Selamat Datang di Website Resmi Dinas Syari'at Islam dan Pendidikan Dayah Kab. Aceh Tengah (Web ini masih dalam proses pengembangan)

Indeks Berita

Jusuf Kalla: UIII, Akan Jadi Kampus Hijau yang Indah

Jumat, 24 Januari 2020
Cimanggis (Kemenag) ---  Jusuf Kalla mengatakan, Kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) akan menjadi kampus hijau yang indah. Hal ini disampaikan Wakil Presiden Kabinet Kerja ini usai melihat progres pembangunan kampus yang terletak di Cimanggis, Depok, Jawa Barat ini. 

Kampus UIII Mulai Operasional September 2020

Jumat, 24 Januari 2020
Cimanggis (Kemenag) --- Kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) direncanakan mulai beroperasi untuk perkuliahan pada September 2020. Hal ini disampaikan Rektor UIII Komarudin Hidayat saat mendampingi Wakil Presiden Kabinet Kerja Jusuf Kalla meninjau progres pembangunan kampus yang akan berdiri di tengah-tengah areal seluar 142,5 Ha, di Cimanggis, Depok. 

Dapat 1T dari Saudi Fund for Development, UIN Malang Bangun Infrastruktur 

Jumat, 24 Januari 2020
Jakarta (Kemenag) ---  Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) mendapat Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) dari Saudi Fund for Development (SFD) senilai lebih kurang Rp1triliun.

Pesan Menag pada Pemenang Tender 3,3T: Jangan Ada Kebocoran, Tak Ada Hutang Budi

Jumat, 24 Januari 2020
Jakarta (Kemenag) --- Menteri Agama Fachrul Razi menyaksikan Penandatangan Bersama Kontrak Konstruksi Proyek Peningkatan Sarana Prasarana 6 PTKIN (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri) melalui SBSN (Surat Berharga Syariah Negara), di Kantor Kementerian Agama, Jakarta. Program yang selanjutnya dikenal dengan sebutan "Proyek 6 in 1" ini, bertujuan untuk melakukan peningkatan mutu PTKIN dengan meningkatkan sarana dan prasarana yang tersedia. 

Bahas Solusi Damai Palestina - Israel, Pengurus Institut Leimena Bertemu Menag

Jumat, 24 Januari 2020
Jakarta (Kemenag) --- Menteri Agama Fachrul Razi hari ini menerima kunjungan dan silaturahmi pengurus Institut Leimena di Kantor Kementerian Agama Jalan Lapangan Banteng Barat No 3-4 Jakarta Pusat. 

Penyederhanaan Birokrasi dan Tuntutan ASN Berkompetensi

Jumat, 24 Januari 2020
Instansi pemerintah dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kepuasan masyarakat pada layanan yang disediakan pemerintah adalah pijakan eksistensial dari instansi pemerintah. Struktur organisasi, peta proses bisnis, dan kompetensi SDM harus berkiblat pada dinamika yang tak henti berkembang di masyarakat.

Siswa MTsN 1 Kota Malang Juara Southeast Asean Mathematical Olympiad

Jumat, 24 Januari 2020
Malang (Kemenag) --- Siswa madrasah kembali harumkan nama Indonesia di kancah internasional. Dua siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Malang unjuk prestasi internasional pada ajang Southeast Asean Mathematical Olympiad (SEAMO)  Australia.

Tiga Tahun Revitalisasi Kantor Urusan Agama

Jumat, 24 Januari 2020
Jakarta (Kemenag) --- Pimpinan Direktorat Bina Kantor Urusan Agama (KUA) dan Keluarga Sakinah telah berganti. Mohsen diganti oleh Muharram sebagai Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah. Selanjutnya, Mohsen bertugas sebagai Kepala biro Administrasi Umum, Akademik Kemahasiswaan IAIN Palu.

Empat Satker Kemenag Raih Penghargaan Pengelola SBSN Terbaik

Kamis, 23 Januari 2020
Jakarta (Kemenag) --- Empat Satuan Kerja (Satker) Kementerian Agama mendapat penghargaan dari Kementerian Keuangan. Keempatnya dinilai memiliki capaian kinerja terbaik dalam pengelolaan proyek yang dibiayai dengan dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Tahun 2019.

Menag Ingatkan Pimpinan PTKIN Cetak Generasi Unggul dan Nasionalis

Kamis, 23 Januari 2020
Jakarta (Kemenag) --- Menteri Agama Fachrul Razi menerima 40 pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Menag mengingatkan agar PTKIN fokus mencetak generasi yang unggul dan bernasionalisme tinggi.

Sampai Akhir 2019, 768 Jurnal PTKI sudah Terakreditasi

Kamis, 23 Januari 2020
Jakarta (Kemenag) --- Jumlah jurnal Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang terakreditasi terus mengalami peningkatan. Direktorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kemenag mencatat, sampai 2019, sudah ada 768 jurnal PTKI yang terakreditasi. 

Dampak Psikologis Alih Jabatan Struktural ke Fungsional

Kamis, 23 Januari 2020
Kebijakan presiden Jokowi untuk memangkas jabatan struktural eselon III dan IV menuai banyak tanggapan. Apalagi ditarget maksimal bulan Juni 2020 harus sudah selesai. Praktis, kurang dari setahun penataan birokrasi dilaksanakan. Akibatnya, semua orang, khususnya di bagian kepegawaian seluruh unit, dibikin sibuk luar biasa dan "terpaksa" mengikuti arus kebijakan pusat. 

Diskusi Relasi Agama-Negara, Menag Bicara Kesepakatan, Toleransi dan Keadilan

Kamis, 23 Januari 2020
Ciputat (Kemenag) --- Menteri Agama didaulat sebagai pembicara kunci pada Rountable Discussion tentang "Pasang Surut Relasi Agama dan Negara". Diskusi ini digelar Ikatan Alumni UIN (IKALUIN) Syarif Hidayatullah di Ruang Diorama,  Auditorium Harun Nasution, UIN Syarif Hidayatullah.

Program Penceramah Bersertifikat, Menag: Yang Mau, Silakan Ikut

Kamis, 23 Januari 2020
Batam (Kemenag) --- Kementerian Agama akan melaksanakan program penceramah bersertifikat. Namun, Menteri Agama Fachrul Razi menekankan program ini tidak mengikat dan bersifat opsional. 

Kemenag Kembali Buka Seleksi Calon Mahasiswa S1 Timur Tengah

Rabu, 22 Januari 2020
Jakarta (Kemenag) --- Kementerian Agama akan kembali membuka seleksi calon mahasiswa S1 untuk kuliah di Timur Tengah. Ada tiga negara tujuan, yaitu: Mesir, Sudan, dan Maroko. Kemenag membuka program beasiswa dan non beasiswa. 

Perguruan Tinggi NU Siap Terlibat dalam Percepatan Pendidikan Islam

Rabu, 22 Januari 2020
Jakarta (Kemenag) ---  Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) siap terlibat dalam percepatan pemerataan pendidikan Islam. Hal  ini disampaikan Ketua Forum Rektor Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (FR PTNU) Masykuri Bakri saat bersilaturahmi dengan Menteri Agama Fachrul Razi, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta.

Rekrutmen Petugas Haji, Menag: Pilih yang Amanah dan Bertanggung Jawab

Rabu, 22 Januari 2020
Jakarta (Kemenag) --- Kementerian Agama akan merekrut Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1441H/2020M. Menag Fachrul Razi mengingatkan agar petugas yang terpilih adalah mereka yang amanah dan bertanggung jawab. “Pilih dan utamakan petugas yang memiliki sifat amanah, tanggung jawab,  serta memiliki rasa kebersamaan,” pesan Menag saat menerima Direktur Bina Haji Khoirizi beserta jajarannya di Jakarta, Rabu (22/01). Kehadiran Khoirizi dalam rangka melaporkan progres Rekrutmen PPIH serta penyediaan sarana pra sarananya untuk musim haji 1441H/2020M. Menag juga berpesan agar petugas haji terbebas dari unsur yang mengarah pada ekstrimisme beragama. Menag menilai, petugas haji berperan penting dalam proses pelayanan yang berdampak langsung pada kepuasan jemaah. Prestasi yang telah dicapai selama ini, tidak terlepas dari kinerja petugas haji. Karenanya, prestasi itu harus dipertahankan dan ditingkatkan.  Menag juga minta agar Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah terus berkoordinasi dan menjalin kerjasama baik dengan semua  mitra yang terlibat dalam proses penyelenggaraan haji. “Pada intinya, apa yang sudah baik teruskan, yang kurang baik supaya diperbaiki sehingga memberikan kenyamanan kepuasan kepada jemaah haji Indonesia,” ucap Menag. Direktur Bina Haji Khoirizi memastikan rekrutmen petugas haji akan dilaksanakan secara terbuka dan berpedaman pada regulasi. 

Bertemu Wamenag, Habib Nabil Undang Hadiri Giat Majelis Rasulullah

Rabu, 22 Januari 2020
Jakarta (Kemenag) --- Pimpinan Majelis Rasulullah Habib Nabil Al Musawa berkunjung ke kantor Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi. Kehadiran Habib Nabil untuk mengundang Wamenag  menghadiri dua pengajian akbar Majelis Rasulullah, yaitu Isra Mi’raj dan Nuzulul Qur’an. 

Menag Tegaskan Pemerintah Tak Atur Teks Khutbah

Rabu, 22 Januari 2020
Jakarta (Kemenag) --- Menteri Agama Fachrul Razi menegaskan bahwa tidak ada rencana pemerintah untuk mengatur teks khutbah jumat. Menurutnya, apa yang pernah disampaikan hanyalah kebijakan yang berlaku di Uni Emirat Arab, bukan untuk diterapkan di Indonesia.

Sebagai UPT, Asrama Haji Diminta Terapkan Strategi Pemasaran Online

Rabu, 22 Januari 2020
Tangerang Selatan (Kemenag) --- Asrama Haji merupakan satuan kerja Kementerian Agama yang berbentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT). Sebagai UPT, asrama haji diberikan kewenangan mengelola kepegawaian, keuangan, dan perlengkapan sendiri.

Tenaga Kontrak DSI Aceh Diharap Komit Dalam Menjalankan Tugas

Selasa, 14 Januari 2020

Sekretaris DSI Aceh Drs. Darjalil Membagikan Surat Keputusan (SK) Tahun 2020 Kepada Tenaga Kontrak Dinas Syariat Islam Aceh Di Ruang Rapat Kepala DSI Aceh pada Selasa (14/1/2020).

Dinas Syariat Islam Aceh – sebanyak 22 orang tenaga kontrak pada Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh mengikuti pembekalan sekaligus penerimaan Surat Keputusan (SK) Tahun 2020 di ruang rapat Kepala DSI Aceh pada Selasa (14/01/2020) pagi.

Pertemuan itu dipimpin langsung oleh Kepala DSI Aceh Dr. EMK Alidar, S. Ag., M. Hum didampingi oleh Sekretaris DSI Aceh Drs. Darjalil, Kepala Sub Bagian Umum Malek Ridwan, S. Sos.I serta Kepala Sub Abgian Kepegawaiian Cut Ida Zurayda, SE. Dalam kesempatan itu Kadis menyampaikan beberapa hal, terkait kinerja tenaga kontrak yang selama ini sudah cukup baik, kedisiplinan yang harus selalu ditingkatkan.

“Saya berharap para tenaga kontrak selalu komit dalam menjalankan tugas, ditingkatkan lagi kinerjanya, walaupun selama ini sudah cukup baik, harus kompak dan siap dipanggil untuk bekerja meskipun diluar jam kerja untuk membantu pimpinan sehingga setiap pekerjaan dinas bisa terkoordinir dengan baik serta saling membantu dalam bekerja, dan punya rasa memiliki terhadap kantor. Jika semua dapat bersinergi dalam bertugas tentu tercipta suasana kerja yang bersahabat, aman, dan nyaman, “ tutur Kadis.

Ia juga menambahkan, kalau ada kendala dalam pekerjaan maka dapat disampaikan kepadanya, kemudian didiskusikan bersama-sama untuk dicari solusi serta penyelesaiannya.

Di akhir acara dilanjutkan dengan penyerahan SK oleh Drs. Darjalil selaku sekretaris Dinas Syariat Islam Aceh. Dalam arahannya ia menyampaikan dengan penyerahan SK ini berarti Tenaga Kontrak sudah menjadi bagian dari keluarga besar DSI Aceh dan sudah siap melaksanakan tugas serta tanggung jawab seperti sedia kala, tutup Darjalil.

The post Tenaga Kontrak DSI Aceh Diharap Komit Dalam Menjalankan Tugas appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

DSI Aceh Salurkan Insentif Guru Pengajian Gampong

Rabu, 11 Desember 2019
Suasana aktivitas salah satu guru pengajian gampong di Sibreh di Aceh Besar.

Suasana aktivitas salah satu guru pengajian gampong di Sibreh di Aceh Besar.

Dinas Syariat Islam Aceh – Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh melalui UPTD Pengembangan dan Pemahaman Al-Qur’an (PPQ) di akhir tahun ini tepatnya di awal bulan Desember akan menyalurkan dana insentif yang diperuntukkan bagi guru-guru pengajian gampong yang tersebar di 22 kab/kota se-Aceh sebesar Rp 1. 800.000.000, termasuk pula insentif dan transportasi operasional petugas di kabupaten dan kota sejumlah Rp 312.800.000.

Ada 500 guru pengajian gampong yang akan menerima manfaat dana tersebut yang telah diverifikasi oleh tim yang diturunkan ke lapangan untuk mengecek keaktifan guru pengajian gampong di masing-masing daerah sehingga dana tersebut benar-benar diterima guru yang aktif.

Kepala UPTD PPQ, Muzakkir, SH, Senin (2/12/2019) di ruang kerjanya menjelaskan tujuan diberikan dana insentif itu sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap guru pengajian walaupun jumlahnya tidak terlalu besar namun diharapkan dapat membantu meringankan beban para guru meski mereka dalam melaksanakan tugasnya tidak mengharap imbalan apa-apa. Program ini juga merupakan bentuk komitmen Dsi Aceh untuk menghidupkan syiar Islam di gampong.

“Kita sangat menghargai dan mengapresiasi kiprah para guru pengajian di gampong-gampong yang dinilai mempunyai peran yang sangat penting dalam membimbing dan membina umat di gampong masing-masing. Di dalam melaksanakan tugasnya mereka tidak hanya mengajar mengaji namun juga menyampaikan ilmu tauhid, ibadah serta akhlak warga masyarakat sehingga dengan pemberian insentif ini diharapkan mampu meringankan beban para guru pengajian.”

Sementara itu, Kepala DSI Aceh, Dr EMK Alidar, S. Ag., M. Hum saat ditanya mekanisme penyaluran dana insentif guru pengajian, ia menjelaskan bahwa setiap kabupaten/kota mengirimkan sejumlah nama penerima insentif tersebut kemudian nama-nama itu diverifikasi oleh petugas yang diturunkan ke lapangan tentang keakuratan data yang diberikan. Selanjutnya dana tersebut akan disalurkan langsung ke rekening penerima sehingga lebih cepat, tepat dan transparan.

Kadis menyadari bahwa insentif yang diberikan oleh pemerintah Aceh masih dirasa kecil dan dalam jumlah yang terbatas namun pihaknya akan terus berusaha memperjuangkan hak-hak guru pengajian gampong agar ditahun-tahun mendatang jumlahnya lebih ditingkatkan dan penerima juga lebih banyak.

Namun kadis berharap insentif yang diberikan tersebut dapat bermanfaat karena ini merupakan salah satu upaya mensejahterakan para guru pengajian yang sudah mengabdi di tengah-tengah masyarakat. (Lilis Suriani)

The post DSI Aceh Salurkan Insentif Guru Pengajian Gampong appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

DSI Aceh Melaksanakan FASI ke XI Tingkat Provinsi Aceh

Selasa, 19 November 2019

Kepala DSI Aceh Dr. EMK. Alidar, S. Ag,. M. Hum Menyerahkan Piagam Penghargaan Kepada Tokoh Yang Telah Mendukung Pelaksanaan FASI ke XI Tingkat Provinsi di Aula Anjong Mon Mata Banda Aceh (16/11)

Festival Anak Shaleh Indonesia (FASI) XI tingkat Provinsi Aceh merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh bekerjasama dengan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Aceh dan diikuti oleh ribuan peserta perwakilan dari 23 kabupaten/kota yang sudah berlangsung pada tanggal 15-17 November 2019 di Banda Aceh.

Acara yang dibuka langsung oleh Gubernur Aceh yang diwakili oleh Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Dr. EMK Alidar, S. Ag., M. Hum di Aula Anjong Mon Mata Banda Aceh. Dalam sambutannya Dr. EMK Alidar, S. Ag., M. Hum mengungkapkan pemerintah Aceh menyambut gembira dan memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan Festifal Anak Shaleh Indonesia (FASI) Provinsi Aceh ini. Tentu dengan kerjasama yang baik antara Pemerintah Aceh dengan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-Kanak Al Quran (LPPTKA) serta BKPRMI Aceh.

“Pemerintah Aceh meberikan dukungan sepenuhnya terhadap pelaksanaan kegiatan FASI tingkat Provinsi Aceh ini. Namun yang  perlu kami ingatkan bahwa, kegiatan ini bukan semata-mata even festival untuk mencari juara dan menjadi kebanggaan untuk kemudian diperlombakan pada level berikutnya, akan tetapi even ini menjadi sarana untuk membentuk watak dan karakter generasi Qurani sebagai modal utama dalam mebangun Aceh masa yang akan datang”. Ungkapnya.

Ia menambahkan tujuan dari peleksanaan even ini untuk mendorong dan menumbuhkembangkan kreatifitas dan memotifasi anak-anak agar bersungguh-sungguh dalam meperlajari Al Quran, serta sebagai wadah silaturrahmi antar kafilah Kabupaten/Kota serta menambahkan wawasan pengetahuan dan juga pengalaman.

“Semua itu sebagai upaya untuk menghidupkan syiar Islam sebagai salah satu dimensi terpenting dalam pelaksanaan Syariat Islam di Aceh.” Tuturnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para orang tua santri yang telah memberikan dukungan dan motivasi kepada anak-anaknya untuk menjadi yang terbaik, dan juga kepada para ustaz-ustazah, karena dengan keiklasannya membina dan mendidik anak-anak sehingga anak-anak mendapatkan pendidikan Al-Quran secara maksimal.

“Kami berharap semoga upaya ustadz/ustazah ini membuahkan hasil yang baik dalam melahirkan generasi-generasi Qurani yang kelak akan menjadi pemimpin negeri ini”. Tutupnya.

Dr Mulia Rahman yang merupakan ketua PKPRMI Aceh dalam laporannya mengatakan Ribuan peserta akan berkompetisi  dalam delapan cabang yang dibuka dalam festival Anak Shaleh Indonesia (FASI) tersebut. Para peserta merupakan anak usia 4-14 tahun yang mewakili daerah masing-masing.

Mulia Rahman menyampaikan program FASI ini sudah rutin dilaksanakan mulai sejak tingkat gampong hingga ke tingkat nasional nanti dalam rangka membina gerenasi Qurani. Namun selama ini pelaksanaan program FASI di daerah masih terkendala dengan dukungan anggaran dari pemerintah daerah. “Event ini sangat penting sebagai upaya pembinaan anak-anak dalam syiar Islam. FASI ini juga menjadi cikal bakal ajang MTQ nanti, anak-anak umur 4 sampai 14 tahun yang ikut FASI ini nanti akan belajar dan kemudian beralih ikut ke ajang MTQ,” ujar Mulia Rahman.

The post DSI Aceh Melaksanakan FASI ke XI Tingkat Provinsi Aceh appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Pemerintah Aceh Kembali Berangkatkan Umrah Dai Berprestasi Ke Tanah Suci

Selasa, 12 November 2019

Kepala Dinas Syariat Isalam Aceh yang diwakili Oleh Sekretaris Drs Darjalil Menyerahkan Bingkisan kepada Dai Berprestasi yang diberangkatkan Umrah ke Tanah Suci oleh Pemerintah Aceh di Mushalla As-Salam, Komplek Keistimewaan Aceh, Selasa (11/12).

Dinas Syariat Islam Aceh – Pemerintah Aceh pada tahun 2019 ini melakukan pemilihan da’i berprestasi untuk diberangkatkan umrah ke tanah suci Mekah. Da’i sebanyak empat orang ini benar-benar memiliki dedikasi, disiplin dan loyal terhadap tanggungjawab yang diberikan oleh Pemerintah Aceh kepada mereka.

Wakil Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah MT memberikan apresiasi kepada Dinas Syariat Islam Aceh terutama dalam proses pemberangkatan umrah da’i ini, hal itu disampaikan Kepala Dinas Syariat Islam Aceh yang diwakili Sekretaris Drs Drajalil saat melepaskan Da’i yang terpilih tahun ini. Pelepasan da’i berprestasi ini turut disaksikan oleh para pejabat dilingkungan DSI Aceh yang berlangsung di Mushalla As-Salam, Komplek Keistimewaan Aceh, Selasa Pagi (12/11).

Menurutnya, pemberian reward umrah ini merupakan bentuk penghargaan Pemerintah Aceh untuk orang-orang yang dianggap berjasa dalam pembinaan aqidah umat di wilayah perbatasan dan daerah terpencil, selain untuk motivasi para da’i di masa mendatang juga sebagai bentuk penghargaan terhadap indikator keberhasilan selama ini. Pelepasan pemberangkatan umroh ini seyogyanya langsung dilakukan oleh Gubernur Aceh, karena beliau masih berada di luar daerah, oleh sekretaris daerah memberikan mandat kepada kami, tambahnya.

Selain itu, proses penilaian terhadap da’i yang terpilih ini dilakukan dengan mempertimbangakan kualitas kinerjanya lebih kurang selama 3 tahun terakhir dan verifikasi lapangan yang melibatkan seluruh komponen masyarakat ditempat da’i bertugas. Dasar inilah yang menjadi acuan kami dalam memilih siapa yang mendapatkan reward tahun ini. Dari jumlah 200 orang da’i yang bertugas di enam kabupaten/kota perbatasan hanya empat orang yang terpilih sesuai dengan pagu anggaran yang tersedia.

Sementara itu Kepala Bidang Penyuluhan Agama Islam dan Tenaga Dai Nizami Taufik SSos, menyatakan bahwa di tahun mendatang pemberian reward akan dilakukan sistem akademik dengan demikian semuanya memiliki kesempatan yang sama untuk meraih reward, tahun ini dilakukan tanpa melalui sistem akademik, tapi penilaiannya dengan teknis ke lapangan dan penilaian dari koordinator lapangan masing-masing.

Oleh karena itu kami mengajak seluruh para da’i yang bertugas di wilayah perbatasan dan daerah terpencil terus menerus melaksanakan tugasnya dengan baik, Karena selama ini banyak temuan yang kami dapatkan termasuk hasil penelitian tentang peran da’i belum memuaskan semua pihak, dasar itulah kita akan terus melakukan perbaikan dan Evaluasi terhadap kinerja dai mudah-mudahan akan lebih baik.

Taufik melanjutkan, metode dakwah mimbar yang selama ini dilakukan oleh da’i sebaiknya terus di tingkatkan, da’i harus berusaha keras untuk berinovasi agar dalam pembinaan aqidah umat di wilayah perbatasan dan daerah terpencil terus berkembang menjadi lebih baik.

The post Pemerintah Aceh Kembali Berangkatkan Umrah Dai Berprestasi Ke Tanah Suci appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Ketua Harian LPTQ Aceh Hadiri Rakernas LPTQ ke-19

Selasa, 12 November 2019
Peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XIX LPTQ Nasional tahun 2019 berfoto bersama di aula hotel Ibis Harmoni Jakarta (10/11/2019) Minggu.

Peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XIX LPTQ Nasional tahun 2019 berfoto bersama di aula hotel Ibis Harmoni Jakarta (10/11/2019) Minggu.

Dinas Syariat Islam Aceh – Ketua harian LPTQ Aceh sekaligus Kepala UPTD PPQ Aceh, Muzakkir, SH menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XIX LPTQ Nasional tahun 2019 di hotel Ibis Harmoni Jakarta, selama 3 hari mulai tanggal 10 hingga 12 Nopember 2019.

Rakernas yang mengusung tema “Penguatan Lembaga dan Konsolidasi Pengurus LPTQ Provinsi dalam Mensinergikan Pelaksanaan Penyelenggaraan MTQ/STQ yang Profesional dan Inovatif” tersebut dibuka oleh Dirjend Binmas Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. Muhammadiyah Amin yang dihadiri oleh seluruh utusan LPTQ se-Indonesia.

Rakernas itu menghasilkan  beberapa agenda diantaranya konsolidasi dan sinergisitas LPTQ menyongsong MTQN ke-28 tahun 2020 di Padang Provinsi Sumbar dan STQN ke-26 tahun 2021 di Ambon Provinsi Maluku Utara.

Selain itu, dalam Rakernas juga membahas tentang rancangan program kerja LPTQ nasional dan mengevaluasi program kerja LPTQ nasional serta akan mengeluarkan berbagai rekomendasi dan agenda strategis lainnya.

Direncanakan pada tahun mendatang kepada daerah akan diberikan kewenangan untuk menjadi tuan rumah pada MTQ internasional tentunya dengan mempertimbangkan indikator kesiapan daerah sebagai tuan rumah dalam even yang bertaraf internasional.

Kasi  Penyelenggaraan Pengembangan Kelembagaan Al-Qur’an, Musliadi, S. Sos. I., MA yang ikut mendampingi kepala UPTD PPQ dalam Rakernas tersebut juga menginformasikan bahwa nantinya provinsi akan diberikan kewenangan untuk menambah cabang al-Hadist pada MTQ tingkat provinsi. (Lilis Suriani)

The post Ketua Harian LPTQ Aceh Hadiri Rakernas LPTQ ke-19 appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

DSI Aceh Seleksi Calon Peserta MTQ Nasional ke-28

Senin, 11 November 2019
Kepala UPTD PPQ, Muzakkir, SH saat membuka seleksi calon peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-28 tahun 2020 di aula LPTQ Aceh pada Sabtu (9/11/2019) pagi.

Kepala UPTD PPQ, Muzakkir, SH saat membuka seleksi calon peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-28 tahun 2020 di aula LPTQ Aceh pada Sabtu (9/11/2019) pagi.

Dinas Syariat Islam Aceh – Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh melalui UPTD Pengembangan dan Pemahaman Al-Qur’an (PPQ) melaksanakan seleksi calon peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-28 tahun 2020 di aula LPTQ Aceh pada Sabtu (9/11/2019) pagi.

Ini merupakan seleksi tahap pertama untuk menjaring calon peserta MTQ terbaik asal Aceh guna mengikuti MTQN tahun 2020 yang sedianya akan digelar di kota Padang, Sumatera Barat. Para peserta seleksi merupakan peraih juara 1, 2 dan 3 pada MTQ ke-34 tingkat provinsi yang berlangsung di Kabupaten Pidie, September kemarin.

Seleksi tahap pertama berlangsung selama 3 hari mulai tanggal 9 hingga 11 Nopember 2019 selanjutnya tahap kedua dimulai dari tanggal 13 hingga 15 Nopember 2019. Diharapkan para peserta seleksi dapat memberikan penampilan secara maksimal sehingga dapat terpilih peserta terbaik yang nantinya akan mewakili Aceh dalam even bergengsi tersebut.

Kepala DSI Aceh, Dr. Emk Alidar, S. Ag., M. Hum dalam hal ini diwakili oleh kepala UPTD PPQ, Muzakkir, SH pada saat membuka seleksi ini mengatakan para peserta seleksi harus mencurahkan tenaga semaksimal mungkin agar dapat terpilih  namun perlu diingat bahwa sikap, tingkah laku dan kedisiplinan juga bagian dari penilaian. Karenanya ia berharap agar peserta serius dan mengikuti proses seleksi hingga selesai.

Dikatakan, Pemerintah Aceh akan memberikan perhatian serius terhadap pembinaan dan pengembangan potensi bagi para insan qur’ani agar pada kafilah Aceh dapat mengukir prestasi yang lebih baik lagi pada MTQ tahun mendatang. Perhatian juga diberikan kepada peserta yang meraih juara pada ajang MTQ/STQ berupa penghargaan dan bonus.

Sebelumnya, T. Mardhatillah, S. HI., M. Hum dalam laporan panitianya menyampaikan, jumlah peserta seleksi sebanyak orang 96 orang yang nantinya akan dipilih 60 orang peserta untuk mewakili Aceh ke MTQN. Kemudian peserta yang lulus seleksi akan mengikuti training center (TC) selama 50 hari.

Aceh sendiri akan mengikuti seluruh cabang yang diperlombakan sebanyak 8 cabang yaitu tilawah, qiraat sab’ah, tahfizh, tafsir, fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, khattil Qur’an, dan Musabaqah Makalah Qur’an (MMQ), sambung Mardhatillah di akhir laporannya. (Lilis Suriani)

The post DSI Aceh Seleksi Calon Peserta MTQ Nasional ke-28 appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

DSI Aceh Gelar Pembekalan bagi Imam Hafidh

Senin, 04 November 2019
Kepala UPTD Pengembangan dan Pemahaman Al-Qur’an (PPQ), Muzakkir, SH saat membuka kegiatan pembekalan Imam Hafidh Masjid Besar/Kecamatan di Kota Takengon, Rabu (30/10/2019) pagi.

Kepala UPTD Pengembangan dan Pemahaman Al-Qur’an (PPQ), Muzakkir, SH saat membuka kegiatan Pembekalan Imam Hafidh Masjid Besar/Kecamatan di Kota Takengon, Rabu (30/10/2019) pagi.

Dinas Syariat Islam Aceh – “Seorang Imam mempunyai fungsi yang sangat strategis yaitu sebagi motor penggerak untuk melahirkan manusia yang beriman, bertakwa dan berakhlak mulia”, tegas Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh, Dr. Emk Alidar, S. Ag., M. Hum yang diwakili oleh Kepala UPTD Pengembangan dan Pemahaman Al-Qur’an (PPQ), Muzakkir, SH saat membuka kegiatan pembekalan Imam Hafidh Masjid Besar/Kecamatan di Kota Takengon, Rabu (30/10/2019) pagi.

Ia mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk menambah khasanah keilmuan khususnya terkait dengan ilmu agama Islam bagi para Imam. Sesuai peran dan fungsinya, mereka adalah pimpinan tertinggi di dibidang keagamaan dalam kecamatannya sehingga termasuk sebagai ujung tombak pelaksanaan hukum syariat di wilayah masing-masing.

Melalui kegiatan ini Muzakkir berharap para Imam dapat mengikuti pembekalan pemantapan pemahaman Agama secara serius sehingga nantinya bisa menyamakan persepsi dan gerak langkah terkait tugas dan tanggung jawab seorang Imam di samping mampu meningkatkan profesionalisme dan kualitas.

Pembekalan ini dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 29 s/d 31 Oktober 2019 dengan menghadirkan beberapa narasumber yang berkompeten di bidangnya, antara lain Muzakkir, SH (Kebijakan dan Strategi Peningkatan Peran Imam Masjid dalam Pelaksanaan Syariat Islam di Aceh) ; Muslim, S. Ag., MCL (Peran dan Fungsi Imam Masjid, Strategi Menjadikan Masjid sebagai Pusat Aktivitas Masyarakat) ; Drs. Ridwan Qari (Fiqh Ibadah ; Menyikapi Beberapa Ikhtilaf dalam Ibadah) ; Tgk. M. Isa Umar, S. Ag (Kriteria Aliran Sesat dan Strategi Mengatasinya) ; Buhari, S. Sos (Revitalisasi Manajemen Masjid : Struktur Organisasi, Fungsi Manajemen dan Pendanaan) serta Dr. Johansyah (Pengembangan Masjid sebagai Pusat Kegiatan Umat).

Kegiatan ini merupakan rangkaian terakhir pembekalan bagi Imam Hafidh yang dilaksanakan dengan total peserta sebanyak 120 orang yang terbagi dalam 3 zona. Sebelumnya acara serupa juga digelar di kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dan kota Langsa.

Adapun laporan panitia acara tersebut disampaikan langsung oleh kepala DSI dan Badan Dayah kabupaten Aceh Tengah Drs. Mustafa Kamal, MA bertempat di aula hotel Penemas, Takengon. (Lilis Suriani)

The post DSI Aceh Gelar Pembekalan bagi Imam Hafidh appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.

Keluarga Berperan Aktif dalam Membentuk Generasi yang Qurani

Selasa, 29 Oktober 2019

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Dr. EMK. Alidar, S. Ag., M. Hum yang didampingi Kepala Badan Dayah Husamah El-Madny(Sebelah kanan) dan Ketua PW BKMT Aceh Dr. Ir. Dyah Erti Idawaati, MT (Kanan) Foto bersama dengan ibu-ibu pengurus BKMT Aceh di Aula Hotel Al Hanifi (23/10).

Dinas Syariat Islam Aceh – Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh melalui Bidang Peribadatan, Syiar Islam dan Pengembangan Sarana Keagamaan menggelar Seminar Pembinaan Keluarga Islami di Hotel Al Hanifi, Lamprit, Banda Aceh. Acara yang berlangsung selama 2 hari, Rabu-Kamis, 23-24 Oktober 2019 diikuti sebanyak 100 orang peserta.

Peserta yang hadir terdiri dari ibu-ibu pengurus Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Provinsi dan Kabupaten Kota serta perwakilan dari pegawai DSI Aceh.

Acara yang dibuka langsung oleh Gubernur Aceh yang diwakili oleh Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Dr. EMK Alidar, S. Ag., M. Hum. Dalam sambutannya mengatakan tujuan dari pelaksanaan seminar ini untuk memperkuat peran keluarga dalam mebentuk generasi Aceh yang qurani dan meadab, sehingga bisa mengimplementasikan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

“Keluarga mempunyai peran penting terhadap perkembangan masyarakat. Baik buruknya sebuah keluarga menjadi indikator baik atau buruk masyarakat. Oleh karena itu, keluarga sebagai kelembagaan masyarakat berperan penting dalam proses pembentukan dan pengembangan pribadi anak” jelasnya.

Ia juga menambahkan keluarga juga menjadi kelompok sosial pertama dimana anak-anak menempa diri menuju proses kedewasaan. Dengan demikian keluarga harus memberi contoh yang baik, ayah dan ibu harus mampu menajadi orang tua yang ideal dan sesuai tuntunan Islam.

“Pemerintah mengharapkan dengan adanya seminar ini mampu memberikan pencerahan kepada kaum ibu kader BKMT dalam mendidik keluarga yang Islami, sehingga mampu mebentengi keluarga dari akulturasi budaya moderrn yang melangkahi ketentuan Islamdan budaya Aceh serta BKMT Aceh tetap bersemangat dalam mewujudkan misi dakwahnya meski begitu banyak tantangan di era globalisasi” tutupnya.

Dr. Ir. Dyah Erti Idawati MT selaku ketua PW BKMT Aceh dalam sambutannya mengatakan menyampaikan kegiatan Seminar Pembinaan Keluarga Islami merupakan bentuk kerjasama antara DSI Aceh dengan  Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Aceh.

BKMT Aceh Merupakan mitra strategis Pemerintah Aceh dalam mengatasi beragam problematika sosial dan keagamaan di Aceh juga menjadi wahana pendidikan untuk membangun masyarakat yang berakhalak, cerdas, dan sejahtera dalam rangka mewujudkan  masyarkat baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Selain itu, topik seminar yang diangkat kali ini sangat relevan dengan situasi yang berkembang, terutama menyakut masalah moral dan akhlak. Keluarga merupakan pondasi pertama anak, sehingga keluarga berperan penting untuk membentengi anak dari pengaruh negatif.

Besar harapan dia dengan adanyan seminar ini mampu membentuk karakter keluarga Islami, meningkatkan wawasan dan pemahaman masyarakat tentang karakter keluarga Islami serta terbinanya keluarga Islami sesuai dengan Al-quran dan Sunnah Nabi, tutupnya.

Adapun pemateri yang dihadirkan dalam acara seminar tersebut diantaranya, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Dr. EMK Alidar, S. Ag., M. Hum., Pengurus Pusat BKMT, Hj. Anna Farida, S. Pd, MM, Pd. D., ketua PW BKMT Aceh, Dr. Ir. Dyah Erti Idawati, MT., Trainer dari Tim MSQ Bandung Ustad Kemas Mahmudin Al-Hanif.

The post Keluarga Berperan Aktif dalam Membentuk Generasi yang Qurani appeared first on Dinas Syariat Islam Aceh.