Indeks Berita

Indonesian Interfaith Scholarship 2019 Ditutup

Minggu, 18 Agustus 2019
Kuta, Bali (Kemenag) --- Kementerian Agama melalui Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI usai menggelar Indonesian Interfaith Scholarship (IIS) 2019 kali ini mengusung tema 'Harmonization between culture and religion in Indonesia', berlangsung dari tanggal 11-20 Agustus 2019. Gelaran ke-enam ini merupakan kerjasama Kemenag RI dengan Uni Eropa khususnya Parlemen Eropa lewat program Indonesian Interfaith Scholarship (IIS).

500 Jemaah Kloter 1 Debarkasi Haji Makassar Tiba di Tanah Air

Minggu, 18 Agustus 2019
Makassar (Kemenag) --- Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA. 1201 mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanudsin Makassar, Minggu (18/08), pukul 17.20 WITA. Pesawat ini membawa 450 jemaah haji dan lima petugas Kloter 1 Debarkasi Makassar (UPG 01). 

Busyro Muqoddas: PPIH Berhasil Minimalisasi Masalah Penyelenggaraan Haji

Minggu, 18 Agustus 2019
Jeddah (Kemenag) ---  Mantan petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas menilai  petugas haji Indonesia yang tergabung dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) telah berhasil meminimalisasi masalah dalam penyelenggaraan ibadah haji 1440H/2019M. Hal ini menurutnya berhasil dilakukan karena petugas haji taat prinsip dan memiliki etos kerja yang baik.

PPIH Imbau Jemaah Kembalikan Kantong Kerikil ke Maktab

Minggu, 18 Agustus 2019
Makkah (Kemenag) --- Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mengimbau jemaah haji agar mengembalikan kantong kerikil ke pihak maktab. Kantong tersebut sebelumnya dipergunakan untuk membawa kerikil dari Muzdalifah. Imbauan ini menyusul adanya selebaran dari Muassasah Asia Tenggara tentang adanya kesalahan penerjemahan yang tertulis di kantong kerikil jamarat tersebut.

Tim Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji Perlu Ditambah

Minggu, 18 Agustus 2019
Jeddah (Kemenag) --- Dua tahun terakhir, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi membentuk tim Pertolongan Pertama Pada Jemaah Haji (P3JH).  Tim ini bertugas memberikan layanan kesehatan berupa pertolongan pra medik kepada jemaah pada kesempatan pertama menemukannya. 

Ya Lal Wathan Menggema di Pengenalan Budaya Akademik UIN Jambi

Minggu, 18 Agustus 2019
Jambi (Kemenag) --- Lagu Ya Lal Wathan ikut memeriahkan momen Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi. Lagu karya Pahlawan Nasional KH. Abdul Wahab Chasbullah dinyanyikan bersama 2.850 mahasiswa baru peserta PBAK. 

PPIH Terus Upayakan Peningkatan Kualitas Ibadah Jemaah Haji Indonesia

Sabtu, 17 Agustus 2019
Jeddah (Kemenag) ---- Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH)  senantiasa berupaya agar kualitas ibadah jemaah haji Indonesia terus mengalami peningkatan. Hal ini dikatakan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin usai menghadiri Exit Meeting sekaligus evaluasi awal penyelenggaraan haji di Kantor Urusan Haji, di Jeddah, Sabtu (17/08). "Ada dua hal terkait dengan peningkatan kualitas ibadah, pertama adalah materi ibadah akan kita perkaya dan sempurnakan. Yang kedua adalah petugas-petugasnya, kita akan lebih selektif dan dari sisi jumlah akan lebih proporsional terkait dengan jumlah jamaah itu sendiri," ujar Menag Lukman. Menurut Menag, peningkatan kualitas ibadah dapat ditelaah dari dua aspek, yakni materi-materi yang disampaikan kepada jamaah, dan petugas-petugasnya khususnya para pembimbing ibadah serta konsultan ibadah yang berkualitas. Exit Meeting yang diikuti oleh para pimpinan PPIH Saudi Arabia 2019 bersama seluruh delegasi Amirul Hajj ini merupakan forum refleksi dan evaluasi terhadap progress perkembangan penyelenggaraan haji tahun ini. "Meskipun tentu belum selesai penyelenggaraan haji tahun ini, tapi setidak-tidaknya di tengah-tengah penyelenggaraan haji tahun ini apalagi pasca wukuf ini kita bisa mendapatkan hal-hal yang sifatnya pokok yang bisa cermati dan kita kembangkan ke depan," ujar Menag. Menag menuturkan bahwa hasil evaluasi terkait layanan akomodasi, konsumsi, transportasi dan layanan lain mendapatkan kesan yang cukup baik. "Tinggal sekarang peningkatan pada kualitas ibadahnya. Oleh karenanya saya menyatakan bahwa tahun depan harus kita jadikan tahun peningkatan kualitas ibadah," tuturnya. Menag juga menyampaikan masukan dari delegasi Amirul hajj agar di masa mendatang buku-buku manasik haji harus lebih lengkap, tidak hanya terkait tata cara berhaji tetapi juga ditambah dengan hal-hal yang lebih substantif, lebih krusial dari ritual prosesi haji. "Mengapa harus tawaf apa makna tawaf itu kenapa sai apa makna sai wukuf itu apa maknanya. Sehingga kemudian selama berhaji ini jamaah tidak hanya sekadar menyandang predikat haji karena sudah melaksanakan manasik tata cara haji tapi mereka mendapatkan ilmu wawasannya berkembang lebih baik," pungkasnya.

Sukses Haji Diapresiasi, Menag Puji Balik Dubes RI di Saudi

Sabtu, 17 Agustus 2019
Jeddah (Kemenag) --- Dubes RI di Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengapresiasi sukses penyelenggaraan haji 1440H/2019M. Mewakili Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), apresiasi yang sama disampaikan Amirul Hajj Lukman Hakim Saifuddin kepada Dubes atas peran dan kerjasama nya yang baik di setiap gelaran haji. 

17 Agustusan di Kota Makkah, Upacara di Jalanan hingga Penuturan Syair Madihin Banjar

Sabtu, 17 Agustus 2019
Makkah (Kemenag) --- Hari Kemerdekaan 17 Agustus  merupakan salah satu hari yang selalu disambut dengan gegap gempita oleh seluruh rakyat Indonesia. Tak terkecuali para jemaah dan petugas haji Indonesia yang saat ini berada di Kota Makkah, Arab Saudi. Berbagai  kegiatan digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-74, hari ini. 

Menag Ajak WNI di Arab Saudi Jaga Nama Baik Bangsa

Sabtu, 17 Agustus 2019
Makkah (Kemenag) --- Warga Negara Indonesia di Arab Saudi diharapkan dapat menjaga nama baik serta mengharumkan nama bangsa. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan hal itu, saat menjadi pemimpin upacara dalam peringatan HUT RI ke-74, di Konsulat Jendera Rl di Jeddah, Arab Saudi, Sabtu (17/08). "Sebagai warga negara, dapat menjaga nama baik serta menjadi mengharumkan bangsa di dunia internasional. Kemudian bangsa kita pun juga bisa merasakan manfaat dari kehadiran kita. Saya pikir itu cara kita memaknai kemerdekaan," kata Menag. Upacara peringatan HUT RI ini juga dihadiri WNI di Jeddah, Konsul Jenderal Heri Syarifuddin, jajaran staf konjen, delegasi Amirul Hajj serta jajaran Kementerian Agama. Menag mengajak untuk memaknai kemerdekaan dengan memberikan kontribusi dan sumbangsih yang terbaik bagi kemajuan dan kejayaan bangsa dan negara. "Saya pikir itu dua hal setidak-tidaknya cara kita memaknai kemerdekaan tahun ini," katanya. Memperingati hari kemerdekaan, lanjut Menag, juga merupakan tanda kecintaan yang luar biasa kepada tanah air. Menag menyampaikan rasa syukur karena peringatan hari kemerdekaan di Arab Saudi berlangsung dengan baik dan lancar. "Kita bersyukur karena kecintaan bangsa kita meskipun berada jauh dari Indonesia, berada di Saudi Arabia tetap punya kecintaan yang luar biasa," ujarnya. Kecintaan tersebut, diwujudkan dengan memperingati HUT Indonesia ke-74. Kemudian memaknai dengan cara mensyukuri kemerdekaan dan mendoakan para pendahulu. Karena pada dasarnya, kemerdekaan merupakan buah hasil dari perjuangan pendahulu. Sementara, Konjen Heri Syarifuddin mengatakan, upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI tahun ini istimewa karena dihadiri Amirul Hajj dan delegasi. Seusai upacara peringatan hari kemerdekaan dilakukan pemotongan tumpeng oleh Menag, dan berbagai lomba yang diikuti oleh WNI di Jeddah.

Dubes RI di Saudi Apresiasi PPIH atas Sukses Penyelenggaraan Haji

Sabtu, 17 Agustus 2019
Jeddah (Kemenag) --- Duta Besar RI di Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengapresiasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) atas sukses penyelenggaraan haji 1440H/2019M.

DSI Aceh Gelar Pelatihan Tutor Pendidikan Al-Qur’an

Sabtu, 17 Agustus 2019
Kepala DSI Aceh Dr. EMK Alidar, S. Ag, M. Hum saat membuka kegiatan pelatihan tutor pendidikan Al-Qur’an Masjid Raya Baiturrahmanhotel Grand Permata Hati, Blang Oi, Banda Aceh pada Jum'at (17/8/2019) pagi.

Kepala DSI Aceh Dr. EMK Alidar, S. Ag, M. Hum saat membuka kegiatan pelatihan tutor pendidikan Al-Qur’an Masjid Raya Baiturrahman di hotel Grand Permata Hati, Blang Oi, Banda Aceh pada Jum’at (17/8/2019) pagi.

Dinas Syariat Islam – Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh melalui UPTD Masjid Raya Baiturrahman (MRB) menyelenggarakan kegiatan pelatihan tutor pendidikan Al-Qur’an Masjid Raya Baiturrahman selama 3 hari dari tanggal 16 s/d 18 Agustus 2019.

Acara yang berlangsung di hotel Grand Permata Hati, Blang Oi, Banda Aceh itu menghadirkan beberapa narasumber diantaranya Dr. EMK Alidar, S. Ag, M. Hum (Kebijakan Pemerintah dalam Peningkatan Kualitas Tutor Pendidikan Al-Qur’an di Masjid Raya Baiturrahman); T. Mardhatillah, SHI, MH (Praktek Tahsinul Qur’an); Mubashirullah, Lc, M. Ag (Makharijul Huruf dan Shifatul Huruf); Khadijah, S. Pd.I (Penguasaan dan Pengelolaan Kelas); Husni Suardi, S. Pd.I (BCM (Belajar, Cerita dan Menyanyi)); serta Amirullah Nurdin, ST, M. Pd (Sosok Ustadz-Ustadzah Teladan di Mata Murid).

Kepala DSI Aceh Dr. EMK Alidar, S. Ag, M. Hum saat membuka kegiatan tersebut mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme dan kualitas sumber daya guru pengajar Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dalam menciptakan generasi Qur’ani di Aceh.

“Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia khususnya berkaitan dengan implementasi syariat Islam, DSI Aceh sebagai perpanjangan tangan dari Pemerintah Aceh ikut berperan dalam menciptakan generasi Qur’ani di bumi Serambi Mekah, salah satunya melalui kegiatan pelatihan tutor pendidikan Al-Qur’an ini,“ ujar EMK Alidar.

Selain itu, Kadis mengutarakan bahwa ia ingin agar sarana dan prasarana di Masjid Raya Baiturrahman terus dibenahi supaya umat Islam dapat beribadah dan berwisata religi dengan aman dan nyaman di Masjid yang terletak di jantung kota Banda Aceh itu, termasuk pula perbaikan manajemen Masjid dan stake holder yang terlibat saling bersinergi untuk mewujudkan syariat Islam secara kaffah di Aceh.

Sementara itu kepala UPTD Masjid Raya Baiturrahman Ir. Abdul Haris, MT dalam laporan panitianya mengatakan dalam kegiatan ini jumlah peserta yang hadir sekitar 50 orang yang berasal dari guru-guru pengajar dari TPQ Plus Baiturrahman Banda Aceh. Adapun tujuan dilaksanakan kegiatan ini guna meningkatkan kemampuan tutor pendidikan Al-Qur’an di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. (Lilis Suriani)

The post DSI Aceh Gelar Pelatihan Tutor Pendidikan Al-Qur’an appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Hari Ini, ASN Kemenag di Seluruh Tanah Air Serentak Gelar Upacara HUT ke-74 RI

Sabtu, 17 Agustus 2019
Jakarta (Kemenag) - Hari ini, Sabtu (17/08) ASN Kemenag serentak di seluruh Nusantara menggelar upacara bendera memperingati HUT ke-74 Republik Indonesia. Untuk tingkat pusat, upacara digelar di lapangan upacara kantor Kemenag Jl. lapangan Banteng Barat Jakarta. Tampil sebagai inspektur upacara, Sekjen Kemenag M. Nur Kholis Setiawan.

Kemenag Miliki Peran Strategis Siapkan SDM Unggul Untuk Indonesia Maju

Sabtu, 17 Agustus 2019
Jakarta (Kemenag) - Kementerian Agama memiliki peran strategis dalam mempersiapkan SDM Unggul untuk Indonesia Maju melalui dua sektor yang ditangani secara Iangsung, yaitu sektor pembangunan keluarga melalui jalur pe|ayanan pernikahan dan bimbingan perkawinan  yang merupakan titik sentral dan fundamental dalam pembangunan manusia dan kemanusiaan seutuhnya. 

Pesan HUT RI ke-74, Pendidikan Agama dan Keagamaan Kontributor SDM Unggul

Sabtu, 17 Agustus 2019
Jakarta (Kemenag) --- Indonesia hari ini memperingati ulang tahun Kemerdekaan RI ke-74. Tema yang diusung adalah “SDM Unggul Indonesia Maju”.

Jaga Kemabruran, Menag Harap Jemaah Peduli Sesama dan Tebar Salam

Sabtu, 17 Agustus 2019
Makkah (Kemenag) --- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin melepas kepulangan 410 jemaah haji Indonesia asal Bogor. Mereka tergabung dalam kloter 01 Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS 01).

Lepas Kepulangan Jemaah Kloter Perdana, Menag: Mohon Maaf Atas Kekurangan

Sabtu, 17 Agustus 2019
Makkah (Kemenag) --- Fase pemulangan jemaah haji Indonesia dimulai. Kloter satu Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS 01) dilepas oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pukul 23.30 waktu Arab Saudi (WAS).

Besok, Menag Pimpin Upacara HUT RI ke-74 di KJRI Jeddah

Jumat, 16 Agustus 2019
Makkah (Kemenag) --- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dijadwalkan akan bertindak sebagai inspektur upacara pada pelaksanaan upacara peringatan 17 Agustus pada Konsulat Jenderal Republik Indonesia, di Jeddah, besok. 

Jemaah Kloter Pertama Mulai Didorong ke Jeddah Dini hari Nanti

Jumat, 16 Agustus 2019
Makkah (Kemenag) --- Dini hari nanti sekira pukul 00.15 Waktu Arab Saudi (WAS) jemaah haji asal embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS 1) mulai didorong ke Jeddah untuk diberangkatkan ke tanah air pada pukul 08.15 WAS. Seperti dikatakan oleh Kepala Bidang Transportasi Asep Subhana, Jumat (16/08). Menurutnya, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah memploting armada antarkota untuk pendorongan jemaah, baik itu jemaah haji gelombang I yang akan diberangkatkan ke tanah air melalui Jeddah. Maupun jemaah haji gelombang 2 yang hendak ke kota Madinah. "Semua kloter-kloter sudah kita ploting dari 6 perusahaan yang memang kita kontrak, InsyaAllah semua sudah terploting dan tinggal kita kondisikan di naqabah," ujarnya. Ia menambahkan bahwa PPIH telah menyiagakan 7-10 bus untuk setiap kelompok terbang (kloter). "Untuk kloter dengan sekitar 455 jemaah disiapkan 10 bus, sedangkan untuk kloter dengan jumlah jemaah yang paling sedikit yaitu 325 jemaah, akan di sediakan 7 bus," ujarnya Asep menjelaskan bahwa pengaturan pengangkutan jemaah ke Jeddah relatif lebih mudah karena bagasi sudah diangkut oleh perusahaan penerbangan melalui kargo setelah dilakukan penimbangan saat H-2 keberangkatan jemaah, sehingga pada H-1, bagasi sudah dapat diangkut ke Jeddah. Dengan demikian, pengangkutan jemaah dari Makkah ke Jeddah relatif lebih mudah dibandingkan dari Makkah ke Madinah. "Karena dari Makkah ke Madinah kita direpotkan dengan bagasi-bagasi yang cukup besar karena jemaah sudah berbelanja di kota Makkah untuk dibawa ke Madinah," pungkasnya.

Islam dan Nasionalisme

Jumat, 16 Agustus 2019
Nasionalisme telah mendarah daging dalam diri umat Islam Indonesia, terutama mereka yang itba' (mengikuti) ulama Ahlussunah wal Jamaah. Dalam pandangan ulama yang dianut mereka itu, cinta tanah air itu penting dan menjadi bagian dari iman. 

Kemenag Buka Call For Papers Muktamar Pemikiran Santri Nusantara 2019

Jumat, 16 Agustus 2019
Jakarta (Kemenag) --- Dalam rangka memperingati Hari Santri 2019, Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Ditjen Pendidikan Islam membuka Call for Papers untuk Muktamar Pemikiran Santri Nusantara 2019. Tema yang diusung adalah “Santri Mendunia: Tradisi, Eksistensi, dan Perdamaian Global”. 

Aceh Selatan Jadi Salah Satu Calon Tuan Rumah MTQ Tahun 2021

Kamis, 15 Agustus 2019

Tim Verifikasi Lapangan Penetuan Calon Tuan Rumah MTQ Ke XXXV Tingkat Provinsi Aceh yang dipimpin oleh Kepala DSI Aceh Dr EMK Alidar S Ag M Hum yang didampingi Oleh Wakil Bupati Aceh Selatan Tgk. Amran dan Forkopimda Meninjau Arena Utama yang akan Dilaksakan MTQ Ke XXXV Tahun 2021, Rabu (7/8/2019/).

Dinas Syariat Islam Aceh – Pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi dilaksanakan di Kabupaten/Kota sebagai tuan rumah pelaksanaan, sehingga untuk pelaksanaan MTQ ke-35 perlu ada Kabupaten/Kota yang bersedia melaksanakannya.

Berkaitan dengan hal tersebut, delapan Kabupaten/Kota telah menyampaikan proposal kesanggupannya menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ ke-35 yaitu ; Kota Banda Aceh, Aceh Besar, Kota Sabang, Kota Lhokseumawe, Kabupaten Bener Meriah,  Kabupaten Aceh Barat dan Kabupaten Aceh Selatan dan Kabupaten Simeulue.

Sebagai langkah awal, Dinas Syariat Islam Aceh telah mengundang ke tujuh Kabupaten/Kota yang telah menyampaikan proposal tersebut untuk mempresentasikannya di hadapan tim penilai/verifikasi pada tanggal 27 Maret 2019.

Presentasi yang telah dilakukan adalah tahap awal penilaian dilakukan oleh tim verifikasi, selanjutnya Tim verifikasi/penilai melakukan verifikasi faktual ke lapangan. Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut untuk memastikan ketersediaan sarana dan prasarana yang akan dijadikan lokasi pelaksanaan MTQ.

Berkenaan dengan hal tersebut diatas, Tim verifikasi telah melakukan verifikasi faktual yang dipimpin oleh  Kepala DSI Aceh Dr EMK Alidar S Ag M Hum ke Kabupaten Aceh Barat dan Kabupaten Aceh Selatan untuk memastikan kesiapan dan ketersediaan lokasi yang representatif untuk dijadikan fasilitas pendukung pelaksanaan MTQ Aceh

 “Kita berharap akhir bulan Agustus sudah bisa diplenokan dan sudah bisa disampaikan hasil dari verifikasi lapangan dan presentasi kesipan dari kab/kota kepada bapak Plt. Gubernur Aceh Ir. Novairiansyah MT yang merupakan dewan Pembina LPTQ Aceh” Ujar EMK Alidar.

Sedangkan pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menyatakan siap menjadi tuan rumah pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-35 tingkat Provinsi Aceh.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Aceh Selatan Tgk. Amran yang di damping Sekretaris daerah Aceh Selatan Nasjuddin SH MM beserta anggota legeslatif, Forkopimda dan tokoh masyarakat saat mempresentasi kesiapan tuan rumah MTQ Aceh di aula Rapat Sekretariat Daerah kabupaten Aceh Selatan, Rabu (7/8/2019).

‪“Kabupaten Aceh Selatan secara fasilitas dan sarana penunjang lainnya sudah sangat siap menjadi tuan rumah, masyarakat tentunya juga sangat mendukung keinginan ini dan akan berpartisipasi dalam mempersiapkan MTQ untuk 2 tahun ke depan,” ujar Wakil Bupati.

Ia menambahkan, terakhir Aceh Selatan melaksanakan MTQ tingkat Provinsi pada Tahun 1983 atau 38 tahun yang lalu, sudah sewajarnya di tahun 2021 Pemerintah Aceh untuk dapat mempercayakan Aceh Selatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan MTQ Aceh ke-35.

“Apalagi kami juga telah mendapat komitmen yang kuat dari rekan-rekan legislatif serta Forkopimda,” katanya.

‪”Kami ingin menunjukkan bahwa Aceh Selatan benar-benar serius bukan hanya slogan semata, akan tetapi merupakan kerja nyata antara pemerintah, legislatif, forkopimda serta masyarakat,” tutup Wakil Bupati.

The post Aceh Selatan Jadi Salah Satu Calon Tuan Rumah MTQ Tahun 2021 appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Mahasiswa Disuluh Pencegahan Prostitusi

Selasa, 30 Juli 2019

Peserta Sedang Mengikuti Seminar Pencegahan Prostitusi di Aula Grand Aceh Syariah Hotel, Banda Aceh, Selasa (27/7).

Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh – Sejumlah kalangan dari pengelola hotel, salon, orang tua, hingga mahasiswa disuluh pencegahan prostitusi lewat seminar yang dilaksanakan oleh Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh. Kegiatan yang dibuka oleh Kepala DSI Aceh Dr Emk Alidar, berlangsung di hotel Grand Aceh, Banda Aceh, Sabtu (27/7).

Seminar itu menghadirkan pemateri kalangan ulama, borikrat dan psikolog. Mereka adalah Dr Nurjannah Al Sharafi (Psikolog), Nevi Ariyani (Tokoh Perempuan), Dr Wahyu Zulfiansyah (Dinkes Aceh), Husni (DSI Aceh) dan Muhibbutthabari (MPU Aceh).

Seminar itu dilaksanakan untuk mencegah praktik prostitusi yang selama ini masih terjadi di Aceh. Kegiatan ini juga untuk menghimpun masukan terkait pencegahan prostitusi di aceh guna ditindak lanjuti oleh pemerintah.

Kabid Penyuluhan Syariat Islam dan Tenaga Da’i DSI Aceh, Nizami Taufik S Sos mengatakan, dilaksanakan seminar itu berawan dari ditemukan praktik prostitusi Online hingga ditangkapnya pasangan sejenis di Aceh. DSI menilai kondisi sudah memprihatinkan dan harus ada tindakan. “Salah satu langkah awal guna mencegah praktik prostitusi lewat seminar ini.” Jelasnya.

Dia mengatakan, selama ini hotel dan salon kecantikan sangat rentan dijadikan sebagai tempat praktik prostitusi. Karena itu pihak DSI Aceh perlu memanggil para pengelolanya agar dapat menjalankan usaha tanpa melanggar syariat Islam.

“kami (DSI Aceh) sengaja memanggil pihak hotel dan salon, karena dalam beberapa kasus sebelumnya, kedua usaha ini  sering terlibat dalam penyediaan tempat. Meskipun tidak semua hotel dan salon melakukan seperti itu,” ujar Taufik.

Selain mengundang para pemilik hotel dan salon, DSI juga melibatkan orang tua dalam seminar tujuan mengingatkan para orang tua supaya selalu mengawasi anak-anaknya. “Peran orang tua sangat penting, agar anak-anaknya tidak terlibat dalam pergaulan yang negatif” tandas Nizami Taufik.

sumber: SERAMBINEWS

Lihat Juga : VIDEO – Dinas Syariat Islam Gelar Seminar Pencegahan Prostitusi

The post Mahasiswa Disuluh Pencegahan Prostitusi appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

48 Hakim MTQ Ikut Bimtek

Jumat, 19 Juli 2019
Drs. Abdus Syukur, M. Ag saat sedang memberikan materi pada kegiatan bimbingan teknis tenaga pelatih/juri tilawatil Qur'an yang berlangsung pada tanggal 15 s.d 17 Juli 2019 yang berlangsung di hotel Grand Aceh, Banda Aceh.

Drs. Abdus Syukur, M. Ag saat sedang memberikan materi pada kegiatan bimbingan teknis tenaga pelatih/juri tilawatil Qur’an yang berlangsung pada tanggal 15 s.d 17 Juli 2019 yang berlangsung di hotel Grand Aceh, Banda Aceh.

Banda Aceh – Sebanyak 48 orang hakim Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV Provinsi Aceh mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) dewan hakim musabaqah, di Grand Aceh Hotel Banda Aceh, 15-17 Juli. Bimtek tersebut merupakan persiapan pelaksanaan MTQ Provinsi Aceh yang dijadwalkan berlangsung September mendatang di Sigli.

Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh diwakili Sekretaris Dinas Drs Darjalil dalam sambutannya mengatakan, bimtek dewan hakim MTQ untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan dan kapasitas hakim pada MTQ tingkat Aceh itu.

Dikatakan seorang hakim dalam MTQ menduduki posisi sentral MTQ dalam memberikan penilaian kepada peserta. Untuk itu independensi dan profesionalisme hakim sangat dituntut dalam aktivitas perhakiman di ajang musabaqah. Seiring perkembangan zaman, perubahan standarisasi penilaian juga mengalami perubahan, makanya hakim MTQ harus dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini.

DSI Aceh, ungkap Darjalil, terus meningkatkan berbagai keterampilan dewan hakim, baik berupa bimtek, pelatihan dan studi penguatan kapasitas hakim MTQ ke luar daerah. Karena disamping sebagai hakim juga sebagai pelatih peserta saat mengikuti MTQ. Hal ini diperlukan, mengingat pelaksanaan MTQ sudah menjadi kegiatan rutin setiap tahun. Mulai dari tingkat ganpong, kecamatan, kabupaten maupun provinsi.

Bahkan, setiap tahun Aceh juga selalu mengirim peserta untuk mengikuti MTQ/STQ tingkat nasional dan internasional. Tidak hanya itu, agar hakim MTQ memiliki profesionalitas dan integritas akan dibuat sertifikasi. “Rekrutmen hakim MTQ juga akan dilakukan secara transparan dengan membuka uji kompetensi. Bagi yang lulus kompetensi dan mendapat sertifikasi, layak sebagai hakim MTQ,” ujar Darjalil.

Sebelumnya kepala UPTD Pengembangan dan Pemahaman Al-Qur’an, Drs Tgk H Ridwan Johan dalam laporannya menyampaikan, bimtek dewan hakim MTQ dilaksanakan selama tiga hari yang diikuti 48 orang utusan kabupaten/kota se-Aceh. Pada bimtek ini dibahas berbagai teknis perhakiman seluruh cabang yang akan dimusabaqahkan pada MTQ Provinsi.

Adapun yang menjadi pemateri antara lain, para hakim MTQ yang sudah memiliki pengalaman baik tingkat provinsi maupun nasional, sehingga kegiatan bimtek dewan hakim MTQ benar-benar dapat memberikan pengetahuan dan informasi baru bagi dewan hakim MTQ.(rel/mis)

Sumber : Serambi Indonesia

The post 48 Hakim MTQ Ikut Bimtek appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Kepala UPTD PPQ Drs. Ridwan Johan Terpilih Sebagai Petugas Haji Daerah (TPHD) Tahun 2019

Kamis, 18 Juli 2019

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh DR. EMK. Alidar, S. Ag. M. Hum yang di dampingi Sekretaris DSI Aceh Drs. Darjalil Sedang Menepung Tawari (Peusijuk) Bapak Drs. Ridwan Johan yang merupakan Jamaah sekaligus Petugas Haji Tahun 2019 di Mushalla Assalam (17/07/19).

Dinas Syariat Islam Aceh – Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh, Dr EMK Alidar, S.Ag, M.Hum didampingi  Sekretaris DSI Aceh Drs Darjalil, “mempeusijuk” atau menepung tawari  jamaah calon haji (JCH) di lingkungan DSI Aceh, bertempat Mushalla As-Salam, Rabu (17/07/19). Acara tersebut dihadiri oleh pejabat serta segenap karyawan/karyawati di jajaran DSI Aceh.

Pada kesempatan tersebut Drs. Ridwan Johan yang merupakan petugas yang dipilih tahun ini mengatakan kegiatan ini dilakukan dalam rangka silaturahmi dan saling maaf memaafkan antar karyawan DSI Aceh dan merupakan agenda rutin setiap tahunnya yang digelar jika ada karyawan DSI yang melaksanakan ibadah haji.

Ia melanjutkan dengan mengucapkan permintaan maaf kepada seluruh karyawan/karyawati DSI Aceh serta mohon doa restu untuk diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menjalankan tugas mendampingi jamaah dan juga ibadah haji.

Dalam kesempatan tersebut Dr EMK Alidar, S.Ag, M.Hum memberikan sambutan untuk acara pesijuk jamaah calon haji mengatakan “sebenarnya saya juga mengajukan proposal untuk petugas tahun ini, rupanya bapak Ridwan Johan yang dipanggil dan berkesempatan untuk berangkat mendampingi jamaah haji asal Aceh”

“Diharapkan pak Ridwan dapat melaksanakan tugas membantu jamaah dengan baik dan maksimal, semboyan petugas haji “Tugasku adalah ibadahku” hendaknya menjadi panduan dan dapat diterapkan dalam melayani jamaan haji Aceh” Jelasnya.

Selanjutnya Kadis DSI Aceh mengutarakan semoga Bapak Ridwan Johan diberikan kesehatan sehingga bisa melaksanakan tugas dengan baik, serta memperoleh haji yang mabrur dan kembali ke tanah air dengan selamat dan sehat.

Selanjutnya acara diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh bapak Muhibuthibri, S. Ag serta saling maaf memaafkan antara CJH dengan karyawan DSI Aceh sambil menikmati “bulukat” atau beras ketan kuning yang biasa di sajikan saat momen peusijuk CJH di Aceh.

The post Kepala UPTD PPQ Drs. Ridwan Johan Terpilih Sebagai Petugas Haji Daerah (TPHD) Tahun 2019 appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Nizami Taufik: Imam Meunasah Tidak Hanya Sebagai Imam Shalat Berjamaah Saja

Rabu, 17 Juli 2019

Kepala Bidang Penyuluhan Agama Islam dan Tenaga Dai Nizami Taufik SSos Saat Membuka Kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Imeum Meunasah dalam Pelaksanaan Syraiat Islam di Aula Grand Aceh Syariah Hotel, Banda Aceh, Selasa (16/7).

Dinas Syariat Islam Aceh – Imam Meunasah tidak hanya sebagai imam shalat berjamaah, namun juga sebagai seorang murabbi (pengajar) bagi jamaah yang datang ke Meunasah. Untuk itu dalam pandangan kami bahwa imam Meunasah mempunyai peran dan kedudukan sangat penting dalam membimbing masyarakat, terutama membimbing shalat berjamaah, penyampaian pesan-pesan dakwah dan lebih khususnya adalah menyampaikan informasi-informasi kepada masyarakat tentang pelaksanaan syariat Islam di Aceh sehingga masyarakat dapat memahami bahwa pemerintah Aceh terus berupaya dan bekerja keras agar pelaksanaan syariat Islam di Aceh benar-benar kaffah.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Syariat Islam Aceh yang diwakili oleh Kepala Bidang Penyuluhan Agama Islam dan Tenaga Dai Nizami Taufik SSos di Aula Grand Aceh Syariah Hotel, Banda Aceh, Selasa (16/7). Sebanyak 136 Imam Meunasah yang terbagi dalam 4 angkatan masing-masing 34 orang per angkatan yang berasal dari seluruh Kabupaten/Kota se-Aceh, diberi Pembekalan Peningkatan Kapasitas Imeum Meunasah guna menjadikan Imam Meunasah sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari bagi masyarakat.

Pada kesempatan itu Kepala Bidang Penyuluhan Agama Islam dan Tenaga Dai Nizami Taufik SSos menyampaikan bahwa, Kegiatan Pembekalan Peningkatan Kapasitas Imeum Meunasah Se-Aceh ini merupakan wujud nyata keterlibatan para umara dan ulama yaitu Imam Meunasah dalam penegakan syariat Islam di Aceh.

Ia menambahkan, Imam juga merupakan orang yang bertanggungjawab dalam kontek pemakmuran Meunasah sekaligus membina umat dalam peningkatan ibadah dan ketaqwaan kepada Allah Swt. Imam  tidak hanya sebagai orang yang di depan saja dalam pelaksanaan shalat fardhu tetapi juga sebagai pemimpin umat dalam berbagai kegiatan sosial keagamaan.

Selain itu, Nizami Taufik juga mengajak Imam Meunasah untuk terus berupaya memakmurkan Meunasah berupa kegiatan-kegiatan yang bersifat Tarbiyatun Ummah dan kegiatan sosial keagamaan lainnya.

Pembekalan Peningkatan Kapasitas Imam Meunasah se-Aceh Tahun 2019 bertujuan; 1)  Mewujudkan tokoh masyarakat yang profesional dan proporsional dalam melaksanakan tugas sehari-hari, 2) Terlatihnya insan kamil yang berkualitas dan profesional dengan menjunjung tinggi nilai-nilai dinul Islam sesuai dengan Qur’an dan Hadits, 3) Terwujudnya sosialisasi qanun syariat Islam, 4) Sebagai forum silaturrahmi dan komunikasi antar Tokoh Masyarakat.

 “Pembekalan Imam Meunasah ini difokuskan membuka cakrawala berfikir, pembinaan para kader, dan menjadikan Imam sebagai teladan serta sebagai sarana silaturahmi dan komunikasi dalam kehidupan bermasyarakat. Kita berharap melalui kegiatan ini Imam harus lebih serius dalam menyikapi persoalan-persoalan umat,” jelasnya.

“Pemerintah Aceh maupun Pemerintah Kabupaten Kota tentu tidak mungkin dapat melaksanakan tugas ini tanpa dukungan dari seluruh komponen masyarakat. Kami percaya bahwa kita yang hadir disini adalah orang-orang yang memiliki komitmen tinggi dan tekad yang kuat agar pelaksanaan Syariat Islam kaffah di Aceh dapat berjalan dengan baik dan sempurna,” tandasnya.

Taufik berharap kepada semua pihak untuk serius dalam mengikuti kegiatan Pembekalan Peningkatan Kapasitas Imam Meunasah Se-Aceh Tahun 2019 ini agar dapat terselenggara dengan baik sehingga dapat menambah wawasan, pengetahuan juga menjadi amal shaleh disisi Allah Swt.

The post Nizami Taufik: Imam Meunasah Tidak Hanya Sebagai Imam Shalat Berjamaah Saja appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Poligami Masih Sebatas Wacana

Rabu, 10 Juli 2019

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh DR EMK ALIDAR SAg MHum

Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh, Dr EMK Alidar SAg MHum, menegaskan bahwa rencana pelegalan poligami di Aceh yang diatur di dalam Rancangan Qanun Hukum Keluarga masih sebatas wacana yang berkembang dalam pembahasan di DPRA. Meski demikian, ia membenarkan draf rancangan qanun tersebut merupakan usulan pihaknya kepada DPRA.

“Itu masih sebatas wacana yang berkembang dari diskusi di DPRA dan itu menarik untuk didikusikan,” katanya kepada Serambi di Banda Aceh, Minggu (7/7).

Alidar mengakui, Rancangan Qanun Hukum Keluarga ini merupakan usulan DSI, mengingat ada hal-hal yang perlu dibuat khusus untuk Aceh, misalnya calon pengantin (catin) harus bisa baca Alquran dan harus bebas narkoba. Usulan tersebut diajukan pada tahun 2018, tetapi karena pembahasannya tertunda, maka dimasukkan ke tahun 2019 dalam prolegda (progam legislasi daerah) yang pengesahannya ditargetkan pada September nanti.

Alidar mengatakan, selain dua ketentuan baru tersebut, ketentuan-ketentuan lainnya di dalam draf rancangan qanun, termasuk soal poligami dan syarat-syaratnya, merujuk pada ketentuan yang terdapat di dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam (KHI).

“Jadi yang diangkat di media itu adalah perkembangan dalam pembahasan di DPRA yang agak berbeda dengan usulan kami. Saya tidak tahu soal itu, karena pembahasan terakhir sekitar seminggu lalu belum sampai ke bab poligami. Mungkin dibahas pada pertemuan berikutnya dan saya tidak hadir,” ujarnya.

Meski demikian, ia tidak mempermasalahkan hal itu, sebab semua wacana dan sumbang pikir harus dimaksimalkan untuk menghasilkan Qanun Hukum Keluarga yang komprehensif dan mengayomi semua masyarakat dalam bidang hukum perkawinan.

Ia pun dapat memahami alur pikir anggota Komisi VII DPRA terkait poligami karena memang yang marak terjadi selama ini di Aceh adalah poligami liar melalui praktik nikah siri. Apalagi Undang-Undang Perkawinan dan KHI menghalangi untuk berpoligami karena butuh syarat yang sangat ketat untuk itu. Sementara pernikahan siri yang konotasinya poligami terus terjadi di masyarakat Aceh.

“Wacana dewan itu untuk menghindari poligami liar, karena memang poligami liar menyebabkan laki-laki tidak bertanggung jawab sehingga membuat perempuan terzalimi. Begitu juga anak-anak dan keturunan dari pasangan poligami liar, tidak mendapat perlindungan hukum dari negara. Ini fakta yang banyak terjadi di masyarakat kita,” ungkap Alidar.

Karena itu, lanjut dia, perlu ada solusi atau kebijakan khusus untuk menghindari terjadinya pernikahan siri. Misalnya, dengan menghukum pelaku nikah siri seperti yang dilakukan Pemerintah Malaysia. “Di Malaysia, seseorang yang nikah siri kemudian ingin melegalkan, maka dia harus ke Mahkamah Syar’iyah. Nanti pengadilanlah yang memutuskan apakah dia dihukum penjara atau denda, setelah itu baru status nikah sirinya dilegalkan,” jelas Alidar.

“Di negara kita kan tidak ada jalan keluar (solusi) seperti itu. Negara kita seperti menutup habis celah tersebut,” tambahnya.

Nah, pembahasan yang dilakukan di DPRA dikatakan Alidar belum sampai pada tahap tersebut. “Pembahasan masih panjang, kita masih input semua masukan, akan ada rapat dengar pendapat umum (RDPU) dan paripurna,” tambahnya.

Terkait solusi apa yang diambil terkait dengan nikah siri, itu juga tergantung kesepakatan eksekutif dan legislatif nantinya. “Harus dilihat juga apakah solusi itu menyelesaikan masalah di masyarakat atau tidak? Kalau misalnya makin menimbulkan masalah, heboh, dan ribut, tentu nggak kita ambil solusi itu. Pemerintah kan nggak mau ambil risiko juga, kecuali memang semua pihak sudah sepakat, itu tidak ada masalah lagi,” demikian Alidar. (yos)

Sumber: Serambinews.com

The post Poligami Masih Sebatas Wacana appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Kalender Agenda

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32