Selamat Datang di Website Resmi Dinas Syari'at Islam dan Pendidikan Dayah Kab. Aceh Tengah (Web ini masih dalam proses pengembangan)

Indeks Berita

Work From Home, Tetap Sabar dan Produktif

Jumat, 10 April 2020
Assalamu'alaikum Wr Wb. 

Cegah Perluasan Covid-19, Pemerintah Kembali Revisi Cuti Bersama 2020

Kamis, 09 April 2020
Jakarta (Kemenag) --- Pemerintah kembali merevisi cuti bersama 2020. Perubahan dilakukan dalam rangka percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Covid-19, Seleksi Administrasi Calon Pejabat Eselon II Kemenag Ditunda

Kamis, 09 April 2020
Jakarta (Kemenag) --- Seleksi administrasi calon pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kementerian Agama Tahun 2020 ditunda. Penundaan seleksi jabatan setingkat eselon II ini dipastikan Plt Sekjen Kemenag yang juga Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Nizar Ali.

Kemenag Kaji Kerjasama Provider Gratiskan Paket Data Pendidikan Madrasah

Kamis, 09 April 2020
Jakarta (Kemenag) --- Biaya paket data menjadi kendala tersendiri dalam pelaksanaan pembelajaran daring dalam sebulan terakhir. Hal itu mendorong Kementerian Agama untuk menjalin kerjasama dengan provider jaringan internet dalam penyediaan paket data secara gratis.

DPR Minta Refocusing Anggaran Kemenag Fokus pada Tupoksi

Kamis, 09 April 2020
Jakarta (Kemenag) ---  Komisi VIII DPR RI meminta refocusing anggaran Kemenag untuk mendukung percepatan penanganan dampak Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang disesuaikan dengan tupoksi Kementerian Agama RI. Hal ini disampaikan Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto saat menggelar rapat kerja secara virtual bersama Menteri Agama Fachrul Razi. 

Seruan Paskah, Kemenag Ajak Gereja Muliakan Kehidupan

Kamis, 09 April 2020
Jakarta (Kemenag) --- Umat Kristen pekan ini akan memperingati Jumat Agung dan Paskah Tahun 2020. Dua perayaan penting tersebut, tahun ini digelar dalam suasana berbeda, seiring adanya wabah Covid-19.

Menag: Batal Nikah di Luar KUA, Biaya Bisa Dikembalikan

Rabu, 08 April 2020
Jakarta (Kemenag) --- Selama masa pandemi Covid-19, Kementerian Agama hanya melayani pencatatan nikah di Kantor Urusan Agama. Bagi calon pengantin yang telah menyetor biaya nikah di luar KUA ke kas negara, dapat mengajukan pengembalian. 

Cegah Covid-19 di Pesantren, Kemenag Turunkan Tim Santritizer

Rabu, 08 April 2020
Depok (Kemenag) --- Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kementerian Agama terus bergerak. Salah satunya dengan menurunkan tim Santrinizer ke pesantren-pesantren yang berada pada zona merah penyebaran Covid-19. 

58 Jemaah Umrah Pulang 9 April dengan Saudi Airlines

Rabu, 08 April 2020
Jeddah (Kemenag) --- Sebanyak 58 jemaah umrah asal Indonesia yang sempat tertahan kepulangannya karena kebijakan lockdown yang diberlakukan Saudi, akan diterbangkan ke Tanah Air. Kepastian kepulangan mereka ditegaskan oleh Konsul Haji KJRI, Jeddah, Endang Jumali. 

Terdampak Covid-19, Renovasi Masjid Istiqlal Selesai 76 Persen

Rabu, 08 April 2020
Jakarta (Kemenag) ---  Terdampak pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) proses renovasi Masjid Istiqlal hingga saat ini baru selesai 76 persen. Capaian ini lebih rendah dari target semula yang direncanakan saat awal Ramadan proses renovasi telah selesai 90 persen. 

Ramadhan 2020, Masjid Istiqlal Antar Makanan Berbuka dan Siapkan Tausiyah Online

Rabu, 08 April 2020
Jakarta (Kemenag) --- Pengurus Masjid Istiqlal akan mengantar makanan berbuka bagi masyarakat-masyarakat yang membutuhkan pada Ramadan 1441H/2020M.Hal ini disampaikan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar saat bertemu dengan Menteri Agama Fachrul Razi, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta. 

WFH, Dari Rumah Kembali Ke Rumah

Rabu, 08 April 2020
Sebut saja namanya Maksudi. Sebagai kepala keluarga, dia biasa berangkat pagi pulang petang atau malam, demi tanggung jawab mencari nafkah. Sebagai PNS (Aparatur Sipil Negara, ASN), ia bertanggung jawab dalam pelayanan umat. Tak jarang tugas keluar kota dijalaninya tiap pekan, kerap dalam sebulan beberapa kali harus meninggalkan keluarganya.

Tim Robotik MAN 1 Bukittinggi Ciptakan Tempat Hand Sanitizer Bersensor

Rabu, 08 April 2020
Bukittinggi (Kemenag) --- Tim Robotik Madrasah Aliyah Negeri 1 Bukittinggi menciptakan tempat hand sanitizer bersensor. Ini membantu pengguna untuk tidak menyentuh tempat hand sanitizer secara langsung bila ingin mencuci tangan. 

Gugus Tugas Covid-19 Kemenag Jatim Terus Pantau Peserta Pelatihan Petugas Haji

Rabu, 08 April 2020
Surabaya (Kemenag) ---- Gugus tugas pencegahan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) terus memantau kondisi kesehatan peserta pelatihan petugas haji Jawa Timur. Menurut Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur Ahmad Zayadi, ini dilakukan usai teridentifikasinya peserta pelatihan yang positif terpapar Covid-19.

Ruang Isolasi Covid-19 Asrama Haji Pondok Gede Siap Digunakan

Selasa, 07 April 2020
Jakarta (Kemenag) --- Ruang isolasi bagi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, siap digunakan.  Hal ini disampaikan Ketua Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kementerian Agama Ali Irfan, usai mendampingi Plt Sekretaris Jenderal Kemenag Nizar meninjau kesiapan penggunaan Gedung Utama Asrama Haji Jakarta sebagai Ruang Isolasi Covid-19. 

Satgas Pencegahan Covid-19 IAIN Jember Bagikan Bingkisan ke Mahasiswa Asal Thailand

Selasa, 07 April 2020
Jember (Kemenag) --- Satgas Pencegahan Covid-19 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember hari ini menggelar aksi solidaritas kemanusiaan dengan membagikan bingkisan sembako dan nasi kotak kepada mahasiswa yang berasal dari Thailand.

Tidak Benar Menag Imbau Masjid Gelar Tarawih Berjemaah saat Darurat Pandemi Covid-19

Selasa, 07 April 2020
Jakarta (Kemenag) --- Sejak Senin (06/04), beredar sebuah video berdurasi 37 detik yang menampilkan petikan pernyataan Menteri Agama Fachrul Razi pada aplikasi percakapan WhatsApp. Pesan yang dikirimkan secara berantai dalam kolom perbincangan WhatsApp Group (WAG) tersebut, disertai pesan sebagai berikut: 

Siapkan Bimbingan Melalui Medsos, Kemenag Ajak Seluruh Stake Holder Terlibat Manasik Haji

Selasa, 07 April 2020
Jakarta (Kemenag) --- Kementerian Agama saat ini tengah menyiapkan program bimbingan manasik haji melalui media sosial. Hal ini dilakukan untuk menyiasati agar program Bimbingan Manasik Sepanjang Tahun Kementerian Agama, tetap dapat berjalan optimal di tengah keterbatasan kondisi akibat pandemi global Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang saat ini melanda Indonesia. 

Covid-19, Mahasiswa PTKI bisa KKN dari Rumah atau Kerja Sosial

Selasa, 07 April 2020
Jakarta (Kemenag) --- Wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) berdampak juga pada pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).  Hal itu direspon Ditjen Pendidikan Islam Kemenag dengan memodifikasi program KKN.

MUI: Edaran Menag Tentang Panduan Ibadah Ramadhan untuk Kemaslahatan Umat

Selasa, 07 April 2020
Jakarta (Kemenag)--Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai Surat Edaran (SE) Menteri Agama tentang panduan Ibadah Ramadan di tengah wabah Covid-19 diorientasikan untuk terciptanya kemaslahatan. 

60 Calon Peserta MTQN Ikut Training Center

Senin, 16 Maret 2020
Suasana pembukaan Training Center (TC) tahap pertama di Aula LPTQ Aceh pada Jum'at (13/3/2020) pagi.

Suasana pembukaan Training Center (TC) tahap pertama di Aula LPTQ Aceh pada Jum’at (13/3/2020) pagi.

BANDA ACEH – Sebanyak 60 orang calon peserta yang akan mengikuti MTQ Nasional ke 28 yang akan diselenggarakan di Kota Padang Sumbar mengikuti masa pembinaan atau Training Center (TC) tahap pertama 15 hari (13-27 Maret 2020) di Aula LPTQ Aceh.

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh diwakili Sekretaris Dinas Drs H Darjalil yang membuka kegiatan training center itu Jum’at (13/3) antara lain mengatakan, masa pelatihan dan pembinaan itu merupakan proses tindak lanjut atas hasil seleksi calon peserta yang telah dilakukan.

Pada masa TC ini para peserta dilatih oleh para pelatih daerah dan pelatih nasional sesuai dengan cabang masing-masing.

Untuk itu para peserta diminta agar serius dan tekun mengikuti TC sampai selesai. Pemerintah Aceh berharap agar pada pelaksanaan MTQ Nasional ke 28 yang berlangsung Agustus tahun ini Aceh dapat meraih peringkat tiga nasional. “Jika kita berkaca dari MTQ/STQ nasional kafilah Aceh terus menunjukkan prestasi, namun untuk tahun ini kita memasang target besar agar masuk 3 besar peringkat nasional,” ujar Darjalil. Untuk itu, ungkap Darjalil, kita harus berpikir dan berusaha semampu kita untuk meraih prestasi sesuai harapan Plt Gubernur Aceh. Langkah-langkah ke arah itu, sebut Darjalil harus terus diupayakan.

Hal itu dibuktikan bahwa seleksi calon peserta sudah kita lakukan sejak tahun 2019 lalu, masa training center juga sudah dimulai akhir tahun 2019 lalu. “Pada tahun ini kita lakukan TC selama 40 hari dan mendatangkan pelatih nasional dengan alokasi waktu dan jumlah pelatih lebih banyak,” tambah Sekdis DSI Aceh itu. Disamping itu, untuk melatih agar peserta tidak demam panggung, para peserta juga akan diberikan try out (uji kemampuan) sesuai dengan perkembangan kemampuan peserta.

Langkah-langkah  tersebut merupakan strategi untuk meningkatkan kualitas peserta sehingga dapat tampil maksimal disaat MTQ nanti. Sebelumnya, Kepala UPTD. PPQ Muzakkir SH menyampaikan bahwa, jumlah peserta yang mengikuti TC tahap pertama ini 60 orang dari semua cabang MTQ yaitu cabang Tilawah, Tahfidh, Tafsir, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Khattil Qur’an dan MMQ. Sedangkan untuk TC tahap selanjutnya akan dilakukan menjelang pemberangkatan peserta atau disesuaikan dengan melihat hasil TC tahap pertama. “Kita akan lakukan pemetaan peserta cabang mana saja yang memiliki potensi mendapat juara, nanti akan kita lakukan pembinaan khusus sehingga potensi itu akan dapat meningkatkan prestasi Aceh di ajang MTQN yang akan berlangsung pada bulan Agustus 2020.(rel/mis)

Sumber : Serambi Indonesia

The post 60 Calon Peserta MTQN Ikut Training Center appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

DSI Aceh Adakan TOT Syariat Islam Bagi Guru

Kamis, 12 Maret 2020

Penyematan Bad Peserta Oleh Kepala DSI Aceh yang diwakili oleh Sekretaris DSI Aceh Drs. Darjalil di Aula Hotel Grand Nanggroe (2/3/2020) malam.

Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh, Senin (2/3/2020) menggelar Training of Trainer (TOT) yang diperuntukkan bagi  Guru SLTA se-Aceh. Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Grand Nanggroe itu dibuka oleh Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Dr. EMK. Alidar, S. Ag. M. Hum. Pelatihan yang melibatkan 2 unsur  lembaga pemerintah yakni Dinas Syariat Islam Aceh, Kementerian Agama Provinsi Aceh akan berlangsung dari tanggal  02 s.d 13 Maret 2020.

Kadis Syariat Islam Aceh Dr . EMK. Alidar, S. Ag. M. Hum dalam sambutannya mengatakan guru sebagai garda terdepan dalam memberikan pendidikan agama Islam kepada anak didiknya. Bimbingan dan pembinaan Islami sangat diperlukan kepada kaum muda muslim agar menjadi generasi muda muslim yang bisa membangun karakter bangsa yang lebih baik, religius, dan juga terhormat di mata bangsa-bangsa lain.

“Permasalahan Pendidikan banyak bermunculkan fakta bahwa profesionalisme seorang Pendidik  dalam pengertian yang luas masih perlu di lakukan kegiatan  kepada Pendidik (Guru) yang dapat menambah wawasan keislaman sebagai penguatan kafasitas dalam melakukan tugasnya sebaga Pendidik . Guru sebagai agent of change harus mempunyai visi  misi yang jelas, dan memiliki wawasan keislam yang menyeluruh tentang problem sosial, ekonomi, politik,budaya dalam mengarahkan umat Islam kepada suatu tatanan yang lebih mapan” ujarmya.

Beliau mengharapkan dengan adanya kegiatan ini bisa memperluas pengetahuan dan wawasan bagi Ke-Islaman, mengasah kecerdasan dan kreatifitas Peserta pelatihan untuk menyelesaikan dan mengubah siswa/i menjadi harapan serta Melahirkan sumber daya guru yang mampu juga berani mensosialisasikan  ideologi (agama), kepada masyarakat lebih Khusus kepada para pelajar tingkat SLTA, tutupnya.

Nizami Taufik, S. Sos selaku panitia pelaksana dalam laporannya menjelaskan tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini Memperluas pengetahuan dan wawasan bagi para guru SLTA dalam rangka mangimplementasikan Modul Wawasan Ke-Islaman bagi Guru SLTA  pada saat penyelenggaraan Mas aOrientasi Siswa (MOS) Tahun 2020 serta Memotivasi guru SLTA menjadi uswah dan qudwah (teladan) dalam kehidupan sehari-hari yang bisa dicontohkan oleh para siswanya.

Peserta yang hadir berjumlah 120 orang dibagi menjadi 3 angkatan masing-masing angkatan 40 orang terdiri dari para guru SLTA Sederajat Kabupaten/Kota se-Aceh.  Adapun narasumber/pemateri kegiatan ini adalah dari unsur Dinas Syariat Islam Aceh, tim penulis modul dan praktisi pendidikan.

The post DSI Aceh Adakan TOT Syariat Islam Bagi Guru appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

2000 Pasang Akan Diitsbatkan Tahun 2020

Kamis, 12 Maret 2020

Rapat Koordinasi Teknis Tim Pelayanan Terpadu Itsbat Nikah 10 Kab/Kota Tahun 2020 di Aula DSI Aceh (17/2/2020)

Dinas Syariat Islam Aceh – Itsbat Nikah Tahun2020 akan dilaksanakan di 10 Kab/kota dimulai bulan April hingga November 2020 dimana interval waktunya diperkirakan 3 minggu untuk satu Kabupaten/kota meliputi Pidie, Pidie Jaya, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Jaya,  Aceh Barat Daya, Lhoksemawe, Bener Meriah, Aceh Tenggara, dan Simeulu. Demikian hasil Rapat Koordinasi Teknis Tim Pelayanan Terpadu Itsbat Nikah yang diselanggarakan di Aula Gedung DSI Aceh, Komplek Keistimewaan Aceh, Jeulingke Banda Aceh, Senin (17/2).

Dalam pertemuan tersebut turut hadir Kepala Dinas Syariat Islam Aceh DR. EMK. Alidar S. Ag. M. Hum, Kabid Bina Hukum dan HAM Dinas Syariat Islam Aceh Husni MAg, Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh, Kakanwil Kemenag Aceh , Kadis Registrasi Kependudukan Aceh, serta Stakeholder Kabupaten/Kota.

EMK. Alidar S. Ag. M. Hum dalam sambutannya mengatakan, Perkara Itsbat Nikah ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2015. Data awal pasangan yang perlu di Itsbat Nikah berjumlah 22.105 pasang.

“ Dari tahun 2015 sampai dengan 2019 ada sebanyak 14.480 pasang dari 22.105 pasang yang sudah di itsbatkanakan.” tutur EMK Alidar.

Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam mendapatkan identitas hukum secara gratis. Beliau juga menambahkan bahwa itsbah nikah ini akan dituntaskan pada tahun 2021.

Besar harapan beliau menekankan agar nantinya sidang keliling ini dapat diselesaikan secepat mungkin dan berjalan lancar.

Semakin dilihat dari kegunaannya maka masyarakat semakin berani dan mau melakukan isbat nikah baik secara personal maupun terpadu. Namun yang harus diwaspadai dari prosesi Itsbat Nikah ini adalah penumpang gelap misalnya pasutri yang tidak ada wali nikahnya. Dalam hal ini Kementrian Agama sangat berhati-hati dalam menerbitkan akta nikah karena berdasarkan turunan dari UU No. 1 Tahun 1974 tentang perkawinan, yang berhak mencatat pernikahan adalah Kantor Urusan Agama.

Tahun 2020 ini Pemerintah mengaplot anggaran untuk kebutuhan isbat nikah sebanyak 2000 pasang untuk seluruh Kabupaten/kota yang sudah disepakati, sehingga untuk masing-masing Kabupaten/Kota mendapat jatah 200 pasang.

The post 2000 Pasang Akan Diitsbatkan Tahun 2020 appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Keluarga Menjadi Ujung Tombak Pelaksanaan Syariat Islam

Kamis, 12 Maret 2020

Sekretaris Dinas Syariat Islam Aceh Drs Darjalil Saat Membuka Acara Pembinaan Keluarga Islami di Aula Hotel Regina Banda Aceh, Selasa (10/3).

Dinas Syariat Islam Aceh – Pelaksanaan syariat Islam di Aceh dalam penerapannya tidak dipahami secara sempit, tetapi diperluas dalam semua dimensi dan bidang kehidupan serta dibarengi dengan berbagai pendekatan, metode dan cara. Salah satunya keluarga.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Syariat Islam Aceh yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Drs Darjalil pada pembukaan Kegiatan Pembinaan Keluarga Islami di Hotel Regina Banda Aceh, Selasa (10/3).

Kegiatan Pembinaan Keluarga Islami dilaksanakan selama 2 (dua) hari, mulai dari tanggal 10 s.d 11 Maret 2020, dengan jumlah peserta sebanyak 100 orang terdiri dari ASN laki-laki dan perempuan perwakilan dari 28 SKPA, Dinas/Badan dalam lingkungan Pemerintah Aceh.

Pada Kesempatan itu, Darjalil mengatakan Keluarga Islami menjadi suatu tolak ukur dalam rangka terciptanya masyarakat islami yang melaksanakan syariat Islam secara kaffah. Pembinaan Keluarga Islami merupakan hal yang harus dilakukan. Karena keluarga sebagai unit terkecil dari masyarakat mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan suatu bangsa. Baiknya sebuah keluarga maka akan baik pula masyarakatnya. Baik sebuah masyarakat maka akan baik pula bangsa dan negaranya, semuanya berawal dari sebuah keluarga.

Penerapan Syariat Islam tidak hanya terfokus pada persoalan hukum untuk memberikan kesadaran pada masyarakat, tetapi juga dengan mengedepankan dakwah dan syiar Islam dalam menunjukkan sisi kelembutan dan memberikan kesejukan batin pada penerapannya.

Darjalil juga mengajak mari bersama-sama mengikuti dengan serius dan seksama agar kegiatan Pelatihan Pembentukan Karakter Keluarga Islami ini benar-benar dapat di aplikasikan di rumah masing-masing.

The post Keluarga Menjadi Ujung Tombak Pelaksanaan Syariat Islam appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Aceh Tidak Hanya Tentang Hukum Jinayah

Senin, 09 Maret 2020

Sekretaris Dinas Syariat Islam Aceh Drs Darjalil Memberikan Cindera Mata Kepada Perwakilan Syarikat DCL Travel & Tours SDN BHD Malaysia di Aula LPTQ Aceh, Jum’at, (06/3).

Dinas Syariat islam Aceh – Aceh tidak hanya tentang hukum jinayah tetapi juga menyangkut aspek lainnya, seperti ekonomi Islam, dakwah, pembinaan aqidah, akhlak dan lain-lain dalam kehidupan masyarakat Aceh. Khasanah keislaman di bumi Aceh saat ini kian terasa dengan hadirnya produk hukum berupa qanun-qanun syariat Islam yang mengikat masyarakat Aceh dan orang yang berada di wilayah Aceh.

Hal ini disampaikan Sekretaris Dinas Syariat Islam Aceh Drs Darjalil pada pertemuan penerimaan kunjungan Syarikat DCL Travel & Tours SDN BHD Malaysia, Jum’at 06 Maret 2019 di Aula LPTQ Aceh.

Kehadiran mereka disambut oleh Sekretaris DSI Aceh Drs Darjalil Kasi Perundang-undangan Dr. Fikri Bin Sulaiman Ismail, LC, serta sejumlah pegawai DSI Aceh lainnya.

Menurut Darjalil, dunia luar heboh dengan syariat Islam di Aceh sementara  masyarakat Aceh sendiri menerima dengan senang hati pelaksanaan syariat Islam. “Walaupun syariat Islam banyak mengalami tantangan dari pihak luar namun pemerintah Aceh tetap komit terhadap pelaksanaan syariat Islam sehingga syariat Islam bisa ditegakan secara kaffah, karena dengan Islam lah mejadi satu-satunya jalan untuk menuju kehidupan yang sejahtera dan damai baik itu di dunia maupun akhirat.

Aceh merupakan satu-satunya provinsi yang dapat melaksanakan Syariat Islam secara menyeluruh, ditandai dengan lahirnya Undang-Undang No. 44 tahun 1999 tentang 4 (empat) keistimewaan yang diberikan Indonesia kepada Aceh yaitu; pertama, keistimewaan penyelenggaraan agama; kedua, keistimewaan bidang pendidikan; ketiga, keistimewaan bidang adat istiadat; keempat, keistimewaan dalam peran ulama. Keistimewaan bidang penyelenggaraan agama diterjemahkan dalam bentuk penerapan syariat Islam dan diperkuat dengan Undang-Undang No. 11 tahun 2006 tentang pemerintahan Aceh.

Darjalil menambahkan, Hukum Islam yang berlaku di Aceh menganut 2 azas yaitu: azas territorial dimana hukum syariat hanya berlaku di wilayah Aceh dan azas personality dimana hukum syariat Islam berlaku untuk setiap muslim yang berada di Aceh.

Sementara itu Dr Fikri Sulaiman LC menambahkan, Aceh setelah melalui perjalanan yang sangat panjang untuk memperjuangkan pelaksanaan Syariat Islam, terjadilah musibah tsunami tahun 2004 maka pada pertengahan tahun 2005 dicapailah kesepakatan untuk menghentikan konflik  antara  GAM  dan  Tentara  Republik  Indonesia  (TNI)  dibantu  Polisi  Republik Indonesia (Polri) di Helsinki, Finlandia. Kemudian melalui perundingan tersebut diperoleh sebuah kesepakatan damai yang dikenal dengan nama Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki.

Perundingan itu tidak hanya menjadi angin segar bagi kedamaian masyarakat Aceh, tetapi juga termaktub  hak-hak  masyarakat  Aceh  yang  harus  dipenuhi  oleh  pemerintah  pusat  melalui Pemerintah Aceh terkait dengan kesejahteraan masyarakat Aceh,  tutup Dr Fikri.

The post Aceh Tidak Hanya Tentang Hukum Jinayah appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

LPTQ Aceh Hadiri Rapat Persiapan Kafilah Aceh Ikuti MTQ ke-28

Jumat, 28 Februari 2020
Suasana rapat persiapan kafilah Aceh untuk mengikuti MTQ Nasional ke-28 yang berlangsung di di ruang rapat Biro Keistimewaan dan Kesra Setda Aceh pada Kamis (27/2/2020) pagi.

Suasana rapat koordinasi persiapan kafilah Aceh untuk mengikuti MTQ Nasional ke-28 yang berlangsung di ruang rapat Biro Keistimewaan dan Kesra Setda Aceh pada Kamis (27/2/2020) pagi.

Dinas Syariat Islam Aceh – Sebanyak 30 anggota LPTQ Aceh menghadiri rapat koordinasi dalam rangka persiapan kafilah provinsi Aceh mengikuti pelaksanaan kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-28 tingkat Nasional Tahun 2020 yang akan dilaksanakan di Padang, Sumatera Barat pada tanggal 19-29 Agustus mendatang.

Rapat yang berlangsung di ruang rapat Biro Keistimewaan dan Kesra Setda Aceh pada Kamis (27/2/2020) pagi dipimpin langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Keistimewaan Aceh, Dr. M. Jafar, SH., M. Hum turut dihadiri  Kepala Biro Keistimewaan dan Kesra Setda Aceh, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh, Sekretaris DSI Aceh, Kepala UPTD PPQ DSI Aceh, para pelatih dan pembina serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Dalam rapat tersebut, Plt. Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT melalui Asisten Pemerintahan dan Keistimewaan Aceh menyampaikan harapannya terkait dengan keikutsertaan kafilah dalam even MTQ Padang agar Aceh memperoleh capaian prestasi yang lebih baik lagi. “Harapan Bapak Plt. Gubernur,  Aceh masuk dalam kedalam kelompok atau urutan 3 besar dan beliau akan mensupport kita semaksimal mungkin”, ujar M. Jafar.

Sementara Kadis DSI Aceh mengatakan ada beberapa langkah dan strategi yang akan dilakukan dalam memperbaiki peringkat, diantaranya mendatangkan pelatih nasional, mengadakan try out atau uji kemampuan di depan umum dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kesiapan mental agar tidak demam panggung, memback up 6 golongan menjadi 12 orang sehingga yang yang didaftarkan nanti peserta yang benar-benar siap dan beberapa upaya lainnya dalam rangka meningkatkan prestasi kafilah Aceh.

Selain itu dalam rapat tersebut juga dibahas segala sesuatu yang berkaitan dengan persiapan kafilah Aceh mulai dari jadwal training center, fasilitas, peserta, pelatih, official, akomodasi, anggaran MTQ dan rapat evaluasi (review) setelah kepulangan kafilah nanti.

Terkait dengan manajemen LPTQ Aceh, Sekda Aceh, dr. Taqwallah melalui Karo Keistimewaan dan dan Kesra Aceh, Zahrul Fajri mengatakan bahwa di LPTQ perlu ada pembenahan baik segi baik sarana dan prasarana, pengelolaan anggaran, manajemen dan program yang perlu disikapi dengan bijak sehingga LPTQ Aceh lebih dinamis dan menjadi lebih baik ke depan. (Lilis Suriani)

The post LPTQ Aceh Hadiri Rapat Persiapan Kafilah Aceh Ikuti MTQ ke-28 appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Gadis Gampong Pertabas Simpang Kanan Mengucapkan Syahadat

Rabu, 26 Februari 2020

Dinas Syariat Islam Aceh – Salah seorang gadis di Gampong Pertabas Kecamatan Simpang Kanan Kabupaten Aceh Singkil mengucapkan dua Kalimah Syahadat atas kesadaran sendiri untuk memeluk agama Islam.

Prosesi pensyahadatan berlangsung pada hari Senin tanggal 24 Februari 2020 sekitar pukul 21.00 WIB dengan pembimbing ustazd Azmi Da’i perbatasan Gampong Pertabas Kecamatan Simpang Kanan.

Ikut hadir pada prosesi pensyahadatan Maisarah tersebut, H Muzni dari Singkil, pengurus Mesjid baik Imam, Khatib, Bilal, Rubiah, Gharim, perwakilan Keuchik Gampong Pertabas, tokoh agama, tokoh masyarakat, ketua dan anggota wirid yasin ibu-ibu serta masyarakat Gampong Pertabas.

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Dr EMK Alidar S Ag. M Hum Selasa (25/2) mengatakan, Musta Nola Vida nama sebelum mengucapkan Syahadat awalnya merupakan pemeluk agama Kristen Katolik.

Namun setelah mengucapkan dua kalimat syahadat dan secara sah menjadi ummat Nabi Muhammad SAW Musta Nola Vida langsung digantikan namanya menjadi Maisarah.

Dikatakan, alasan Maisarah masuk agama Islam adalah karena menurutnya Islam merupakan agama yang haq,  hanya agama Islam yang diterima oleh Allah sang maha pencipta.

“Maisarah masuk agama Islam tidak ada paksaan dari siapapun, melainkan atas keinginannya sendiri karena telah mendapatkan hidayah dari Allah SWT, agama Islam suci lagi bersih, agama Islam menuntun kita untuk berakhlak mulia,” ujar Dr EMK Alidar mengutip ucapan Maisarah sebelum mengucapkan Syahadat.

Setelah pensyahadatan selesai ustazd Azmi Da’i Gampong Pertabas Kecamatan Simpang Kanan memberikan sedikit nasehat-nasehat agama, dan selanjutnya menyerahkan bantuan berupa peralatan alat sholat serta buku tuntunan seperti telkum (mukena), jasadah, jilbab, baju bakal, Al Qur’an, buku tuntunan shalat, buku kunci ibadah, metode iqrak, Yasin dan buku Juz Amma, sedangkan H Muzni memberikan satu steel pakaian gamis lengkap dengan jilbab kepada Maisarah.

Sumber : Koran Aceh Online

The post Gadis Gampong Pertabas Simpang Kanan Mengucapkan Syahadat appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Dinas Syariat Islam Seleksi Calon Peserta MTQ Nasional

Selasa, 18 Februari 2020

Banda Aceh – Menghadapi MTQ Nasional ke-28 yang akan berlangsung di Padang, Sumatera Barat, 22-29 Agustus 2020, Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh melakukan Seleksi Calon Peserta MTQ. Seleksi berlangsung selama 11 hari, 15-25 Februari, di Gedung LPTQ Aceh.

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Sekretaris Dinas, Drs H Darjalil, mengatakan bahwa seleksi ini merupakan rangkaian dari pelaksanaan MTQ Nasional.

Dimana, peserta yang lulus seleksi akan menjadi peserta pada MTQ dan proses untuk menjaring dan memilih duta-duta Aceh untuk mengikuti event MTQ Nasional mendatang di Padang. Lebih lanjut Darjalil mengatakan, prestasi kafilah Aceh terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun baik MTQ maupun STQ. Dia berpesan agar prestasi ini terus dipertahankan dan ditingkatkan pada MTQ Nasional tahun ini.

Pemerintah dan masyarakat Aceh sangat berharap agar kafilah Aceh dapat mengukir prestasi di ajang MTQ/STQ Nasional. “Kita akan bangga jika suatu saat nanti kafilah Aceh mampu meraih prestasi juara umum. Untuk itu, kami berpesan, bagi para peserta seleksi yang terpilih nantinya sebagai peserta MTQ, hendaknya tidak berbangga diri, namun harus mempersiapkan diri untuk mengikuti training sudah dijadwalkan,” ujar Darjalil.

Kepada para peserta yang belum berhasil lulus pada seleksi ini, diharap jangan bersedih dan berkecil hati, tapi teruslah belajar dan mengembangkan potensi dan prestasi. Sebab, kedepan masih banyak kesempatan untuk mengikuti acara-acara nasional yang bisa diikuti asal saja mampu bersaing dengan yang lainnya.

Sebelumnya Kepala UPTD PPQ Aceh, Muzakkir, SH dalam laporan panitia menyampaikan bahwa kegiatan seleksi calon  peserta MTQ Nasional ini dilaksanakan dalam tiga angkatan. Angkatan yang dimulai tanggal 15 dan berakhir tanggal 25 Februari 2020. Adapun cabang-cabang yang diseleksi pada tahun ini adalah cabang khattil Qur’an, cabang MMQ, cabang Qiraat Sab’ah, cabang Fahmil Qur’an dan cabang Syarhil Qur’an. Sedang cabang-cabang lainnya sudah diseleksi pada tahun 2019 lalu.(rel/mis)

Sumber : serambi Indonesia

The post Dinas Syariat Islam Seleksi Calon Peserta MTQ Nasional appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.