Kota Langsa
3 III Muhammad Zikrullah Kabupaten Pidie
4 HARAPAN I Mu’adz Kabupaten Bireun
5 HARAPAN II Saddam Iswanil Kabupaten Aceh Besar
6 HARAPAN III Aulia Fahnur Kabupaten Aceh Utara
2.      HIASAN MUSHAF PUTERI
1 I Zunfikriah Kabupaten Aceh Utara
2 II Ti Sapura Kabupaten Aceh Timur
3 III Yana Rahmayani Kabupaten Aceh Tengah
4 HARAPAN I Murni Putri Afrilya Kabupaten Aceh Besar
5 HARAPAN II Putri Sovia Kabupaten Nagan Raya
6 HARAPAN III Sri Agustina Kabupaten Pidie
C.    GOLONGAN DEKORASI
1.      DEKORASI PUTERA
1 I Syeh Marzawi Kabupaten Aceh Utara
2 II Amrizal Kabupaten Pidie
3 III Syahrul Mubarraq Kota Banda Aceh
4 HARAPAN I Teja Ramadhani Kabupaten Aceh Timur
5 HARAPAN II Eidi Wisma Kabupaten Nagan Raya
6 HARAPAN III Akhirul Bahri Kabupaten Aceh Tamiang
2.      DEKORASI PUTERI
1 I Willa Yasfiaka Kabupaten Aceh Besar
2 II Siti Aisyah Kabupaten Aceh Singkil
3 III Raihan Hayati Kabupaten Bireun
4 HARAPAN I Ayunning Tyas Wulandari Kota Banda Aceh
5 HARAPAN II Cut Mutiah Kabupaten Aceh Timur
6 HARAPAN III Khairiah Kota Subulussalam
D.    GOLONGAN KONTEMPORER
1.      KONTEMPORER PUTERA
1 I Hanif Maulazi Kabupaten Pidie
2 II Rival Murviadi Kabupaten Aceh Jaya
3 III Andrian Saiful Adli Nst Kota Subulussalam
4 HARAPAN I Khairuddin Kabupaten Aceh Barat
5 HARAPAN II Khairullah Kabupaten Aceh Besar
6 HARAPAN III Ilyas Kabupaten Aceh Timur
2.      KONTEMPORER PUTERI
1 I Ermi Daini Kabupaten Aceh Tengah
2 II Sri Gustiani, S.Kom Kota Langsa
3 III Syarifah Humaira Kota Banda Aceh
4 HARAPAN I Citra Sari Ujung Kota Subulussalam
5 HARAPAN II Ahsanu Amala Kabupaten Aceh Besar
6 HARAPAN III Maulidia Kabupaten Pidie Jaya
CABANG MUSABAQAH MAKALAH AL-QUR’AN (MMQ)
1.      MMQ PUTERA
1 I Mauliza Akbar Kabupaten Aceh Besar
2 II Muhammad Ichsan Adnan Kota Banda Aceh
3 III Juanda Kabupaten Aceh Utara
4 HARAPAN I Muammar Kabupaten Pidie
5 HARAPAN II Junaidi Kota Subulussalam
6 HARAPAN III Muhammad Agus Andika Kabupaten Aceh Timur
2.      MMQ PUTERI
1 I Maulida Kabupaten Aceh Besar
2 II Rial Muharni Kota Banda Aceh
3 III Fathin Rahma Fawwaza Kota Lhokseumawe
4 HARAPAN I Nisa Ulfahayati Kabupaten Aceh Utara
5 HARAPAN II Sry Wahyuni Kota Subulussalam
6 HARAPAN III Mayza Raihana Kabupaten Pidie

 

The post Pidie Sebagai Tuan Rumah Raih Peringkat 4 Pada Penutupan MTQ XXXIV Tadi Malam appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Akbar Miswari Peserta MTQ Nasional Tahun 2018, Kembali Tampil Memukau di Final MTQ XXXIV Pidie

Kamis, 26 September 2019
Arif Rizkil Ula (kanan) sebagai sari tilawah, Akbar Miswari (tengah)sebagai pensyarah dan M. Zikrillah (kiri) sebagai tilawah final cabang syarhil di Alun-alun, sigli (26/09/2019) Pagi.

Arif Rizkil Ula (kanan) sebagai sari tilawah, Akbar Miswari (tengah)sebagai pensyarah dan M. Zikrillah (kiri) sebagai tilawah final cabang syarhil di Alun-alun, sigli (26/09/2019) Pagi.

Dinas Syariat Islam Aceh – Final cabang syarhil putra dan putri dilksanakan di alun-alun, sigli pada Kamis (25/09/2019) pagi. Peserta putra yang lolos ke final ialah kafilah Banda Aceh, Nagan Raya, dan Aceh Utara. Sementara di kelompok putri, yang masuk final ialah kafilah Nagan Raya, Banda Aceh, dan Aceh Besar.

Cabang syarhil merupakan saah satu cabang yang ramai dikunjungi masyarakat, bahkan ketika salah satu penampilan peserta yang menyampaikan pidato tentang politik membuat para pengunjung sangat bersemangat menyimak. Salah satu kafilah yang lolos final cabang syarhil putra yaitu Akbar Miswari yang juga merupakan peserta MTQN tahun lalu, ia memberikan penampilan terbaiknya pada final tadi.

Salah satu kunci keberhasilan adalah doa, usaha dan ibadah, 3 dimensi tersebut tidak boleh lepas dari setiap peserta Musabaqah. Ujar Akbar saat diwawancarai.

Akbar menambahkan argumennya bahwa dalam setiap perlombaan tentu adanya kegagalan, tapi yakinlah bahwa kegagalan itu bisa melahirkan 1000 hikmah, dan setiap kekalahan bisa membuka 1000 pintu kebahagiaan.

“Terimakasih untuk pemerintah Aceh yang telah sungguh-sungguh memfasilitasi kami dalam berkaya di tanah kelahiran kami, semoga kepedulian Pemerintah Aceh terhadap Syiar Al-Quran tidak hanya terlepas dari tugas kantor selaku pejabat, tapi juga terlepas dari kewajiban yang Allah berikan kepada kita, semoga mendapat balasan yg berlimpah untuk kita semua” Tutup Akbar

The post Akbar Miswari Peserta MTQ Nasional Tahun 2018, Kembali Tampil Memukau di Final MTQ XXXIV Pidie appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

DSI Aceh Terima Audiensi Flower Aceh

Kamis, 26 September 2019
DSI Aceh saat menerima audiensi dari Flower Aceh di ruang rapat UPTD PPQ pada Rabu (25/9/2019) pagi.

DSI Aceh saat menerima audiensi dari Flower Aceh di ruang rapat UPTD PPQ pada Rabu (25/9/2019) pagi.

Dinas Syariat Islam – Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh, Dr. Emk Alidar, S. Ag. M. Hum yang diwakili oleh Kepala Bidang Bina Hukum dan Hak Asasi Manusia, Husni, M. Ag mengatakan pelaksanaan syariat Islam di Aceh masih banyak hambatan, tantangan dan kekurangan yang dihadapi di lapangan namun kita akan terus memperbaikinya sehingga menjadi contoh bagi provinsi lain dalam mewujudkan penerapan syariat Islam secara menyeluruh.

“Penerapan syariat Islam di Aceh sudah berjalan selama 19 tahun, namun kita masih banyak menemui hambatan dan kendala yang terjadi di lapangan baik dari segi qanun maupun implementasinya, kita akan terus membenahinya sehingga Aceh nantinya dapat menjadi model bagi provinsi lain yang ingin mengikuti jejak Aceh dalam pelaksanaan syariat Islam”, tutur Husni, di ruang rapat UPTD PPQ, Rabu (25/9/2019), pada saat menerima audiensi dari Flower Aceh.

Audiensi tersebut dalam rangka memenuhi undangan dari aktivis Flower Aceh terkait dengan penerapan hukuman cambuk di Aceh yang dianggap masih belum memberikan rasa keadilan bagi korban pemerkosaan/pelecehan seksual anak di bawah umur, belum ada rehabilitasi yang berarti bagi korban pemerkosaan untuk memulihkan rasa trauma, belum adanya pengelolaan anggaran denda oleh Baitul Mal untuk korban pemerkosaan, dan kurangnya edukasi bagi aparatur gampong supaya memahami tentang qanun jinayat, serta persoalan-persoalan krusial lain yang dihadapi masyarakat Aceh saat ini.

Husni mengatakan bahwa Pemerintah Aceh khususnya DSI Aceh terus berupaya memberi penguatan terhadap pelaksanaan syariat Islam. Pemerintah, masyarakat dan person (keluarga) harus saling bersinergi dalam mencari solusi dari permasalahan penerapan syariat Islam di Aceh sehingga dengan dukungan setiap elemen diharapkan semua tatanan kehidupan dan jalannya pemerintahan di Aceh berdasarkan tuntunan syariat Islam.

Selain itu, Kata Kabid Bina Hukum dan HAM, DSI Aceh akan menempuh beberapa langkah terkait persoalan yang disampaikan oleh Flower Aceh antara lain melakukan evaluasi terhadap qanun jinayat sehingga nanti bisa direvisi, menyisir aturan turunan yang belum tertampung dalam qanun jinayat, memperhatikan masukan-masukan dari setiap elemen sehingga penegakan syariat Islam dapat berjalan semakin sempurna, mengakomodir keresahan-keresahan yang terjadi masyarakat selama ini serta mengedukasi masyarakat Aceh dalam kaitan penerapan syariat Islam.

Husni menambahkan saat ini DSI Aceh sedang merampungkan penerapan syariat Islam dalam bingkai “Grand Design”. Grand Design tersebut diharapkan dapat mewujudkan seluruh aspek tatanan pemerintahan dan kemasyarakatan Aceh yang bernafaskan syariat Islam.

Turut hadir dalam audiensi tersebut Husni, M. Ag (Kabid Bina Hukum dan HAM), Dr. Fikri Sulaiman Lc (Kasi Perundang-undangan Syariat Islam), Hasbi, SH (Kasi Bimbingan dan Pengawasan Pelaksanaan Hukum Syariat), Salfina Ulfa (Flower Aceh), Faisal Hadi (Kontras Aceh) dan sejumlah tamu lainnya. (Lilis Suriani)

The post DSI Aceh Terima Audiensi Flower Aceh appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.