Indeks Berita

Rilis Peringatan Hari Santri, Menag Bacakan Narasi Perdamaian

Kamis, 19 September 2019
Kemenag (Jakarta) --- Ada yang berbeda pada rilis Peringatan Hari Santri 2019, Kamis (19/09). Selain format acara yang lebih segar,  launching ini bertambah meriah dengan adanya pembacaan Narasi Perdamaian oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Menag Luncurkan Rangkaian Peringatan Hari Santri 2019

Kamis, 19 September 2019
Kemenag (Jakarta) – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meluncurkan Rangkaian Peringatan Hari Santri tahun 2019 di Auditorium HM. Rasjidi Kementerian Agama, Jakarta.

Pemerintah dan DPR Sepakati 49 Pasal Draft RUU Tentang Pesantren

Kamis, 19 September 2019
Jakarta (Kemenag) --- Pemerintah bersama DPR RI akhirnya menyepakati 49 pasal yang tertuang dalam draf RUU tentang Pesantren. Kesepakatan dihasilkan dalam Rapat Kerja (Raker) yang digelar di Gedung DPR RI Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (19/09). 

Ini para Juara Madrasah Young Researchers Super Camp 2019

Kamis, 19 September 2019
Juara Ekspo Myres: MTsN 3 Jakarta Selatan dan MAN 1 Banyuwangi 

Kemenag Bahas Rencana Pendirian Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) Keagamaan

Kamis, 19 September 2019
Jakarta (Kemenag) --- Kementerian Agama berencana mendirikan Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) Keagamaan. Pendirian LAM dinilai penting dan mendesak karena merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi yang harus segera dilaksanakan. 

Indonesia Kirim Dai Milenial dalam Eksplorasi Dakwah ke Malaysia

Kamis, 19 September 2019
Jakarta (Kemenag) --- Kementerian Agama mengirim delapan dai muda ke Malaysia. Pengiriman dai ini dalam kerangka eksplorasi dakwah. 

UIN Surabaya dan RMI Sinergi Pengembangan Pondok Pesantren

Kamis, 19 September 2019
Surabaya (Kemenag) --- Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menjalin kerjasama dengan Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid al-Islamiyah (RMI) PBNU dalam pengembangan pondok pesantren. Sinergi ini ditandai dengan penandatanganan nota kerjasama antara Rektor UINSA dengan Ketua RMI Pusat, serta antara Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UINSA dengan Ketua RMI Jawa Timur.

Permudah Kutipan, LPMQ Siapkan Aplikasi Quran Kemenag in Ms.Word 

Kamis, 19 September 2019
Jakarta (Kemenag) --- Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran (LPMQ) Kementerian Agama telah menyiapkan Aplikasi Quran Kemenag in Ms.Word. Kepala LPMQ Muchlis M Hanafi mengatakan, aplikasi ini dibuat untuk memudahkan masyarakat dalam mengutip ayat Al-Quran saat mengetik di dekstop ataupun lap top.

KMM UIN Bandung Juara III MIDAF 2019

Kamis, 19 September 2019
Bandung (Kemenag) --- Keluarga Mahasiswa Minang (KMM) UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung meriah juara ketiga Minang Debate & Art Festival (MIDAF) 2019 dengan tema "Semarak Adat Nagari dalam Gelanggang Anak Rantau". Ajang ini digelar Unit Pencinta Budaya Minangkabau Universitas Padjadjaran (UPBM Unpad),14-15 September 2019.

Indonesia-Uni Emirat Arab Sharing Pengarusutamaan Islam Wasathiyah

Kamis, 19 September 2019
Abu Dhabi (Kemenag) --- Sekjen Kemenag M Nur Kholis Setiawan bertemu dengan sejumlah pimpinan lembaga keagamaan Islam dalam kunjungannya di Uni Emirat Arab (UEA). Kedua pihak sepakat untuk saling tukar informasi (sharing) pengalaman tentang praktik baik dan model pengarusutamaan Islam Wasatiyah. 

Menag: Beragama Itu Tidak Cukup Semata Mengandalkan Logika, Juga Harus Dengan Rasa

Kamis, 19 September 2019
Surabaya (Kemenag) – Menag Lukman Hakim Saifuddin menilai, kegiatan Festival Seni Keagamaan Hindu merupakan kegiatan strategis. Ia mengatakan, setidaknya ada dua  tujuan yang sangat bemakna dari kegiatan ini. Pertama, acara seperti ini ingin meneguhkan dan menegaskan bahwa beragama itu tidak cukup semata mengandalkan logika saja, juga harus dengan rasa.

Menag Buka Festival Seni Keagamaan Hindu ke-3 Tahun 2019

Rabu, 18 September 2019
Surabaya (Kemenag) – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, malam ini Rabu (18/09) membuka secara resmi Festival Seni Keagamaan Hindu ke-3 Tahun 2019 yang berlangsung dari tanggal 17-21 September 2019 di Surabaya, Jawa Timur. Mengenakan Udeng atau ikat kepala khas Bali, Menag membuka resmi Festival Seni Keagamaan Hindu ini dengan meniup Sangkala atau terompet didampingi Dirjen Bimas Hindu I Ketut Widnya, Wagub Jatim Emil Dardak, dan Ketua Panitia I Made Sutrisna. Pembukaan digelar semarak, menampilkan parade Nusantara oleh peserta festival yang berasal dari 21 provinsi di Tanah Air diiringi lagu dan busana khas daerah masing-masing, serta penampilan seni tari dan budaya. Dalam kesempatan tersebut, sebagai juara umum pada Festival Seni Keagamaan Hindu ke-2 lalu, Jawa Barat menyerahkan piala bergilir Menteri Agama kepada Menag, selanjutnya diserahkan kepada Dirjen Bimas Hindu I Ketut Widnya. Piala bergilir tersebut selanjutnya akan diperebutkan dalam festival yang diikuti oleh 1.094 peserta dari 21 provinsi. Sebelumnya, festival seni ini telah diawali dengan dengan pawai yang dilepas Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dari Jatim Expo Surabaya, Selasa (17/9) sore kemarin.  Berbagai atraksi seni keagamaan Hindu dari berbagai wilayah di Tanah Air ditampilkan dalam pawai ini. Sejumlah lomba digelar dalam festival ini, di antaranya Lomba Musik Tradisional Ritual Keagamaan Hindu, Tari Tradisional Ritual Keagamaan Hindu, Tari Kreasi Keagamaan Hindu, Sandyagita atau Kidung-Kidung Suci Keagamaan dan Lawak Keagamaan Hindu. Sarasehan dengan tema “Mengukuhkan Moderasi dalam Membangun Peradaban Dharma Guna Memperkokoh NKRI” melengkapi perhelatan festival seni keagamaan Hindu ini.

Ini Pesan Wakil Ketua KPK untuk Agen SPAK Kemenag

Rabu, 18 September 2019
Jakarta (Kemenag) --- Sejak tahun 2015, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama secara konsisten bergabung dalam gerakan Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK). Bahkan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan menyebut gerakan SPAK Kemenag adalah salah satu yang terbaik di Indonesia. 

Presiden: Kurangi Emosi, Tingkatkan Cinta Keagamaan

Rabu, 18 September 2019
Kemenag (Jakarta) --- Presiden Joko Widodo membuka Forum Titik Temu yang mengusung tema Kerjasama Multikultural untuk Persatuan dan Kesatuan. 

Presiden Joko Widodo Buka Forum Titik Temu

Rabu, 18 September 2019
Kemenag (Jakarta) --- Presiden Joko Widodo membuka Forum Titik Temu di Jakarta. Gelaran ini terselenggara atas kerja sama Nurcholish Madjid Society (NCMS), Jaringan Gusdurian, dan Ma’arif Institute for Culture and Humanity.

Kamuh, Desa Sadar Kerukunan 2019 di Kalbar

Rabu, 18 September 2019
Tujuh Belas, Bengkayang (Kemenag) --- Desa “Kamuh” ditetapkan sebagai Desa Sadar Kerukunan tahun 2019 oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Penetapan ini tertuang dalam Surat Keputusan Nomor : 510 Tahun 2019 tanggal 20 Maret 2019 tentang Penetapan Desa Sadar Kerukunan.

Buka ACRP, Dirjen Pendis: Penelitian Kemenag Harus Berdampak

Rabu, 18 September 2019
Serpong (Kemenag) --- Kemenag menggelar kembali temu peneliti Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dalam Annual Conference on Research Proposal (ACRP). Gelaran kali ketiga ini berlangsung di Serpong, 17-19 September 2019.

Ulama Al Azhar Apresiasi Upaya Kemenag Jaga Moderasi

Rabu, 18 September 2019
Jakarta (Kemenag) --- Ulama Al Azhar Mesir Syekh Dr. Usamah Sayyid Al-Azhari mengapresiasi upaya Kementerian Agama yang terus menjaga moderasi beragama di Indonesia. Menurutnya, moderasi saat ini memiliki urgensi di tengah-tengah perubahan masyarakat dunia yang sangat cepat.

IAIN Manado Miliki Gedung Kuliah Tepadu 

Rabu, 18 September 2019
Manado (Kemenag) --- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado kini memiliki gedung kuliah terpadu. Gedung yang berdiri megah di komplek Kampus IAIN Manado tersebut dibangun mengunakan dan SBSN tahun 2018 senilai Rp24 miliar. Penggunaannya telah diresmikan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Puluhan Penghulu KUA Ikuti Lomba Karya Tulis dan Baca Kitab Nasional

Selasa, 17 September 2019
Bekasi (Kemenag) --- Penghulu tidak hanya mahir dalam urusan pencatatan nikah. Pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) juga ahli membuat karya tulis ilmiah dan baca kitab kuning. 

Qari’ah Aceh Juara Pertama MTQ Antar Bangsa, Diikuti Enam Negara Serumpun

Jumat, 13 September 2019
Adila Lathifa, qari asal Aceh mengabadikan momen setelah menjuarai DMDI di Banten.

Adila Lathifa, qari asal Aceh mengabadikan momen setelah menjuarai DMDI di Banten.

Dinas Syariat Islam Aceh | Qari’ah asal Aceh kembali mengharumkan Bumi Serambi Mekah di Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Antar  Bangsa Dunia Melayu Dunia Islam.

Adila Lathifa, qari’ah asal Aceh Besar yang membawa nama Provinsi Aceh berhasil meraih juara pertama event tahunan tersebut.

MTQ Antar Bangsa DMDI berlangsung selama tiga hari sejak 6-8 September di Provinsi Banten.

Event tahunan ini diikuti oleh 6 negara serumpun, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Kamboga, Vietnam dan Laos.

Tradisi juara selalu dipertahankan oleh perwakilan asal Aceh, setelah Takdir Feriza menyabet juara pertama pada MTQ Antar Bangsa DMDI tahun 2013 silam.

Dua tahun berselang, Mahlil berhasil mempersembahkan juara kedua untuk Aceh ditahun 2015.

Tahun 2018, Aceh kembali digdaya, qari putra Aceh Ihsan, kembali mengharumkan nama Aceh dengan menyabet juara pertama.

Pada MTQ Antar Bangsa DMDI tahun ini, Aceh mengirim dua orang peserta.

Kategori putra diwakili oleh kafilah asal Aceh Jaya, Novrijal.

Sedangkan kategori putri diwakili oleh kafilah asal Aceh Besar Adila Lathifa.

Plt Gubernur Aceh, Nova iriansyah ketika dikonfirmasi terkait prestasi qoriah aceh mengatakan, sangat bersyukur atas prestasi ini.

“Alhamdulillah qori-qoriah kita terus mampu bersaing dan mensyiarkan islam di event internasional MTQ DMDI. Ini menunjukkan bahwa regenerasi dan pembinaan qori-qoriah kita berjalan maksimal,” ujar Plt Gubernur Aceh.

Sementara Kadis Syariat Islam Aceh Dr.Tgk Emka Alidar menambahkan, kedua utusan Aceh ini didampingi oleh Ustadz T Mardhatillah dari Dinas Syari’at Islam Aceh, selaku pelatih dan M Khudri selaku official.

Lazimnya, MTQ Antar Bangsa DMDI digelar di Malaka Malaysia, namun sudah dua tahun ini, event ini digelar di Indonesia.(*)

Sumber : serambinews

The post Qari’ah Aceh Juara Pertama MTQ Antar Bangsa, Diikuti Enam Negara Serumpun appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Tingkatkan kualitas dai, DSI Aceh Lasksanakan Kegiatan Pembinaan

Rabu, 28 Agustus 2019

Kepala Bidang Penyuluhan Agama Islam dan Tenaga Dai Nizami Taufik SSos, Saat Memberi Materi Pembinaan dan Peningkatan Kualitas dai di Aula Hotel Grand Aceh, Selasa (27/8).

Dinas Syarita Islam Aceh (DSI) – Dinas Syariat Islam Aceh melalui Bidang Penyuluhan Agama Islam dan Tenaga Dai, Selasa (27/8) melakukan kegiatan Pembinaan dan Peningkatan Kualitas Dai dan Koordinator Lapangan di Aula Hotel Grand Aceh.

Pembinaan dan peningkatan kualitas dai dan koordinator lapangan dibuka oleh kepala DSI Aceh yang diwakili oleh Kepala Bidang Penyuluhan Agama Islam dan Tenaga Dai Nizami Taufik, S. Sos. Dalam sambutannya, ia mengatakan acara ini akan dilaksanakan selama 4 hari, mulai dari tanggal 26 sampai denga 29 Agustus 2019.

“Dinas Syariat Islam Aceh selalu berusaha untuk terus meningkatkan peran dan tanggung jawab dai dengan melakukan monitoring secara berkala juga melakukan pembinaan, sosialisasi dan juga silaturrahmi dengan da’i sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas dai wilayah perbatasan dan daerah terpencil, sehingga pelaksanaan Syariat Islam dapat terlaksana dengan baik ditengah-tengah masyaraka, khususnya ditempat dai bertugas” pungkasnya.

Ia juga menambahkan,kegiatan ini merupakan kegiatan yang penting dan perlu dilaksanakan, selain untuk meningkatkan kualitas dai, dai juga harus memahami hak dan kewajibannya dalam melaksanakan tugas di daerahnya masing-masing, sehingga tersosialisasi semua perkembangan pelaksanaan Syariat Islam di Aceh dan masyarakat juga mengetahui semua regulasi dan kebijakan pemerintah Aceh dalam memastikan terlaksananya syariat Islam secara kaffah di Aceh.

Diakhir sambutannya Nizami Taufik menyebutkan Kegiatan Pembinaan dan Peningkatan Tenaga Dai dan Koordinator Lapangan diikuti sebanyak 50 peserta perwakilan dai yang bertugas di 6 (enam) Kabupaten/Kota yang ada di Aceh, adapun narasumber yang akan dihadirkan terdiri dari Unsur Pemerintah Aceh, lembaga-lembaga teknis terkait dan berasal dari pakar, akademisi dan praktisi, tutupnya.

The post Tingkatkan kualitas dai, DSI Aceh Lasksanakan Kegiatan Pembinaan appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Aceh Besar Siap Jadi Tuan Rumah MTQ

Senin, 26 Agustus 2019

Wakil Bupati Aceh Besar, Tgk H Husaini A Wahab bersama para pejabat Aceh Besar menerima Tim survei lapangan calon tuan rumah MTQ XXXV Tingkat Provinsi Aceh yang di Ketuai Drs Rusli Muhammad, di Komplek JSC, Kota Jantho, Kamis (22/8/2019).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar menyatakan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXV Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2021. Penegasan itu disampaikan Wakil Bupati Aceh Besar, Tgk H Husaini A Wahab kepada tim survei calon tuan rumah MTQ XXXV Tingkat Provinsi Aceh yang melakukan verifikasi faktual untuk melihat langsung kesiapan tempat dan fasilitas Aceh Besar di Kota Jantho, Kamis (22/8).

Menurut Waled Husaini–sapaan akrab Wakil Bupati Aceh Besar itu,  berbagai sarana dan prasarana yang representatif saat ini dimiliki Aceh Besar. Dimana fasilitas yang dibangun untuk pelaksanaan Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIII Aceh tahun 2018 sangat memadai dan dapat dimanfaatkan untuk MTQ Tingkat Provinsi Aceh. “Insya Allah, jika Gubernur Aceh memberikan kepercayaan untuk melaksanakan MTQ ke-35 tentu Aceh Besar sangat siap,” ujar Wabup.

Saat meninjau Kompleks Olahraga Jantho Sport City (JSC), wisma atlet dan Bapelkes, Waled Husaini menyampaikan bahwa fasilitas tersebut sangat mendukung pelaksanaan MTQ Tingkat Provinsi yang belum pernah dilaksanakan di Aceh Besar. “Kami berharap kepada tim survei sampaikan apa adanya kepada Plt Gubernur Aceh kondisi Kota Jantho dan semoga mimpi tersebut dapat terwujud pada tahun 2021i,” pungkas Tgk H Husaini A Wahab.

Ketua Tim Survei Calon Tuan Rumah MTQ XXXV Provinsi Aceh, Drs H Rusli Muhammad bersama anggota menyampaikan bahwa kunjungan dan survei lapangan merupakan perintah dan mandataris Gubernur Aceh untuk menilai kesiapan kabupaten/kota sebagai calon tuan rumah MTQ XXXV. “Hari ini kami mengecek langsung ke lapangan hasil presentasi Pemkab Aceh Besar terdahulu, terutama panggung utama dan penginapan,” katanya.

Sementara itu, Kabag Humas dan Protokol Setdakab Aceh Besar Muhajir SSTP MPA, menambahkan ada delapan kabupaten/kota telah mengajukan diri dan telah dilakukan presentasi kesiapan sebagai tuan rumah MTQ tahun 2021 tingkat Provinsi Aceh diantaranya Sabang, Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Barat, Aceh Selatan, Simeulue, Lhokseumawe, dan Bener Meriah.

Saat menerima tim survei peninjauan tersebut Wakil Bupati Aceh Besar turut didampingi Plh Sekdakab Aceh Besar Abdullah SSos, staf ahli bupati Jakfar SP, Asisten II Setdakab M Ali SSos MSi, Kadis Syariat Islam Carbaini SAg, Kakankemenag Aceh Besar H Abrar Zym SAg, Kadishub Azhari AW SE, Kadis PUPR Aceh Besar Ir Yusmadi MM dan sejumlah Pemkab Aceh Besar.(hab/*)

 

Sumber: Serambinews

The post Aceh Besar Siap Jadi Tuan Rumah MTQ appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Sabang Pantas Jadi Tuan Rumah MTQ

Senin, 26 Agustus 2019

Wali Kota Sabang, Nazaruddin memastikan pihaknya siap menjadi tuan rumah penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Aceh 2021 mendatang. Sejumlah kesiapan telah dipresentasikannya ke tim verifikasi calon tuan rumah event MTQ dalam pertemuan berlangsung di aula lantai empat kantor Wali Kota Sabang, Senin (19/8/2019).

Wali Kota Sabang, Nazaruddin, menyatakan siap menjadi tuan rumah penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke‑35 tingkat Provinsi Aceh tahun 2021. Sejumlah kesiapan telah dipresentasikannya ke tim verifikasi calon tuan rumah MTQ. Sabang terakhir menjadi tuan rumah MTQ Tingkat rpvinsi pada tahun 1981 atau 38 tahun lampau.

“Berbagai fasilitas pendukung sudah sangat memadai. Lokasi sangat strategis dan terkoneksi dengan jarak dan waktu tempuh yang singkat. Transportasi juga cukup baik. Di Sabang, memiliki sarana penginapan yang mampu menampung lebih 2.400 orang, mulai dari hotel sampai home stay. Begitu juga restoran di Sabang mampu melayani 1.600 orang. “Sabang Kota kecil yang komplit, kita sudah sering membuat even nasional dan internasional. Pemko Sabang dan pihak terkait sudah menyiapkan fasilitas pendukung sejak lama, hampir setiap tahun ada even di Sabang,” kata Nazaruddin yang sangat berharap Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah memberikan kesempatan pada Sabang menjadi tuan rumah MTQ ke‑35 Aceh tahun 2021.

Bukan hanya terpengaruh presentasi Pak Wali Kota Sabang, tapi sesungguhnya dengan status sebagai destinasi wisata mancanegara, Sabang memang sangat layak diberi kesempatan menjadi tuan rumah penggelaran event spiritual, yakni penyelenggara MTQ tingkat provinsi. Event‑event budaya dan keagamaan yang dikemas secara rapi dan menarik paling laku “dijual” sebagai paket wisata spiritual dan halal.

Karena itulah, para bupati dan wali kota sangat antusias merebut kesempatan menjadi tuan MTQ tingkat provinsi. Untuk MTQ ke‑35 tahun 2021 ini ada tujuh daerah lainnya yang juga sudah jauh‑jauh hari mengajukan diri menjadi tuan rumah. Yakni, Banda Aceh, Aceh Besar, Lhokseumawe, Aceh Barat, Aceh Selatan, Bener Meriah, dan Simeulue.

“Kami sangat siap dan layak karena semua fasilitas dan apa saja yang diperlukan untuk menggelar MTQ Aceh 2021 mulai dari tempat acara, transportasi, hingga penginapan sudah tersedia. Sarana dan prasarana yang kami miliki pun bertaraf nasional bahkan internasional,” kata Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman pada bulan Maret 2019. Banda Aceh terakhir menjadi tuan rumah MTQ Aceh  pada tahun 2000 atau 19 tahun silam.

Tujuan utama penyelenggaraan MTQ memang tak pernah berubah, yakni semakin membumikan kitab suci Alquran sekaligus supaya Alquran lebih mudah dipahami umat Islam. Justru itulah, setiap tahun ada inovasi‑inovasi dalam penyelenggaraan MTQ mulai tingkat kecamatan sampai nasional agar Alquran semakin merasuk menjadi nafas serta pegangan hidup yang hakiki umat Islam. Karenanya pula, setiap penyelenggara MTQ selalu diingatkan supaya memahami hakikat, makna, dan tujuan MTQ.

“Hati kita seharusnya merasa damai setiap kali membaca Alquran, merasa tenteram setiap kali mendengarkan alunan ayat suci Alquran. Perasaan damai itu harus kita rawat dan tanamkan dalam kehidupan sehari‑hari, agar tidak ada lagi hoaks, fitnah, caci maki sesama umat sebangsa, setanah air Indonesia,” ujar Presiden Jokowi saat membuka MTQ Nasional tahun lalu.

Nah, selain target‑target utama yang kita sebutkan itu, ada keuntungan ekonomi yang juga ingin didapat oleh setiap tuan rumah penyelenggaraan MTQ di tingkat apa pun. Memperkenalkan potensi daerah kepada setiap tamu dan kafilah MTQ. Mulai potensi pariwisata, industri rumah tangga, dan lain‑lain.

Lalu, untuk penyelenggaraan MTQ tingkat Provinsi Aceh akan mengalir belasan atau mungkin  puluhan miliar rupiah anggaran dari provinsi untuk membangun berbagai arena dengan kontruksi yang kemudian menjadi milik pemerintah kota atau kabupaten yang dapat dipakai untuk event‑

event lainnya. Apalagi, seperti Sabang yang sangat membutuhkan arena‑arena serbaguna untuk menyelenggarakan event‑event wisata.

Jadi, sekali lagi, meskipun secara fasilitas yang tersedia, Sabang memang jauh kalah dibanding Banda Aceh, tapi untuk tujuan “branding” wisata spiritual, Pulau Weh pantas diberi kesempatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan MTQ XXXV Tingkat Provinsi Aceh tahun 2021.

Sumber: Serambinews.com

The post Sabang Pantas Jadi Tuan Rumah MTQ appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

DSI Aceh Gelar Pelatihan Tutor Pendidikan Al-Qur’an

Sabtu, 17 Agustus 2019
Kepala DSI Aceh Dr. EMK Alidar, S. Ag, M. Hum saat membuka kegiatan pelatihan tutor pendidikan Al-Qur’an Masjid Raya Baiturrahmanhotel Grand Permata Hati, Blang Oi, Banda Aceh pada Jum'at (17/8/2019) pagi.

Kepala DSI Aceh Dr. EMK Alidar, S. Ag, M. Hum saat membuka kegiatan pelatihan tutor pendidikan Al-Qur’an Masjid Raya Baiturrahman di hotel Grand Permata Hati, Blang Oi, Banda Aceh pada Jum’at (17/8/2019) pagi.

Dinas Syariat Islam – Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh melalui UPTD Masjid Raya Baiturrahman (MRB) menyelenggarakan kegiatan pelatihan tutor pendidikan Al-Qur’an Masjid Raya Baiturrahman selama 3 hari dari tanggal 16 s/d 18 Agustus 2019.

Acara yang berlangsung di hotel Grand Permata Hati, Blang Oi, Banda Aceh itu menghadirkan beberapa narasumber diantaranya Dr. EMK Alidar, S. Ag, M. Hum (Kebijakan Pemerintah dalam Peningkatan Kualitas Tutor Pendidikan Al-Qur’an di Masjid Raya Baiturrahman); T. Mardhatillah, SHI, MH (Praktek Tahsinul Qur’an); Mubashirullah, Lc, M. Ag (Makharijul Huruf dan Shifatul Huruf); Khadijah, S. Pd.I (Penguasaan dan Pengelolaan Kelas); Husni Suardi, S. Pd.I (BCM (Belajar, Cerita dan Menyanyi)); serta Amirullah Nurdin, ST, M. Pd (Sosok Ustadz-Ustadzah Teladan di Mata Murid).

Kepala DSI Aceh Dr. EMK Alidar, S. Ag, M. Hum saat membuka kegiatan tersebut mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme dan kualitas sumber daya guru pengajar Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dalam menciptakan generasi Qur’ani di Aceh.

“Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia khususnya berkaitan dengan implementasi syariat Islam, DSI Aceh sebagai perpanjangan tangan dari Pemerintah Aceh ikut berperan dalam menciptakan generasi Qur’ani di bumi Serambi Mekah, salah satunya melalui kegiatan pelatihan tutor pendidikan Al-Qur’an ini,“ ujar EMK Alidar.

Selain itu, Kadis mengutarakan bahwa ia ingin agar sarana dan prasarana di Masjid Raya Baiturrahman terus dibenahi supaya umat Islam dapat beribadah dan berwisata religi dengan aman dan nyaman di Masjid yang terletak di jantung kota Banda Aceh itu, termasuk pula perbaikan manajemen Masjid dan stake holder yang terlibat saling bersinergi untuk mewujudkan syariat Islam secara kaffah di Aceh.

Sementara itu kepala UPTD Masjid Raya Baiturrahman Ir. Abdul Haris, MT dalam laporan panitianya mengatakan dalam kegiatan ini jumlah peserta yang hadir sekitar 50 orang yang berasal dari guru-guru pengajar dari TPQ Plus Baiturrahman Banda Aceh. Adapun tujuan dilaksanakan kegiatan ini guna meningkatkan kemampuan tutor pendidikan Al-Qur’an di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. (Lilis Suriani)

The post DSI Aceh Gelar Pelatihan Tutor Pendidikan Al-Qur’an appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Aceh Selatan Jadi Salah Satu Calon Tuan Rumah MTQ Tahun 2021

Kamis, 15 Agustus 2019

Tim Verifikasi Lapangan Penetuan Calon Tuan Rumah MTQ Ke XXXV Tingkat Provinsi Aceh yang dipimpin oleh Kepala DSI Aceh Dr EMK Alidar S Ag M Hum yang didampingi Oleh Wakil Bupati Aceh Selatan Tgk. Amran dan Forkopimda Meninjau Arena Utama yang akan Dilaksakan MTQ Ke XXXV Tahun 2021, Rabu (7/8/2019/).

Dinas Syariat Islam Aceh – Pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi dilaksanakan di Kabupaten/Kota sebagai tuan rumah pelaksanaan, sehingga untuk pelaksanaan MTQ ke-35 perlu ada Kabupaten/Kota yang bersedia melaksanakannya.

Berkaitan dengan hal tersebut, delapan Kabupaten/Kota telah menyampaikan proposal kesanggupannya menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ ke-35 yaitu ; Kota Banda Aceh, Aceh Besar, Kota Sabang, Kota Lhokseumawe, Kabupaten Bener Meriah,  Kabupaten Aceh Barat dan Kabupaten Aceh Selatan dan Kabupaten Simeulue.

Sebagai langkah awal, Dinas Syariat Islam Aceh telah mengundang ke tujuh Kabupaten/Kota yang telah menyampaikan proposal tersebut untuk mempresentasikannya di hadapan tim penilai/verifikasi pada tanggal 27 Maret 2019.

Presentasi yang telah dilakukan adalah tahap awal penilaian dilakukan oleh tim verifikasi, selanjutnya Tim verifikasi/penilai melakukan verifikasi faktual ke lapangan. Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut untuk memastikan ketersediaan sarana dan prasarana yang akan dijadikan lokasi pelaksanaan MTQ.

Berkenaan dengan hal tersebut diatas, Tim verifikasi telah melakukan verifikasi faktual yang dipimpin oleh  Kepala DSI Aceh Dr EMK Alidar S Ag M Hum ke Kabupaten Aceh Barat dan Kabupaten Aceh Selatan untuk memastikan kesiapan dan ketersediaan lokasi yang representatif untuk dijadikan fasilitas pendukung pelaksanaan MTQ Aceh

 “Kita berharap akhir bulan Agustus sudah bisa diplenokan dan sudah bisa disampaikan hasil dari verifikasi lapangan dan presentasi kesipan dari kab/kota kepada bapak Plt. Gubernur Aceh Ir. Novairiansyah MT yang merupakan dewan Pembina LPTQ Aceh” Ujar EMK Alidar.

Sedangkan pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menyatakan siap menjadi tuan rumah pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-35 tingkat Provinsi Aceh.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Aceh Selatan Tgk. Amran yang di damping Sekretaris daerah Aceh Selatan Nasjuddin SH MM beserta anggota legeslatif, Forkopimda dan tokoh masyarakat saat mempresentasi kesiapan tuan rumah MTQ Aceh di aula Rapat Sekretariat Daerah kabupaten Aceh Selatan, Rabu (7/8/2019).

‪“Kabupaten Aceh Selatan secara fasilitas dan sarana penunjang lainnya sudah sangat siap menjadi tuan rumah, masyarakat tentunya juga sangat mendukung keinginan ini dan akan berpartisipasi dalam mempersiapkan MTQ untuk 2 tahun ke depan,” ujar Wakil Bupati.

Ia menambahkan, terakhir Aceh Selatan melaksanakan MTQ tingkat Provinsi pada Tahun 1983 atau 38 tahun yang lalu, sudah sewajarnya di tahun 2021 Pemerintah Aceh untuk dapat mempercayakan Aceh Selatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan MTQ Aceh ke-35.

“Apalagi kami juga telah mendapat komitmen yang kuat dari rekan-rekan legislatif serta Forkopimda,” katanya.

‪”Kami ingin menunjukkan bahwa Aceh Selatan benar-benar serius bukan hanya slogan semata, akan tetapi merupakan kerja nyata antara pemerintah, legislatif, forkopimda serta masyarakat,” tutup Wakil Bupati.

The post Aceh Selatan Jadi Salah Satu Calon Tuan Rumah MTQ Tahun 2021 appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Mahasiswa Disuluh Pencegahan Prostitusi

Selasa, 30 Juli 2019

Peserta Sedang Mengikuti Seminar Pencegahan Prostitusi di Aula Grand Aceh Syariah Hotel, Banda Aceh, Selasa (27/7).

Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh – Sejumlah kalangan dari pengelola hotel, salon, orang tua, hingga mahasiswa disuluh pencegahan prostitusi lewat seminar yang dilaksanakan oleh Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh. Kegiatan yang dibuka oleh Kepala DSI Aceh Dr Emk Alidar, berlangsung di hotel Grand Aceh, Banda Aceh, Sabtu (27/7).

Seminar itu menghadirkan pemateri kalangan ulama, borikrat dan psikolog. Mereka adalah Dr Nurjannah Al Sharafi (Psikolog), Nevi Ariyani (Tokoh Perempuan), Dr Wahyu Zulfiansyah (Dinkes Aceh), Husni (DSI Aceh) dan Muhibbutthabari (MPU Aceh).

Seminar itu dilaksanakan untuk mencegah praktik prostitusi yang selama ini masih terjadi di Aceh. Kegiatan ini juga untuk menghimpun masukan terkait pencegahan prostitusi di aceh guna ditindak lanjuti oleh pemerintah.

Kabid Penyuluhan Syariat Islam dan Tenaga Da’i DSI Aceh, Nizami Taufik S Sos mengatakan, dilaksanakan seminar itu berawan dari ditemukan praktik prostitusi Online hingga ditangkapnya pasangan sejenis di Aceh. DSI menilai kondisi sudah memprihatinkan dan harus ada tindakan. “Salah satu langkah awal guna mencegah praktik prostitusi lewat seminar ini.” Jelasnya.

Dia mengatakan, selama ini hotel dan salon kecantikan sangat rentan dijadikan sebagai tempat praktik prostitusi. Karena itu pihak DSI Aceh perlu memanggil para pengelolanya agar dapat menjalankan usaha tanpa melanggar syariat Islam.

“kami (DSI Aceh) sengaja memanggil pihak hotel dan salon, karena dalam beberapa kasus sebelumnya, kedua usaha ini  sering terlibat dalam penyediaan tempat. Meskipun tidak semua hotel dan salon melakukan seperti itu,” ujar Taufik.

Selain mengundang para pemilik hotel dan salon, DSI juga melibatkan orang tua dalam seminar tujuan mengingatkan para orang tua supaya selalu mengawasi anak-anaknya. “Peran orang tua sangat penting, agar anak-anaknya tidak terlibat dalam pergaulan yang negatif” tandas Nizami Taufik.

sumber: SERAMBINEWS

Lihat Juga : VIDEO – Dinas Syariat Islam Gelar Seminar Pencegahan Prostitusi

The post Mahasiswa Disuluh Pencegahan Prostitusi appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Kalender Agenda

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32