Indeks Berita

48 Hakim MTQ Ikut Bimtek

Jumat, 19 Juli 2019
Drs. Abdus Syukur, M. Ag saat sedang memberikan materi pada kegiatan bimbingan teknis tenaga pelatih/juri tilawatil Qur'an yang berlangsung pada tanggal 15 s.d 17 Juli 2019 yang berlangsung di hotel Grand Aceh, Banda Aceh.

Drs. Abdus Syukur, M. Ag saat sedang memberikan materi pada kegiatan bimbingan teknis tenaga pelatih/juri tilawatil Qur’an yang berlangsung pada tanggal 15 s.d 17 Juli 2019 yang berlangsung di hotel Grand Aceh, Banda Aceh.

Banda Aceh – Sebanyak 48 orang hakim Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV Provinsi Aceh mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) dewan hakim musabaqah, di Grand Aceh Hotel Banda Aceh, 15-17 Juli. Bimtek tersebut merupakan persiapan pelaksanaan MTQ Provinsi Aceh yang dijadwalkan berlangsung September mendatang di Sigli.

Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh diwakili Sekretaris Dinas Drs Darjalil dalam sambutannya mengatakan, bimtek dewan hakim MTQ untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan dan kapasitas hakim pada MTQ tingkat Aceh itu.

Dikatakan seorang hakim dalam MTQ menduduki posisi sentral MTQ dalam memberikan penilaian kepada peserta. Untuk itu independensi dan profesionalisme hakim sangat dituntut dalam aktivitas perhakiman di ajang musabaqah. Seiring perkembangan zaman, perubahan standarisasi penilaian juga mengalami perubahan, makanya hakim MTQ harus dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini.

DSI Aceh, ungkap Darjalil, terus meningkatkan berbagai keterampilan dewan hakim, baik berupa bimtek, pelatihan dan studi penguatan kapasitas hakim MTQ ke luar daerah. Karena disamping sebagai hakim juga sebagai pelatih peserta saat mengikuti MTQ. Hal ini diperlukan, mengingat pelaksanaan MTQ sudah menjadi kegiatan rutin setiap tahun. Mulai dari tingkat ganpong, kecamatan, kabupaten maupun provinsi.

Bahkan, setiap tahun Aceh juga selalu mengirim peserta untuk mengikuti MTQ/STQ tingkat nasional dan internasional. Tidak hanya itu, agar hakim MTQ memiliki profesionalitas dan integritas akan dibuat sertifikasi. “Rekrutmen hakim MTQ juga akan dilakukan secara transparan dengan membuka uji kompetensi. Bagi yang lulus kompetensi dan mendapat sertifikasi, layak sebagai hakim MTQ,” ujar Darjalil.

Sebelumnya kepala UPTD Pengembangan dan Pemahaman Al-Qur’an, Drs Tgk H Ridwan Johan dalam laporannya menyampaikan, bimtek dewan hakim MTQ dilaksanakan selama tiga hari yang diikuti 48 orang utusan kabupaten/kota se-Aceh. Pada bimtek ini dibahas berbagai teknis perhakiman seluruh cabang yang akan dimusabaqahkan pada MTQ Provinsi.

Adapun yang menjadi pemateri antara lain, para hakim MTQ yang sudah memiliki pengalaman baik tingkat provinsi maupun nasional, sehingga kegiatan bimtek dewan hakim MTQ benar-benar dapat memberikan pengetahuan dan informasi baru bagi dewan hakim MTQ.(rel/mis)

Sumber : Serambi Indonesia

The post 48 Hakim MTQ Ikut Bimtek appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Memaknai Terbitnya PP Pendidikan Tinggi Keagamaan 

Jumat, 19 Juli 2019
Presiden Jokowi kembali menunjukkan keberpihakannya terhadap perkembangan pendidikan tinggi keagamaan. Pada akhir periode pemerintahan jilid pertamanya, Presiden telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2019 tentang Pendidikan Tinggi Keagamaan (PTK) per 3 Juli 2019.

Dirjen: Keberangkatan Jemaah Haji Gelombang I Berjalan Lancar

Jumat, 19 Juli 2019
Jakarta (Kemenag) – Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama M Nizar mengatakan, hingga saat ini fase keberangkatan Jemaah haji gelombang I ke Tanah Suci berjalan lancar. “Sejauh ini tidak ada kendala yang berarti selama proses pemberangkatan jemaah Haji gelombang I, hanya persoalan yang terkait jemaah Haji di Jawa Barat serta permasalahan yang terjadi pada jemaah UPG 14 Makassar, namun permasalahan tersebut telah terselesaikan” tandas Dirjen saat bertemu awak media di Jakarta, Kamis (19/07). Menurutnya, pemberangkatan jemaah haji gelombang I berakhir pada tanggal 19 Juli 2019, selanjutnya jemaah haji gelombang II akan diberangkatkan mulai tanggal 20 Juli 2019. Kuota jemaah haji Indonesia tahun 1440 H / 2019 M sejumlah 231.000 orang, kuota tersebut berasal dari kuota utama sebanyak 221.000 orang dan kuota tambahan sebanyak 10.000 orang. “Adanya kuota tambahan ini berdampak pada penambahahn jumlah kloter sebanyak 18 kloter yang semula 511 menjadi 529 kloter,” ujarnya.  Hingga pukul 04.37waktu Arab Saudi tangal 19 Juli 2019, Jemaah yang sudah tiba di Tanah Suci berjumlah 84.374 jemaah atau 208 kloter. Sementara Jemaah yang wafat berjumlah 7 jemaah.  (nisa/sarah).

Kedatangan Jemaah Haji Gelombang Kedua Dimulai 20 Juli

Jumat, 19 Juli 2019
Makkah (Kemenag) --- Jemaah haji gelombang kedua akan mulai memasuki Arab Saudi, pada 20 Juli 2019 lusa. Tak seperti gelombang pertama yang mendarat di Bandara AMMA Madinah, jemaah haji gelombang kedua akan mendarat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. 

Ibadah di Makkah Perlu Energi, di Bir Ali Jemaah Risti Boleh Niat Ihram di Bus

Kamis, 18 Juli 2019
Madinah (Kemenag) --- Ketika tiba di Bir Ali, jemaah haji risiko tinggi dan lanjut usia diperbolehkan niat ihram di dalam bus.

Madari Terpilih Ketua Umum Asosiasi Penghulu Republik Indonesia

Kamis, 18 Juli 2019
Bogor (Kemenag) --- Musyawarah pembentukan organisasi profesi penghulu yang dihelat 16 - 18 Juli 2019 di Bogor berhasil menyelesaikan semua agendanya, termasuk memilih Ketua Umum Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI), organisasi profesi penghulu yang telah disepakati.

Kemenag Siapkan Beasiswa untuk Dosen Pendidikan Agama Islam

Kamis, 18 Juli 2019
Tangerang Selatan (Kemenag) --- Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama mulai tahun ini menyiapkan beasiswa bagi dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) di perguruan tinggi umum (PTU). 

Tiga Aktifitas Utama Jemaah di Tanah Suci

Kamis, 18 Juli 2019
Madinah (Kemenag) --- Jemaah haji mulai berdatangan di tanah suci, Pengendali Teknis Bina Ibadah, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Oman Faturrahman menjelaskan bahwa ada tiga aktifitas utama jemaah haji di tanah suci.

Evaluasi Kinerja Triwulan II, Sekjen Soroti Pengelolaan BMN

Kamis, 18 Juli 2019
Makassar (Kemenag) --- Biro Organisasi dan Tata Laksana Setjen Kemenag kembali menggelar evaluasi capaian kinerja triwulan II tahun 2019. Evaluasi tahap kedua ini melibatkan 13 Kanwil Kemenag Provinsi dan berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan. 

Kemenag Inventaris Persoalan Krusial Dibalik RUU Pesantren

Kamis, 18 Juli 2019
Jakarta (Kemenag)--Kementerian Agama kembali menggelar rapat koordinasi melalui Focus Group Discussion (FGD) bersama instansi dan lembaga terkait guna membahas Rancangan Undang Undang Pesantren. FGD ini diinisiasi oleh Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri Kemenag

Romansa Kakek Mahmud dan Mak Cum di Tanah Suci

Kamis, 18 Juli 2019
Madinah (Kemenag) ---- Pasangan suami istri Mahmud Sopamena (87 th) dan Kalsum Litiloli (75 th) menggegerkan terminal kedatangan bandara Madinah, Selasa (16/7) sekitar pukul 11.00 waktu Arab Saudi (WAS). 

80 Siswa Ikuti Madrasah Aliyah 4.0 Leadership Boothcamp

Kamis, 18 Juli 2019
Bogor (Kemenag)  ---  80 siswa yang merupakan  pengurus OSIS Madrasah se-Jabodetabek mengikuti Madrasah Aliyah 4.0 Leadership Boothcamp, di  Bogor, Jawa Barat. 

Sambangi Kantor Daker Makkah, AM Fachir: Saya Nostalgia

Kamis, 18 Juli 2019
Makkah (Kemenag) --- Menjadi bagian Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) seringkali membawa kesan tersendiri bagi seseorang. Begitu juga yang dirasakan Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Abdurrahman Mochamad Fachir. 

Kepala UPTD PPQ Drs. Ridwan Johan Kembali Terpilih Sebagai Petugas Haji Tahun 2019

Kamis, 18 Juli 2019

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh DR. EMK. Alidar, S. Ag. M. Hum yang di dampingi Sekretaris DSI Aceh Drs. Darjalil Sedang Menepung Tawari (Peusijuk) Bapak Drs. Ridwan Johan yang merupakan Jamaah sekaligus Petugas Haji Tahun 2019 di Mushalla Assalam (17/07/19).

Dinas Syariat Islam Aceh – Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh, Dr EMK Alidar, S.Ag, M.Hum didampingi  Sekretaris DSI Aceh Drs Darjalil, “mempeusijuk” atau menepung tawari  jamaah calon haji (JCH) di lingkungan DSI Aceh, bertempat Mushalla As-Salam, Rabu (17/07/19). Acara tersebut dihadiri oleh pejabat serta segenap karyawan/karyawati di jajaran DSI Aceh.

Pada kesempatan tersebut Drs. Ridwan Johan yang merupakan petugas yang dipilih tahun ini mengatakan kegiatan ini dilakukan dalam rangka silaturahmi dan saling maaf memaafkan antar karyawan DSI Aceh dan merupakan agenda rutin setiap tahunnya yang digelar jika ada karyawan DSI yang melaksanakan ibadah haji.

Ia melanjutkan dengan mengucapkan permintaan maaf kepada seluruh karyawan/karyawati DSI Aceh serta mohon doa restu untuk diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menjalankan tugas mendampingi jamaah dan juga ibadah haji.

Dalam kesempatan tersebut Dr EMK Alidar, S.Ag, M.Hum memberikan sambutan untuk acara pesijuk jamaah calon haji mengatakan “sebenarnya saya juga mengajukan proposal untuk petugas tahun ini, rupanya bapak Ridwan Johan yang dipanggil dan berkesempatan untuk berangkat mendampingi jamaah haji asal Aceh”

Selanjutnya Kadis DSI Aceh mengutarakan semoga Bapak Ridwan Johan diberikan kesehatan sehingga bisa melaksanakan tugas dengan baik, serta memperoleh haji yang mabrur dan kembali ke tanah air dengan selamat dan sehat.

Selanjutnya acara diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh bapak Muhibuthibri, S. Ag serta saling maaf memaafkan antara CJH dengan karyawan DSI Aceh sambil menikmati “bulukat” atau beras ketan kuning yang biasa di sajikan saat momen peusijuk CJH di Aceh.

The post Kepala UPTD PPQ Drs. Ridwan Johan Kembali Terpilih Sebagai Petugas Haji Tahun 2019 appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Hari Ke-12 Masa Operasional Haji, Jemaah Wafat Bertambah  Satu Orang

Kamis, 18 Juli 2019
Makkah (Kemenag) --- Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama, hingga Rabu (17/07) pukul 19.00 WAS, atau hari ke-12 masa operasional, tercatat sebanyak 75.089 jemaah beserta 925 petugas haji telah tiba di Arab Saudi. Mereka tergabung dalam 185 kelompok terbang (Kloter).

Rakor UKPBJ, Karo Umum Ingatkan Pokja Patuhi Ketentuan

Rabu, 17 Juli 2019
Denpasar (Kemenag) --- Biro Umum menggelar Rapat Koordinasi Unit Kerja Pengadaan Barang/jasa (UKPBJ) pada Kementerian Agama. Hadir, para Koordinator Wilayah UKPBJ Kanwil Kemenag Provinsi dan Kepala UKPBJ pada Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN). 

UIN Sunan Kalijaga Raih Emas Cabang Seni Puitisasi Al-Qur’an PIONIR IX 2019

Rabu, 17 Juli 2019
Malang (Kemenag) --- Kontingen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta meraih emas untuk cabang seni Puitisasi Al-Quran pada PIONIR ke IX tahun 2019 di Malang. Grand Final berlangsung di hall Lippo Plaza Kota Batu, Rabu (17/07).

Ratusan Peserta Lolos Seleksi S1 Al Azhar Mesir

Rabu, 17 Juli 2019
Jakarta (Kemenag) --- Seleksi calon mahasiswa baru program S1 ke Timur Tengah memasuki babak akhir. Kemenag mengumumkan bahwa 750 peserta dinyatakan lolos seleksi dan akan kukiah S1 di Al Azhar, Kairo, Mesir. 

KKHI Berlakukan Triase untuk Hindari Penumpukkan Jemaah Sakit

Rabu, 17 Juli 2019
Madinah (Kemenag) --- Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja Madinah berlakukan triase untuk hindari penumpukkan jemaah sakit.

251 Jemaah Haji Kunjungi KKHI, Sebagian Besar Alami Dehidrasi

Rabu, 17 Juli 2019
Madinah (Kemenag) --- Hingga hari ini (17/07) sebanyak 251 jemaah haji Indonesia telah mengunjungi Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah.

Bahas RUU, Dua Diksi Ini Disepakati Masuk Definisi Pesantren

Rabu, 17 Juli 2019
Jakarta (Kemenag) --- Kementerian Agama kembali gelar Focus Group Discussion (FGD) Rancangan Undang-Undang Pesantren. Pembahasan menyepakati definisi pesantren harus memuat diksi Islam rahmatan lil alamin dan komitmen kebangsaan NKRI.

Malam Gerhana, Jutaan Doa Dilangitkan di Hadapan Kakbah

Rabu, 17 Juli 2019
Makkah (Kemenag) --- Hati Dharmono (42) tak kuasa menahan haru. Selasa (16/07) malam, adalah salah satu malam yang amat ia impikan.Ia akan melaksanakan umrah wajib yang menjadi rangkaian perjalanan ibadah hajinya. Malam itu, dengan mengumandangkan talbiyah ia langkahkan kaki menuju Baitullah dari pemondokan di wilayah Raudhah, Makkah. Labbaik allah humma labbaik. Labbaika laa syarika laka labbaik.. Innal hamda wa ni’matalak, wal mulka laa syarikalak..

Nizami Taufik: Imam Meunasah Tidak Hanya Sebagai Imam Shalat Berjamaah Saja

Rabu, 17 Juli 2019

Kepala Bidang Penyuluhan Agama Islam dan Tenaga Dai Nizami Taufik SSos Saat Membuka Kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Imeum Meunasah dalam Pelaksanaan Syraiat Islam di Aula Grand Aceh Syariah Hotel, Banda Aceh, Selasa (16/7).

Dinas Syariat Islam Aceh – Imam Meunasah tidak hanya sebagai imam shalat berjamaah, namun juga sebagai seorang murabbi (pengajar) bagi jamaah yang datang ke Meunasah. Untuk itu dalam pandangan kami bahwa imam Meunasah mempunyai peran dan kedudukan sangat penting dalam membimbing masyarakat, terutama membimbing shalat berjamaah, penyampaian pesan-pesan dakwah dan lebih khususnya adalah menyampaikan informasi-informasi kepada masyarakat tentang pelaksanaan syariat Islam di Aceh sehingga masyarakat dapat memahami bahwa pemerintah Aceh terus berupaya dan bekerja keras agar pelaksanaan syariat Islam di Aceh benar-benar kaffah.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Syariat Islam Aceh yang diwakili oleh Kepala Bidang Penyuluhan Agama Islam dan Tenaga Dai Nizami Taufik SSos di Aula Grand Aceh Syariah Hotel, Banda Aceh, Selasa (16/7). Sebanyak 136 Imam Meunasah yang terbagi dalam 4 angkatan masing-masing 34 orang per angkatan yang berasal dari seluruh Kabupaten/Kota se-Aceh, diberi Pembekalan Peningkatan Kapasitas Imeum Meunasah guna menjadikan Imam Meunasah sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari bagi masyarakat.

Pada kesempatan itu Kepala Bidang Penyuluhan Agama Islam dan Tenaga Dai Nizami Taufik SSos menyampaikan bahwa, Kegiatan Pembekalan Peningkatan Kapasitas Imeum Meunasah Se-Aceh ini merupakan wujud nyata keterlibatan para umara dan ulama yaitu Imam Meunasah dalam penegakan syariat Islam di Aceh.

Ia menambahkan, Imam juga merupakan orang yang bertanggungjawab dalam kontek pemakmuran Meunasah sekaligus membina umat dalam peningkatan ibadah dan ketaqwaan kepada Allah Swt. Imam  tidak hanya sebagai orang yang di depan saja dalam pelaksanaan shalat fardhu tetapi juga sebagai pemimpin umat dalam berbagai kegiatan sosial keagamaan.

Selain itu, Nizami Taufik juga mengajak Imam Meunasah untuk terus berupaya memakmurkan Meunasah berupa kegiatan-kegiatan yang bersifat Tarbiyatun Ummah dan kegiatan sosial keagamaan lainnya.

Pembekalan Peningkatan Kapasitas Imam Meunasah se-Aceh Tahun 2019 bertujuan; 1)  Mewujudkan tokoh masyarakat yang profesional dan proporsional dalam melaksanakan tugas sehari-hari, 2) Terlatihnya insan kamil yang berkualitas dan profesional dengan menjunjung tinggi nilai-nilai dinul Islam sesuai dengan Qur’an dan Hadits, 3) Terwujudnya sosialisasi qanun syariat Islam, 4) Sebagai forum silaturrahmi dan komunikasi antar Tokoh Masyarakat.

 “Pembekalan Imam Meunasah ini difokuskan membuka cakrawala berfikir, pembinaan para kader, dan menjadikan Imam sebagai teladan serta sebagai sarana silaturahmi dan komunikasi dalam kehidupan bermasyarakat. Kita berharap melalui kegiatan ini Imam harus lebih serius dalam menyikapi persoalan-persoalan umat,” jelasnya.

“Pemerintah Aceh maupun Pemerintah Kabupaten Kota tentu tidak mungkin dapat melaksanakan tugas ini tanpa dukungan dari seluruh komponen masyarakat. Kami percaya bahwa kita yang hadir disini adalah orang-orang yang memiliki komitmen tinggi dan tekad yang kuat agar pelaksanaan Syariat Islam kaffah di Aceh dapat berjalan dengan baik dan sempurna,” tandasnya.

Taufik berharap kepada semua pihak untuk serius dalam mengikuti kegiatan Pembekalan Peningkatan Kapasitas Imam Meunasah Se-Aceh Tahun 2019 ini agar dapat terselenggara dengan baik sehingga dapat menambah wawasan, pengetahuan juga menjadi amal shaleh disisi Allah Swt.

The post Nizami Taufik: Imam Meunasah Tidak Hanya Sebagai Imam Shalat Berjamaah Saja appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Poligami Masih Sebatas Wacana

Rabu, 10 Juli 2019

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh DR EMK ALIDAR SAg MHum

Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh, Dr EMK Alidar SAg MHum, menegaskan bahwa rencana pelegalan poligami di Aceh yang diatur di dalam Rancangan Qanun Hukum Keluarga masih sebatas wacana yang berkembang dalam pembahasan di DPRA. Meski demikian, ia membenarkan draf rancangan qanun tersebut merupakan usulan pihaknya kepada DPRA.

“Itu masih sebatas wacana yang berkembang dari diskusi di DPRA dan itu menarik untuk didikusikan,” katanya kepada Serambi di Banda Aceh, Minggu (7/7).

Alidar mengakui, Rancangan Qanun Hukum Keluarga ini merupakan usulan DSI, mengingat ada hal-hal yang perlu dibuat khusus untuk Aceh, misalnya calon pengantin (catin) harus bisa baca Alquran dan harus bebas narkoba. Usulan tersebut diajukan pada tahun 2018, tetapi karena pembahasannya tertunda, maka dimasukkan ke tahun 2019 dalam prolegda (progam legislasi daerah) yang pengesahannya ditargetkan pada September nanti.

Alidar mengatakan, selain dua ketentuan baru tersebut, ketentuan-ketentuan lainnya di dalam draf rancangan qanun, termasuk soal poligami dan syarat-syaratnya, merujuk pada ketentuan yang terdapat di dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam (KHI).

“Jadi yang diangkat di media itu adalah perkembangan dalam pembahasan di DPRA yang agak berbeda dengan usulan kami. Saya tidak tahu soal itu, karena pembahasan terakhir sekitar seminggu lalu belum sampai ke bab poligami. Mungkin dibahas pada pertemuan berikutnya dan saya tidak hadir,” ujarnya.

Meski demikian, ia tidak mempermasalahkan hal itu, sebab semua wacana dan sumbang pikir harus dimaksimalkan untuk menghasilkan Qanun Hukum Keluarga yang komprehensif dan mengayomi semua masyarakat dalam bidang hukum perkawinan.

Ia pun dapat memahami alur pikir anggota Komisi VII DPRA terkait poligami karena memang yang marak terjadi selama ini di Aceh adalah poligami liar melalui praktik nikah siri. Apalagi Undang-Undang Perkawinan dan KHI menghalangi untuk berpoligami karena butuh syarat yang sangat ketat untuk itu. Sementara pernikahan siri yang konotasinya poligami terus terjadi di masyarakat Aceh.

“Wacana dewan itu untuk menghindari poligami liar, karena memang poligami liar menyebabkan laki-laki tidak bertanggung jawab sehingga membuat perempuan terzalimi. Begitu juga anak-anak dan keturunan dari pasangan poligami liar, tidak mendapat perlindungan hukum dari negara. Ini fakta yang banyak terjadi di masyarakat kita,” ungkap Alidar.

Karena itu, lanjut dia, perlu ada solusi atau kebijakan khusus untuk menghindari terjadinya pernikahan siri. Misalnya, dengan menghukum pelaku nikah siri seperti yang dilakukan Pemerintah Malaysia. “Di Malaysia, seseorang yang nikah siri kemudian ingin melegalkan, maka dia harus ke Mahkamah Syar’iyah. Nanti pengadilanlah yang memutuskan apakah dia dihukum penjara atau denda, setelah itu baru status nikah sirinya dilegalkan,” jelas Alidar.

“Di negara kita kan tidak ada jalan keluar (solusi) seperti itu. Negara kita seperti menutup habis celah tersebut,” tambahnya.

Nah, pembahasan yang dilakukan di DPRA dikatakan Alidar belum sampai pada tahap tersebut. “Pembahasan masih panjang, kita masih input semua masukan, akan ada rapat dengar pendapat umum (RDPU) dan paripurna,” tambahnya.

Terkait solusi apa yang diambil terkait dengan nikah siri, itu juga tergantung kesepakatan eksekutif dan legislatif nantinya. “Harus dilihat juga apakah solusi itu menyelesaikan masalah di masyarakat atau tidak? Kalau misalnya makin menimbulkan masalah, heboh, dan ribut, tentu nggak kita ambil solusi itu. Pemerintah kan nggak mau ambil risiko juga, kecuali memang semua pihak sudah sepakat, itu tidak ada masalah lagi,” demikian Alidar. (yos)

Sumber: Serambinews.com

The post Poligami Masih Sebatas Wacana appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Kafilah STQHN Aceh Disambut dengan Acara Peusijuek

Selasa, 09 Juli 2019

Kafilah Seleksi STQNH XXV Aceh Foto Bersama usai disambut dengan Acara Peusijuk Oleh Setda Aceh dan Rombongan di Ruang VIP Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Blang Bintang, Aceh Besar (8/7).

Dinas syariat Islam Aceh – Kafilah Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis Nasional (STQHN) XXV Senin  (8/7/2019) sore tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blangbintang, Aceh Besar. Dari Pontianak kafilah Aceh terbang ke Jakarta Sabtu dan menginap dua malam di Jakarta hari Senin siang kemarin terbang ke Aceh.

Kafilah Aceh disambut Plt Sekda Aceh Helvizar Ibrahim, Kakanwil Kemenag Aceh HM Daud Pakeh, Kadis Syariat Islam Aceh, EMK Alidar,  istri Plt Gubernur Aceh serta sejumlah pejabat lainnya.

Di Bandara SIM para official dan beberapa para juara STQHN Aceh dikalungkan bunga oleh Plt Sekda Aceh.

Selanjutnya rombongan tersebut digiring ke ruang VIP Bandara dipeusijuek oleh Tgk H Azhari Basar, selaku salah satu unsur pimpinan di MAA.

Berikan Bonus                        

Dalam kesempatan itu Helvizar Ibrahim mengatakan, pihaknya merasa cukup bahagia karena Aceh telah naik peringkat diajang STQHN dari peringkat 7 kini berada di peringkat 6.

Untuk itu kepada para juara akan diberikan bonus, yaitu Rp 200 juta untuk juara 1, Rp 150 juta juara 2 dan Rp 100 juta untuk juara 3.

Demikian juga untuk para juara harapan akan diberikan bonus sesuai tingkatannya.

Sedangkan Kadis Syariat Isl Aceh, EMK Alidar mengatakan, bonus itu akan diproses dulu, dan jika sudah beres segera dicairkan.

Anggota kafilah Aceh cabang tafsir Bahasa Arab, Mauliza Juliantika keluar sebagai pertama.

Sedangkan juara dua dan tiga masing masing diraih Raihana Hilmi Kamelia DKI Jakarta dan Ulfaturrahmah kafilah Jawa Barat.

Sedang pada cabang hafalan 100 hadis putra, anggota kafilah Aceh M Akrim Zaki juara satu,
M Rafli dari Gorontalo juara dua, dan Fuadi Farid kafilah Kalbar juara tiga.

Pada cabang tahfiz 5 juz putri juara satu Wahyu Rumyati DKI, Sahula Ruzni Aceh juara dua, dan Fatimah  Muthiah Banten juara tiga.

Sedangkan anggota kafilah Aceh yang meraih juara harapan yakni, M Farisi, Tahfizh 1 juz Putra juara Harapan dua, Siti Fatimatuzzahra Sani, cabang tahfiz 30 juz putra juara Harapan dua, Ratu Balqis Zatuddin cabang tilawah anak anak putri juara Harapan tiga.

Selanjutnya Uli Satria cabang tahfiz 10 juz putra, juara harapan tiga.

SUMBER:SERAMBIRNEWS

The post Kafilah STQHN Aceh Disambut dengan Acara Peusijuek appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Kesekian kalinya, UPTD MRB Syahadatkan Warga Medan

Senin, 08 Juli 2019

Detik-detik pensyahadatan saudari Feronica Annisa BR Panggabean dibawah Kasi Penyelenggaraan Pengembangan Kelembagaan dan Kemakmuran Masjid, UPTD Pengelola Masjid Raya Baiturrahman DSI Aceh, Banda Aceh (08/07).

Pada hari ini Senin Tanggal 08 Juli 2019, UPTD Pengelola Masjid Raya Baiturrahman, dibawah Kasi Penyelenggaraan Pengembangan Kelembagaan dan Kemakmuran Masjid, sudah kesekian kalinya mengsyahadatkan saudari kita yang masuk Islam diantaranya Feronica Anisa BR Panggabean, gadis yang berumur 31 tahun ini dengan kesadaran sendiri telah masuk Agama Islam, yang sebelumnya beragama Kristen dengan nama Feronica Natali BR Panggabean, yang beralamat Jln Sakura Raya LK XI No 253 Blok XIX Ds Helvetia Kec Medan Helvetia, Gadis cantik ini sekarang tinggal di Kp Geugajah Ketapang, bersama ibu angkatnya, kedua orang tuanya sudah lama meninggal dan keluarganya semua menjadi mualaf dan tinggal di Banda Aceh.

The post Kesekian kalinya, UPTD MRB Syahadatkan Warga Medan appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Waled Husaini A Wahab Kunjungi Markas Kafilah Aceh

Selasa, 02 Juli 2019

Wakil Bupati Aceh Besar Tgk Husaini A Wahab Saat Mengunjungi Kafilah Aceh yang didampingi Ketua Kontingen Aceh DR EMK ALIDAR SAg MHum, senin (2/7).

Wakil Bupati Aceh Besar Tgk Husaini A Wahab sapaan akrab Waled Husaini, bersama Rombongan mengunjungi Hotel tempat Kafilah Aceh memusatkan pelatihan dan istirahat diterima wakil Ketua Kontingen Aceh Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, DR EMK Alidar SAg MHum, senin (2/7).

Kedatangan orang nomor dua di Aceh Besar turut di dampingi Kepala Dinas Syariat Kabupaten Aceh Besar Carbaini, SAg, sempat mengagetkan Kafilah Aceh, ada yang sedang latihan, ada juga mau berangkat untuk tampil. Official Aceh langsung menyambut kedatangan Waled untuk memberi motivasi dan dukungan kepada Kafilah Aceh yang sudah lima hari berada di bumi khatulistiwa.
Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Dr EMK Alidar SAg MHum menyampai terima kasih dan apresiasi atas kunjungan langsung Ulama sekaligus Umara untuk memberi dukungan kepada Kafilah Aceh.
“kami salut dan kagum dengan silaturrahmi Waled ke markas tempat kafilah latihan dan istirahat, ditengah kesibukan sebagai Ulama dan Umara di daerah masih sempat memberi dukungan langsung untuk anak anak Aceh, tambahnya.
Kami berharap jika ada yang datang ke bumi khatulistiwa untuk menyaksikan acara seleksi Tilawatil Al-Quran dan Hadist, baik untuk memberikan semangat kepada putra putri daerah setempat sebaiknya bersilahturahim dengan Kafilah Aceh, seperti yang dilakukan Waled, kami siap pelayanan terbaik, agar adik adik serta Kafilah Aceh semakin semangat untuk memberikan yang terbaik untuk masyarakat Aceh, harap Kadis Syariat Islam Aceh.

The post Waled Husaini A Wahab Kunjungi Markas Kafilah Aceh appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Hari Ini, Empat Peserta Kafilah STQHN dari Aceh Tampil, Ini Nama dan Cabang Lomba yang Diikuti

Senin, 01 Juli 2019

Kafilah Aceh pada Seleksi Tilawatil Quran Hadits (STQH) Nasional XXV tahun 2019 di Pontianak Kalimantan Barat hari ini, Minggu (30/6-2019) mulai berlomba.

“Doakan, hari ini anak-anak kita insya Allah mulai mengikuti perlombaan pada STQ Nasional,” papar Official Kafilah Aceh T Mardhatillah di hotel Santika, Minggu (30/6-2019).

Disebutkan keempat peserta yang akan tampil hari ini yaitu Aisyah Ezzatul Muslimah dari cabang hadist golongan 100 hadist akan tampil di Aula IAIN Pontianak, Siti Fatimatuzzahra Sani dari cabang tahfiz golongan 30 juz di Aula gedung konferensi UNTAN, Muhammad Rizki Ananda dari cabang tahfiz golongan 20 juz di Masjid Raya Mujahidin dan Arsy Yallah dari cabang tahfiz golongan 5 juz di Tugu Khatulistiwa.

“Kondisi peserta kita baik-baik. Namun mohon doa kita semua semoga peserta STQHN Aceh meraih yang terbaik,” lanjut Mardhatillah.

Seperti diketahui, acara STQHN XXV tahun 2019 dibuka secara resmi Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin tadi malam, Sabtu (29/92019) di taman Alun Kapuas.(*)

Sumber : Serambinews

The post Hari Ini, Empat Peserta Kafilah STQHN dari Aceh Tampil, Ini Nama dan Cabang Lomba yang Diikuti appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Kalender Agenda

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32